RENUNGAN

Yesus Penolong Kita

Hari Minggu Prapaskah V (29 Maret 2020)

Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45 atau Yoh. 11:3-7,17,20-27,33b-45.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

 “…. Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah” (Yoh 11:40)

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Saat ini kita semua menghadapi dan mengalami situasi dan kondisi yang sama, di tengah-tengah wabah yang ditimbulkan oleh Virus Corona. Virus itu menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, dan sudah menjadi pandemi global. Masyarakat dalam menyikapi kondisi ini beraneka ragam: ada yang khawatir, ada yang dapat menekan kekhawatirannya dan selalu waspada, ada yang rileks dan waspada, tetapi ada juga yang tidak peduli dan tidak mempedulikan instruksi-instruksi yang disampaikan oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini (kita bisa lihat di tayangan media elektronik dan medsos yang ada). Data sementara kasus di Indonesia menunjukkan bahwa penderita corona yang meninggal lebih banyak dibandingkan penderita yang sembuh. Meninggal karena terjangkit virus corona dapat dikatakan duka di dalam duka. Mengapa? Meninggal adalah duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Keluarga yang sedang berduka ini ditambah lagi dukanya karena tidak dapat melihat wajah anggota keluarganya yang meninggal untuk yang terakhir kali. Penderita corona yang mati sesuai dengan prosedur kesehatan langsung dimakamkan atau dikremasi.

Namun di balik situasi dan kondisi seperti ini, kita juga menyaksikan munculnya solidaritas dan empati yang luar biasa dari sebagian masyarakat. Dengan berbagai gerakan yang ada, mereka saling bahu-membahu memerangi penyebaran virus corona,  tanpa memandang ras, suku, agama, kepercayaan maupun ideologi.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Dalam bacaan Injil yang kita dengar hari ini, Yesus memberi teladan bagi kita akan solidaritas, empati, berbelarasa, murah hati dan bertindak. Dalam peristiwa kematian Lazarus, Yesus menunjukkan kepada kita :

LazarusPertama, rasa solidaritas, empati dan berbelarasa. Lazarus adalah kakak dari Maria dan Martha. Satu keluarga ini adalah pengikut Yesus yang setia, sehingga keluarga ini sungguh dikasihi oleh Yesus. Mendengar Lazarus sakit, setelah menunda 2 hari untuk tetap tinggal akhirnya Yesus memutuskan untuk pergi ke Betania di mana Maria dan Martha tinggal. Diperlukan waktu berhari-hari perjalanan untuk sampai ke Betania. Inilah wujud solidaritas, empati dan belarasa Yesus kepada Maria dan Martha. Yesus juga ikut merasakan kesedihan Maria dan Martha atas sakit saudaranya. Namun yang didapati saat Yesus tiba, Lazarus sudah meninggal 4 hari lamanya.

Kedua, murah hati. Yesus mau melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh Maria dan orang-orang Yahudi yang melawat Maria dan Martha. “Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya” (Yoh 11:33). Yesus pun menunjukkan kemurahan hati-Nya dengan melakukan tindakan.

Ketiga, tindakan. Di mana Yesus akhirnya bertindak dengan membangunkan Lazarus dari kuburnya walaupun sudah empat hari meninggal.

Sakit, kematian dan bangunnya Lazarus dari kubur menjadi tanda kemuliaan Allah. Dan banyak orang percaya kepada Yesus, Anak Allah.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Dalam bacaan Injil hari ini telah nyata benar bahwa Yesus tidak akan tinggal diam, jikalau kita berdoa kepada-Nya, memohon kepada-Nya. Dan kita setia mengikuti-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Seperti halnya Martha dengan imannya setia melaksanakan perintah-Nya maka Yesus pasti akan menolong kita.

Dengan meneladan Yesus dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, kita nyatakan solidaritas, empati dan kemurahan hati kita bersama-sama dengan orang-orang lain di sekitar kita, di komunitas kita dengan tindakan nyata. Dengan demikian pertolongan Tuhan akan datang kepada kita. Yesuslah Penolong Kita. Amin.

Berkah Dalem

Yulius Supriyana

Lingk. St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.