PROFIL LINGKUNGAN SANTO YOHANES PAULUS KALIBAGOR, STASI ST. LUKAS SOKARAJA

Motto Lingkungan

“Menuju Kerukunan Keluarga Kristiani”

SEJARAH LINGKUNGAN SANTO YOHANES PAULUS KALIBAGOR

Lingkungan St. Yohanes Paulus Sokaraja sudah berdiri sejak Pabrik Gula masih beroperasi yaitu sekitar tahun 1984. Pada awal berdirinya lingkungan ini, warga lingkungan masih sedikit, dan warganya mayoritas adalah pendatang. Tokoh saat itu adalah terbanyak dari karyawan pabrik gula antara lain Bapak Y. Sukardi yang saat ini beliau berdomisili di perumahan Berkoh, juga ada Bapak Fx. Muridno beliau guru SMA YOS SUDARSO yang sekarang sudah purna dan berdomilisili di Pamijen.

Santo Pelindungnya adalah Santo Yohanes dan Santo Paulus. Hal tersebut dikarenakan, lingkungan ini adalah merupakan gabungan antara lingkungan Paulus dan lingkungan Yohanes Kalibagor karena umat saat itu hanya beberapa orang saja sehingga kedua lingkungan digabung.

Yohanes Paulus : merupakan gabungan dari dua nama Santo yang sangat “terkenal” dalam Gereja Katolik yaitu Yohanes, Yohanes pembaptis anak Zakaria dan Elisabeth di masa tuanya. Karena mereka sungguh mengharapkan seorang anak dan Tuhan mengabulkan. Malaekat Gabriel “Jangan takut Zakaria, karena Allah mengabulkan permohonanmu, Elisabeth istrimu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki laki dan haruslah kamu beri nama Yohanes…… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk menyiapkan umat yang layak bagiNya”

Tugas Yohanes sebagai bentara Al Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa Roh dalam dirinya telah terasa sejak ada dalam kandungan ibunya. Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’. Seseorang yang membaptis dengan air di sungai Yordan orang-orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus dan Yesuspun pada saat berumur 30 tahun, sebelum Ia memulai pelayanan-Nya, dibaptis pula.

Paulus (Saulus) lahir di Tarsus,asia kecil dari keluarga Yahudi yang berkewarganegaraan Romawi. Ia seorang terdidik dan terpelajar , belajar di Yerusalem pada Gamael, dari kelompok Farisi. Sebagai seorang Farisi yang fanatik , Saulus tiada hentinya mengejar dan memenjarakan murid murid Yesus. Dalam perjalannanya ke Damsyik, Yesus menangkapnya dan menjadikan dia seorang rasul. Ia dipermandikan oleh Ananias dan menjelajahi seluruh daerah Laut Tengah untuk mewartakan Injil. Perjalanan misinya senantiasa diwarnai dengan berbagai kesulitan dan pertentangan. Di Yerusalem ia ditangkap oleh orang Yahudi dan dipenjarakan. Paulus telah berbuat banyak untuk kemajuan Kristen di antara orang-orang yang bukan Yahudi, dan merupakan pendiri kekristenan bercorak Paulus atau Paulinum. Surat-suratnya menjadi bagian penting dari Kitab Suci Perjanjian Baru. Paulus juga pernah mengatakan bahwa Kerajaan Allah atau Allah yang meraja itu merupakan ungkapan “kuasa kebangkitan”. Paulus menyakini sejak kebangkitan Kristus kuasa kebangkitanNya sudah bekerja meraja di antara kita. Roh Kristus yang hidup dalam diri kita dan menjadi sumber kekuatan yang mengubah kita dari kematian ke kehidupan, dari daging kepada Roh. Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi. Kebangkitan Kristus adalah perwujudan Kerajaan Anak Manusia.

PROFIL LINGKUNGAN SANTO YOHANES PAULUS

NAMA DAN PENGURUS LINGKUNGAN

  1. Nama Lingkungan :
    1. Nama Lingkungan             : SANTO “YOHANES PAULUS” Kalibagor.
    2. Pesta Nama                          : 24 Juni (Yohanes)
    3. Alamat Sekretariat             : Perumahan Kalibagor
    4. Wilayah                                : Stasi Santo Lukas Sokaraja
    5. Ketua Wilayah                    : Fx. Marmuji
  1. Pengurus Lingkungan
    1. Ketua                                   : Yoseph Sutrisno
    2. Sekretaris                           : Marcus Suparjo
    3. Bendahara                          : Robertus Belarminus Isnan Irianto
    4. Sie Liturgi                           : 1. Donatus Condro Suhodo    2. MM Sudarmi
    5. Sie Sosial                             : 1. Cesarius Sulistiyono           2. Theresia Kariyah
    6. Sie kehidupan Kekal : 1. Antonius Harso Hadiatmo 2. Maria Ninik Purwaningsih.
    7. Sie Kepemudaan               : Alfonsus Septipriyanto
    8. Koordinator blok 1           : Damianus Barus
    9. Koordinator blok 2           : Antonius Legiman

KETELADANAN HIDUP SANTO YOHANES PAULUS II

Sebagai Paus, salah satu peran Yohanes Paulus II yang paling penting adalah untuk mengajar orang tentang agama Kristen. Dia menulis 14 ensiklik dan mengajarkan tentang “Teologi Tubuh”. Dalam suratnya di awal Millenium III (Novo Millennio Ineunte), dia menekankan pentingnya prioritas Gereja pada Yesus Kristus: “Tidak, kami tidak akan diselamatkan oleh program namun oleh Manusia.”

