Renungan Harian

ES BATU PEKAN PRAPASKAH V JUMAT 31323

Antipati Menutup Mata Hati

Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a, 3bc-4, 5-6, 7; Yoh. 10:31-42

Pelanggan setia es batu yang dikasihi dan mengasihi Kristus, nabi Yeremia dan Yesus adalah dua figur yang kehidupannya sering diparalelkan. Mereka mengalami nasib yang sama-sama tragis, dikejar-kejar dan dianiaya. Rasa antipati merekalah penyebab utama mereka menolak Yesus dan mau melempari Yesus dengan batu.

Bahkan ketika mereka telah melihat segala perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh Yesus, mereka tetap mau melempari Yesus. “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (Yoh 10:33)

Antipati dan iri hati terhadap hal-hal yang baik akhirnya merusak harmoni hidup bersama dan menghambat pertumbuhan diri sebagai pribadi. Orang Yahudi masih berusaha mencari alasan untuk menghukum dan membunuh Yesus. Kali ini Yesus dituduh telah menghujat Allah.

Yesus memberikan pencerahan bahwa Ia dan Allah adalah satu. “Masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku.” (Yoh 10:36-37)

Tidak mungkin Yesus melakukan sesuatu di luar kehendak Allah Bapa-Nya. Yesus menegaskan bahwa apa yang dilakukan Bapa, sesungguhnya Dia lakukan juga. Karena itu Ia meminta orang Yahudi dan para murid untuk percaya atas pekerjaan-pekerjaan yang telah dikerjakan-Nya. “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:37-38)

Pelanggan setia es batu yang dikasihi dan mengasihi Kristus, sifat seperti orang-orang Yahudi ini pun kadang kala muncul dalam diri kita. Untuk itulah Yesus datang ke tengah-tengah kita. Perbuatan baik Yesus adalah tanda kuasa Allah atas dunia dan sifat alami manusia. Kuasa untuk menggantikannya dengan Roh-Nya.

Melalui Sakramen Pembaptisan kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Manusia lama kita yang penuh dosa telah dibersihkan. Lebih daripada itu, kita tidak sebatas dijadikan anak-anak Allah, melainkan juga dimeteraikan dengan Roh Kudus melalui Sakramen Krisma agar predikat anak itu berbuah dengan pewartaan iman seturut panggilan kita masing-masing. Semua itu akan menjadi nyata bila dari kita menanggapinya dengan membuka hati dan budi untuk menerima Yesus.

Selamat pagi, selamat menapaki pejiarahan hidup ini dengan penuh iman dan harapan akan kasih dan kuasa-Nya. Salam KOB, jangan lupa BBM dan tetap SPHI. Tuhan selalu membimbing dan memberkati.

Jl. Kaliputih No. 2 Purwokerto
MoMan.

Kategori:Renungan Harian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.