Mengasihi Dengan Hati

Hari Minggu Biasa XVI (21-22 Juli 2018)

Yer. 23:1-6; Mzm. 23:1-3a.3b-4,5,6; Ef. 2:13-18; Mrk. 6:30-34

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto 

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak punya gembala.” (ay 34a)

HatiSetiap orang yang menerima baptis, dipanggil untuk mewartakan  Injil. Memberikan diri kepada Tuhan, untuk dipakai oleh Tuhan. Siap diutus menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Siap melayani orang-orang yang butuh perhatian dan pertolongan. Teorinya sederhana, namun prakteknya tidak mudah dilakukan. Karena manusia hidup masing-masing punya kesibukan, punya kepentingan pribadi. Kesibukan dan kepentingan pribadi inilah yang sering menjadi penghalang orang untuk melayani sesamanya.

Injil Markus melukiskan, Yesus mengajar para murid cara menanggapi panggilan Tuhan dan melayani orang lain dengan tulus; Para murid selepas menunaikan tugas perutusan, berkumpul untuk melaporkan kegiatan mereka kepada Yesus. Tetapi Yesus melihat para murid dalam keadaan lelah dan lapar. Karena banyaknya umat yang datang dan yang pergi, sehingga mereka tidak sempat makan. Yesus mengajak mereka mengasingkan diri di tempat sunyi, supaya mereka bisa beristirahat dengan baik. Pada saat mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat sunyi itu, banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Maka mereka pun menyusul Yesus dan para murid. Sesampainya di tempat tujuan, Yesus melihat orang banyak berkumpul seperti ‘domba tanpa gembala’, maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, dan mengajar mereka. (ay 30-33)

Dari cerita yang disampaikan Injil Markus ini, ada tiga pesan yang mau disampaikan :

Pertama, hubungan Yesus dengan para murid terjalin sangat erat. Ia sangat perhatian akan kebutuhan mereka. Bahkan sampai ke hal-hal kecil yang dialami para murid, Ia pun tahu.

Kedua, hubungan Yesus dengan umatNya juga terjalin sangat erat, tak terpisahkan. Ketika melihat banyaknya umat yang berkumpul mencari Dia, Yesus segera melayani mereka, tanpa alasan apapun. Kedekatan Yesus dengan umatNya mau menggambarkan kedekatan Allah kepada umatNya. Allah setiap saat merindukan dapat dekat dengan umatNya, bersatu dengan umatNya.  

Ketiga, dari dua cerita di atas, Yesus mengajarkan, bahwa untuk menjawab panggilan Tuhan, orang harus berani menanggalkan kepentingan pribadi, harus iklas memberikan diri seutuhnya untuk dipakai oleh Tuhan. Berani menomor-satukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Berani memberikan diri seutuhnya juga harus dibarengi dengan perbuatan yang tulus, yaitu mengasihi dengan hati. Seperti yang diteladankan oleh Yesus, ketika Ia melihat banyak orang berkumpul mencari Dia. Ia segera membatalkan istirahat yang telah direncanakan bersama para murid. Ia segera melayani orang banyak itu, tanpa alasan apapun juga.

Mengapa ketiga hal itu bisa terjadi? Sebab Yesus memberikan kasih yang keluar dari hati-Nya. Kasih yang murni, kasih yang tulus. Bukan kasih yang  mencari imbalan atau  pamrih. Bukan kasih yang mencari kepentingan diri sendiri, tetapi kasih yang dipancarkan dari dalam hatiNya yang Mahakudus.

Sahabat Yesus terkasih.

Yesus, telah memberikan teladan kepada kita cara menanggapi panggilan Tuhan dan melayani Tuhan dengan benar, yaitu berani menanggalkan kepentingan pribadi, berani memberikan diri seutuhnya untuk dipakai oleh Tuhan. Dengan demikian, dari dalam hati kita akan terpancar kasih yang sejati. Kasih yang murni. Kasih yang tulus bagi sesama kita. Oleh karena itu, marilah kita kenakan semangat Yesus di dalam kehidupan bersama.

Tuhan memberkati.

DY. Chandra

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s