Dalam Cahaya Kebenaran (Veritatis Splendor), dia menekankan ketergantungan manusia pada Allah dan HukumNya (“Tanpa Sang Pencipta, makhluk ciptaan akan hilang”) dan “ketergantungan kebebasan pada kebenaran”. Dia mengingatkan bahwa manusia yang “menggantungkan dirinya sendiri pada relativisme dan skeptisime, akan tersesat dalam pencarian kebebasan semu jauh dari kebenaran itu sendiri”.

Dalam Iman dan Akal budi (Fides et Ratio) Yohanes Paulus II mempromosikan minat baru dalam filsafat dan pencarian kebenaran dalam hal-hal teologis. Mengambil dari berbagai jenis sumber (seperti dari Thomisme), dia menggambarkan hubungan saling mendukung antara iman dan akal, dan menekankan para teolog harus fokus pada hubungan itu.

Yohanes Paulus II juga menulis banyak tentang kelompok pekerja dan doktrin sosial dari Gereja, dituangkannya dalam tiga ensiklik. Melalui ensiklik dan banyak Surat Apostolik serta Opininya, Yohanes Paulus II membahas tentang martabat perempuan dan pentingnya keluarga dalam masa depan kemanusiaan.

Ensiklik lain termasuk Injil Kehidupan (Evangelium Vitae) dan Ut Omnes Unum Sint (Supaya Mereka Semua Menjadi Satu). Meskipun banyak kritik yang menuduhnya tidak fleksibel, dia menegaskan kembali ajaran moral Katolik menentang pembunuhan, eutanasia dan aborsi yang telah ada lebih dari seribu tahun.

WILAYAH LINGKUNGAN

  1. Secara Geografis : Wilayah Lingkungan St. “Yohanes Paulus” Kalibagor Stasi Santo Lukas Sokaraja batas-batasnya sebagai berikut :
  2. Utara : Sokaraja Kidul
  3. Timur : Sungai Kali Encit
  4. Selatan : Kali desa Kalibagor
  5. Barat : Desa Pekaja
  6. Secara Pemerintahan : Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor.
  7. Secara Sosial Kemasyarakatan : Kompleks Militer Koramil, Puskesmas, Kantor Kecamatan, SMP N 1 Kalibagor, Kantor Pos, Pasar Kalibagor.

DATA UMAT

  • Sampai saat ini, jumlah warga berjumlah : 34 KK dengan kurang lebih 150 jiwa
  • Kehidupan Sosial-Ekonomi terdiri dari : Pensiunan, Guru, PNS, Swasta dan Wiraswasta

PROGRAM DAN KEGIATAN

  1. Kegiatan Rutin: Latihan Koor, Pendalaman Alkitab, Doa Rosario pada bulan Mei dan Oktober , Ziarah Goa Maria
  2. Kegiatan Jangka Pendek : Sosial dengan perhatian terhadap kaum miskin, Koor yang lebih maju
  3. Kegiatan Jangka Panjang : Mejadikan umat lebih percaya kepada sang Pencipta dan akan Yesus putraNya, untuk mewujudkan motto lingkungan , Mengikuti Program Paroki St. Yosep.

KEGIATAN LIMA (5) BIDANG GEREJA

  1. Kerygma : Pendalaman Iman Adven, APP, Bulinas, BKSN
  2. Liturgia :          
  • Tugas Koor
  • Mazmur
  • Menghias Altar
  1. Koinonia :
  • Berkumpul bersama untuk mendoakan umat atau warga yang sedang sakit atau tertimpa musibah.
  • Rosario bersama, Ziarah ke Gua Maria.
  • Melayat kepada orang yang meninggal
  1. Diakonia :
  • Memberikan bingkisan Natal kepada warga (Katolik dan Non Katolik) yang kurang mampu di sekitar lingkungan
  • Memberikan bantuan pada orang orang yang membutuhkan.
  1. Martyria : Membeli alat alat Misa dan perlengkapannya.

KEPRIHATINAN DAN HARAPAN

  1. Dewan Pastoral Paroki diharapkan lebih memperhatikan kegiatan umat di Lingkungan yang berada di Wilayah Stasi Sokaraja.
  2. Dewan Pastoral Stasi hendaknya dapat mewakili pertemuan pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki, dan setelahnya mengimbaskan ke Lingkungan lingkungan di wilayah Stasi.
  3. Dimungkinkan kegiatan Lingkungan di Wilayah Stasi Santo Lukas Sokaraja dibiayai oleh Stasi maupun Paroki.

KESAN UMUM

Pelayanan Romo/Dewan Pastoral Paroki sudah baik terhadap umat warga lingkungan, ini dibuktikan jika warga menghendaki ada misa di rumah warga, Romo dengan senang hati dapat melaksanakannya, demikian pula jika warga menghendaki surat babtis/permandian dengan segera petugas mencarikannya.

Warga lingkungan Yohanes Paulus mayoritas pendatang, sehinga kesulitan untuk mendapatkan keterangan tentang sejarah yang ada. Namun demikian, perhatian serta dukungan warga terhadap program-program lingkungan cukup antusias. Pada saat kunjungan, petugas menemukan suatu komunitas lingkungan yang guyub, rukun dan rasa kekeluargaan yang sangat besar. Religiusitas warga lingkungan sangat kental. Warganya berperan aktif dalam kegiatan rohani yang diselenggarakan oleh lingkungan, seperti pendalaman Adven, doa rosario, ziarah, pesta nama, serta kegiatan – kegiatan rohani lainnya. Keterlibatan kaum muda di lingkungan ini pun besar pada kegiatan rohani yang ada.

Penulis

 

 

Yoseph Sutrisno

Ketua Lingkungan St. Yohanes Paulus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s