PROFIL LINGKUNGAN SANTO ANDREAS

Motto Lingkungan

Melayani Tuhan dengan Sukacita

santo andreas

 

Visi :

Menjadi lingkungan yang aktif dan terus melayani di dalam keluarga, lingkungan, gereja dan masyarakat berlandaskan cinta kasih dan iman kepada Kristus.

Misi :

  1. Menumbuhkan persekutuan dan persaudaraan sejati dalam lingkungan.
  2. Menumbuhkan pewartaan kasih Kristus melalui kesaksian iman.
  3. Menumbuhkan semangat warga untuk berpartisipasi dalam lingkungan, gereja, masyarakat.
  4. Memberdayakan warga lingkungan untuk selalu memberikan waktu dan perhatian kepada yg sakit, manula dan kurang mampu.

SEKILAS KEHIDUPAN SANTO ANDREAS 

Dalam perjalanannya menyusuri pantai Tasik Galilea, Yesus melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus dan Andreas. Sabda Yesus: “Mari ikutilah Aku: maka Aku akan menjadikanmu penjala manusia”. (Mat 4:18-19). Andreas adalah seorang nelayan kelahiran Betsaida, sebuah kota dipantai danau Gegesareth. Ia adalah putra Yohanes, nelayan di kota itu: ia adalah saudara Simon Petrus. Mereka mempunyai rumah kediaman di Kaparnaum, dimana Yesus tinggal kalau mengajar disitu. Pada mulanya Andreas menjadi murid Yohanes Pemandi. Ketika Yohanes memberitahukan kedatangan Yesus: “Lihatlah, itulah anak domba Allah”, maka Andreas segera mengikutiNya dan tinggal bersama Yesus. Ia menjadi rasul pertama bersama Yohanes, sehingga terkenal dengan sebutan l’Protoclete’ (yang pertama dipanggil). Kemudian ia memperkenalkan teman-temannya kepada Yesus untuk menjadi rasulnya; misal : Filipus dan Petrus saudaranya sendiri. Ia juga memperkenalkan seorang yang membawa 5 buah roti dan 2 ekor ikan untuk memberi makan 5000 orang. Demikian juga ia membawa oang-orang kafir yang rindu melihat Yesus. Sesudah Yesus wafat, ia kabarnya mewartakan injil di Scytia dan Yunani, dan kemudian menurut tradisi yang meragukan ia pergi ke Bysantium, dimana ia mengangkat Stachys menjadi uskup.
Di mana dan bagaimana wafatnya, kurang jelas. Namun menurut tradisi kuno ia wafat sebagai martir adi Patras, Acasia, disalibkan dalam bentuk X (silang). Ia bergantung disalib itu selama 2 hari dan selama itu ia terus berkhotbah kepada kalayak disekitarnya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat, sehingga lebih lama menderita sebelum mati. Pada waktu pemerintahan Kaisar Konstansius 2 Salib (religui)nya dipindahkan dari Patras ke gereja Para Rasul di Konstantinopel. Sesudah kota itu rusak oleh perang salib pada tahun 1204, maka salib itu dicuri dan diberikan kepada Katedral Amarfi di Italia. Kurang jelas apakah ia pernah berkhotbah di Rusia dan Skotlandia seperti dikatakan oleh tradisi. Yang jelas ia dijadikan pelindung kedua negara itu. ANDREAS artinya: saudara laki-laki. Pestanya dirayakan pada tanggal 30 November. Semoga kita, lebih-lebih yang memakai namanya mendapatkan pengantaranya dan mampu menjawab panggilan Tuhan: merasul menurut cara dan hidup kita masing-masing.

SEJARAH LINGKUNGAN SANTO ANDREAS

 Tahun 1990 adalah awal berdirinya lingkungan St. Andreas . Sebelum tahun 1990, Sebagian warga Katolik yang berdiam di daerah Sarwodadi dan Pancurawis pada mulanya bergabung dengan lingkungan St.Petrus (wilayah Berkoh). Seiring berjalannya waktu, warga Katolik yang di daerah Berkoh dan sekitarnya semakin banyak. Sehingga dirasakan perlu dibentuk lingkungan baru ( pemekaran lingkungan). Bp. Ibrahim ketika itu ditemui Bp.Gondo dari Dewan Paroki untuk ikut pertemuan di gereja. Pada pertemuan itu, Bp. Ibrahim ditunjuk sebagai ketua lingkungan baru untuk daerah Sarwodadi dan Pancurawis. Bp Ibrahim lalu menemui Ibu Tuti untuk bersama sama mendata siapa saja warga yang beragama Katolik. Dari pendataan diketahui ada 47 KK. Kemudian diadakan pertemuan kecil , dihadiri Bp.Ibrahim, Ibu Tuti dan Ibu Caroline untuk menentukan nama lingkungan baru. Akhirnya disepakati pakai nama lingkungan St.Andreas. Ibu Tuti ditunjuk sebagai sekretaris lingkungan, dan ibu Agus Sugiarto untuk mengurusi liturgi. Pelantikan pengurus diadakan di rumah Bp. Agus Sugiarto , dipimpin oleh Romo Susanto Adi dan Romo Bekti. Ketua lingkungan berikutnya dipegang oleh Bp. Agus Sugiarto, Bp. Darsono, Bp. Pramono dan Bp. Sudjarwo.

