PROFIL LINGKUNGAN SANTO PETRUS

St. Petrus.jpg

Motto Lingkungan:
“Persatuan dan Kebersamaan dalam Kristus”

Visi:

Misi :

Nama dan Pengurus Lingkungan:

1. Nama Lingkungan

a. Nama Lingkungan : SANTO PETRUS
b. Pesta Nama : 29 Juni
c. Alamat Sekretariat : Jl. Perum Berkoh Indah B2/119 Pwt
d. Wilayah : V (Lima)
e. Ketua Wilayah : Ignatius Sukardi

2. Pengurus Lingkungan

a. Ketua : Petrus Sariyo
b. Wakil Ketua : Paulus Hari Sriyanto
c. Sekretaris : Yohanes Sucipto Dadi
d. Bendahara : Laurentia Ninik Herawati
e. Sie Liturgi : 1. Yulia Endang Ermani

                          2.Christina Tri Septiyani

f. Sie Katakese : Aloysius G. Winarso Sukardi
g. Sie Sosial : 1. Paulus Anwar Gozali

                         2. Maria Magdalena Susilarti

3.  Masa Bakti : 18 Januari 2015 – 18 Januari 2018

SEJARAH LINGKUNGAN SANTO PETRUS

Lingkungan Santo Petrus terbentuk pada tanggal 29 Juni 1975. Sebagai pemrakarsanya ialah Rm. Yohanes Kevin Cassey, OMI. Bapak Ignatius Sukardi bersama teman-teman yang ada saat itu menyepakati bersama memilih nama St. Petrus sebagai Pelindung Lingkungan. Pemilihan nama St. Petrus paling tidak dapat meneladani St. Petrus dalam mengimani Kristus sebagai yang utama serta berupaya memahami spiritualitas santo pelindungnya dalam hidup beriman dan menggereja di Paroki.

KETELADANAN HIDUP SANTO PETRUS

Simon Petrus, nama aslinya Simon atau Kefas adalah nama yang diberikan Yesus sendiri “Engkau adalah Petrus, maka di atas batu karang ini Aku akan mendirikan JemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat16:18). Petrus adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus. Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Simon dinamakan sebagai Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.

Pada hari Pentakosta, pada saat Roh Kudus dicurahkan ke atas para rasul seperti lidah-lidah api, saat itulah, Petrus menyampaikan kotbahnya yang pertama yang akhirnya menyebabkan tiga ribu orang memberi diri dibaptis.

Di kemudian hari, Petrus pergi dan tinggal di Roma. Roma kala itu adalah pusat seluruh Kekaisaran Romawi. Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang. Ketika penganiayaan yang kejam terhadap orang-orang Kristen dimulai, jemaat di sana memohon pada Petrus untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri. Tetapi ia dicegat Yesus dengan berkata : “Quo vadis?”. Mau kemana kau Petrus? mau melarikan diri ? Petrus akhirnya kembali ke Roma.

Menurut tradisi, Petrus wafat di Roma dengan cara disalibkan terbalik pada masa saat pemerintahan Kaisar Nero. Ia menolak untuk disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus. Petrus dimakamkan di tempat yang kini persis di bawah altar utama Basilika Santo Petrus di Vatikan.

WILAYAH LINGKUNGAN

1. Secara Geografis : wilayah Lingkungan St. Petrus batas-batasnya adalah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Lingkungan St. Lucia
b. Sebelah Timur : Lingkungan St. Yakobus
c. Sebelah Selatan : Lingkungan St. Yosafat
d. Sebelah Barat : Lingkungan St. Andreas

2. Secara pemerintahan : Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan.

3. Secara Sosial Kemasyarakatan : terdapat RSU Margono, MAN, Mesjid Berkoh.

DATA UMAT

– Jumlah Kepala Keluarga 53, dan Jumlah Jiwa 145.
 Laki-laki : 68 orang Lansia : 13 orang
 Perempuan : 77 orang Lansia : 17 orang
 Total : 145 orang Lansia : 30 orang
– Kehidupan Sosial Ekonomi terdiri dari : Dosen, Pengusaha, Pensiunan, Guru, PNS,
Dokter

PROGRAM DAN KEGIATAN

1. Kegiatan rutin : Doa rosario Mei & Oktober, Koor, Pendalaman Iman PraPaskah &
Masa Adven
2. Kegiatan Jangka Pendek : Instruksi Paroki, Ziarah Lingkungan

KEGIATAN LIMA (5) BIDANG GEREJA

1. Kerygma :

– Pendalaman Kitab Suci, Adven, Pra Paskah/APP, BKSN
– Memberikan lauk pada Panti Jompo Kaliori.

2. Liturgia :

– Menjalankan Tugas Koor, Pemazmur, Prodiakon, Lektor dan PPA
– Menjalankan Tugas Misa Lingkungan dan Misa Peringatan Arwah

3. Koinonia :

– Pengumpulan Darma Bhakti dan Darma Lingkungan
– Ziarah Lingkungan, Doa Rosario

4. Diakonia :

– Pelayanan Kematian dalam Lingkungan, memberi uang duka
– Memberikan makan siang Romo Paroki 5x , makan malam 11 x

5. Martyria :

– Menjalankan kerja bakti di Gereja dan lingkungan Gereja

– Ikut andil untuk pengecatan Gedung gereja.

KEPRIHATINAN DAN HARAPAN

Keprihatinan : Umat lingkungan sulit untuk berkumpul.  Dari 145 jiwa, yang hadir dalam misa lingkungan berkisar 30-an jiwa, dalam latihan koor 20-an jiwa,  dan saat pedalaman iman 10-an jiwa.

Harapan      : Umat dapat menyadari kebersamaan dalam iman, saat menjalankan kegiatan lingkungan dan gereja.

PENUTUP

Sebenarnya Lingkungan Petrus dapat berjalan lebih baik lagi, jika ada minat dari warga
lingkungan, dalam menjalankan program Dewan Paroki dan lingkungan, dan diperhatikan oleh Dewan Paroki.

Penulis

 

 

Petrus Sariyo

Ketua Lingkungan St. Petrus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s