Pengurus Lingkungan masa bakti 2015-2018

Ketua           :    Hironimus Soedjarwo

Sekretaris  :    Veronica Desy Indah K

Bendahara :    Julia Biantara

Liturgi         :     Agustina Lilananta

Sosial           :     Theresa

Umum          :   Antonius Edhy P

BATAS WILAYAH LINGKUNGAN SANTO ANDREAS

BARAT: Sepanjang sisi timur jalan DI.Panjaitan mulai dari perempatan DI.Panjaitan-Pramuka ke selatan  sampai perempatan DI.Panjaitan-Gerilya (Lingkungan Yohanes)

SELATAN: Dari perempatan DI.Panjaitan-Gerilya ke timur sepanjang sisi utara Jalan Gerilya sampai perempatan Pancurawis, ke utara sepanjang jalan Pancurawis (Lingkungan Paulus)

TIMUR : Daerah Sarwodadi ke utara sepanjang sisi barat jalan Jend.Soedirman Timur sampai    pertigaan Cherry (Lingkungan Petrus)

UTARA: Dari Pertigaan Cherry ke barat sepanjang sisi selatan Jalan Pramuka sampai perempatan DI.Panjaitan-Pramuka (Lingkungan Thomas)

wilayah santo andreas

DATA UMAT

  • Jumlah KK       : 37
  • Jumlah warga : 102

Klasifikasi warga

  • berdasarkan jenis kelamin
Laki laki Perempuan
46 56
  • Berdasarkan umur

 

umur jumlah
0-10th 6
10-20th 10
20-30th 9
30-40th 9
40-50th 13
50-60th 20
>60th 35
Total 102

 

  • Berdasarkan profesi  
profesi wiraswasta karyawan pelajar ibu RT pensiun Lain lain Total
37 16 14 20 7 8 102

 

PROGRAM DAN KEGIATAN

  1. Secara berkala mengadakan kegiatan sesuai kalender liturgi yaitu pendalaman iman Aksi Puasa Pembangunan (APP), pendalaman iman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) bulan September , doa Rosario bulan Mei dan Oktober, Pendalaman iman masa Adven.
  2. Secara rutin mengadakan kegiatan Kerahiman Ilahi setiap hari Rabu malam.
  3. Mengadakan misa lingkungan maupun misa/ibadah untuk kepentingan khusus seperti pemberkatan rumah/tempat usaha, ibadah malam midodareni, misa syukur ulang tahun perkawinan,misa arwah.
  4. Berpatisipasi dalam kegiatan gereja seperti tugas koor , lektor, organis, among tamu, persembahan, kolekte, hias altar, kerja bakti, acara seminar seminar.
  5. Secara rutin mengadakan latihan koor setiap minggu.
  6. Secara rutin membantu warga yang kurang mampu,kunjungan kepada yang sakit dan manula.

KEPRIHATINAN DAN HARAPAN

Tingkat partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan di lingkungan masih rendah, hanya sekitar 10-20 persen dari jumlah seluruh warga. Yang hadir kebanyakan ibu ibu.Anak anak dan kaum muda di lingkungan St.Andreas memang sedikit dan sayangnya juga masih belum mau berkiprah. Perlu kesadaran orang tuanya untuk menggerakkan anaknya aktif di lingkungan. Juga sebagian warga ada yang sama sekali tidak mau terlibat dalam kegiatan lingkungan. Ini merupakan keprihatinan yang dialami oleh lingkungan St.Andreas.

Kepengurusan lingkungan St.Andreas yang sekarang ini, punya komitmen yang terus berusaha menggerakkan warga untuk aktif dalam kegiatan. Masalah warga yang tidak aktif akan dilakukan pendekatan dan kunjungan pengurus sehingga nantinya terbuka hatinya dan bersedia hadir dan aktif dalam kegiatan lingkungan. Begitu juga dengan kaum mudanya yang belum mau berperan bisa dilakukan dengan pendekatan juga. Harapan lingkungan St.Andreas adalah warga semakin banyak yang aktif dan estafet Kepengurusan berjalan baik, sehingga pada akhirnya lingkungan St.Andreas akan tetap berkembang dan hidup.

 

Penulis

 

 

Hironimus Sudjarwo

Ketua Lingkungan St.Andreas

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s