DINAMIKA

Ziarek Legioner RMC dan RPR

Cuaca cerah di hari Minggu, 13 Oktober 2019, saat para legioner Presidium Regina Misericordiae dan Ratu Para Rasul berkumpul di area gereja Paroki Santo Yosep (SanYos) pukul 04.00 WIB. Kami hendak berangkat ziarek bersama Romo AM. Kristiadji R, MSC dengan tujuan ke Gua Maria Kerep Ambarawa, Eling Bening, dan Girisonta (kunjungan ke Mgr. Sunarka, SJ). Sebelum berangkat, kami berdoa bersama, bersyukur dan menyerahkan perjalanan kami dalam tangan kasih Tuhan. Doa dipimpin oleh salah satu legioner RMc; ibu Lany Setiani.

Keceriaan Dalam Bus

Tepat pukul 04.00 rombongan kami, 28 orang berangkat dari gereja Sanyos dengan naik bus Teguh Muda.  Karena mata masih terasa berat untuk dibuka, maka begitu masuk bus dan menempatkan diri di kursi masing-masing, banyak yang meneruskan tidur. Sedangkan yang sudah tidak bisa tidur, hanya diam seribu bahasa, menanti sang mentari mengirimkan sinar terangnya. Mau melihat pemandangan di luar melalui kaca jendela bus, namun masih gelap. Hanya sorot lampu jalan yang menerangi. Sabar, itulah yang dilakukan dalam diam, sambil berdoa Rosario dalam hati. Diam sambil berdoa…. Hehe… belajar meneladan Bunda Maria yang dalam diam selalu berdoa, juga di saat menemani puteranya, Yesus dalam penderitaan-Nya menuju ke puncak Golgota.

Pukul 05.30 saat sang mentari sudah mulai menampakkan sinar terangnya, beberapa dari kami terbangun dari tidur, dan mulai ada pergerakan. Setelah makan pagi yang sudah disediakan, tak lupa kami mendaraskan doa Malaikat Tuhan. Kemudian saya mengambil gitar dan mengajak teman-teman menyanyikan lagu-lagu. Ada lagu yang isinya bersahut-sahutan, seperti tanya-jawab. Ini menambah keramaian dan keceriaan dalam bus. Kamipun meminta Romo Kristiadji untuk memainkan gitar. Romo Kristiadji yang juga dikenal piawai memainkan alat musik biola, kemudian berdiri di tengah dan mulai menggerakkan jari-jemarinya memetik dawai gitar. Kamipun semangat dalam menyanyikan lagu-lagu dengan iringan permainan gitar Romo Kristiadji yang memukau.

Novena di Gua Maria Kerep Ambarawa

Sekitar pukul 9.30 kami tiba di lokasi Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA), dan saat itu ada Novena yang ke-2. Kamipun bergabung mengikuti Novena dengan Perayaan Ekaristi. Novena yang biasa diadakan setiap minggu ke-2 di GMKA ini, saat kami datang, sudah memasuki Novena yang ke-2. Dimulai pada hari Minggu, 8 September  2019 pukul 09.00 dan berakhir pada hari Minggu, 10 Mei 2020. Banyak sekali umat yang mengikuti Novena di GMKA, seluruh area GMKA dipenuhi oleh umat dari segala umur, yang muda, anak-anak sampai kakek nenek. Menurut ceritera, ada yang menginap di sekitar GMKA, ada yang dini hari saat mentari masih bersembunyi, sudah sampai di lokasi GMKA. Semangat dan antusias umat untuk berdevosi kepada Sang Bunda, sungguh besar. Karena tempat yang sudah penuh, kamipun berpencar mencari tempat duduk, mengisi ruang-ruang yang masih kosong. Namun masih saling berdekatan, agar tidak kesulitan dalam berkumpul.

Perayaan Ekaristi Novena yang ke-2 dengan tema : Keluarga meneladan kasih dan kesetiaan Bunda Maria, dipimpin oleh Romo Petrus Tri Margono, Pr dari Paroki diaspora Brayut, Sleman, Jogjakarta. Petugas koor dari Paroki Materdei Lampersari, Semarang. Romo Tri yang kocak dan suka menyanyi, menambah semangat umat dalam mengikuti misa Novena yang ke-2. Petugas liturgi, lektor, pemazmur, dan koor dengan suaranya yang merdu dan semangat, menambah segar dan khusuknya suasana misa, umat pun  terbawa dalam lagu-lagu yang didendangkan oleh paduan suara dari Semarang ini. Dan alunan musik yang mengiringi pun sangat bagus.

Teladan Kasih dan Kesetiaan Bunda Maria

Sesuai tema novena yang ke-2; Keluarga meneladan kasih dan kesetiaan Bunda Maria, dan bacaan liturgi 13 Oktober 2019; Bacaan Pertama: 2 Raj 5:14-17, Bacaan kedua: 2 Tim 2:8 – 13, dan Bacaan Injil: Lukas 17:19, Romo Tri dalam homilinya menekankan tentang kasih dan kesetiaan. Seorang Samaria yang kembali untuk mengucap syukur dan memuliakan Allah karena merasa telah dikasihi dan disembuhkan dari sakit kusta yang dideritanya. Imannya telah menyelamatkan, sementara sembilan orang lainnya yang juga telah disembuhkan, pergi begitu saja meninggalkan Yesus.

Romo Tri juga mengungkapkan tentang teladan kasih dan kesetiaan Bunda Maria. Betapa besar kasih dan kesetiaan Bunda Maria dari awal ia dipilih Allah dalam karya penyelamatan-Nya. Kesetiaannya meski mengalami banyak kesulitan yang berawal ketika tiba-tiba Malaikat Allah datang dan memberi kabar bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus, ia pun dengan kasih dan setia menjawab “ya”; “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”( Lukas1: 26-37 ). Maria, seorang perawan tiba-tiba harus mengandung, namun karena kehendak Allah dan ia setia, maka semuanya terjadi. Saat Yesus sudah lahir, Maria dan Yosep dikejar-kejar karena ada perintah bahwa semua bayi laki-laki harus dibunuh. Dan saat Yesus berumur 12 tahun, Maria dan Yosep mencari-cari karena mereka mengira bahwa Yesu, anaknya hilang. Selama 3 hari, mereka mencari dan akhirnya kembali lagi ke Yerusalem dan menemukan Yesus sedang berada dalam Bait Allah. Dan puncaknya, dalam usia 33 tahun, Maria harus menyaksikan penderitaan anaknya sampai wafat di kayu salib, padahal sama sekali tidak bersalah. Maria tetap setia kepada Allah. Kasih dan kesetiaannya membuahkan keselamatan dan sukacita bagi dunia. Ia pun  diangkat dan dimuliakan di surga. Maka patutlah kalau keluarga-keluarga meneladan kasih dan kesetiaan Bunda Maria. Dalam keluarga, hendaklah saling mengasihi dan menjaga kesetiaan.

Setelah misa, dilanjutkan dengan adorasi. Sekitar pukul 12.00 Novena selesai, dan kamipun berkumpul untuk makan siang sambil berbincang-bincang di taman dan acara bebas sampai pukul 13.00.

Kemudian  kami melanjutkan perjalanan menuju Eling Bening. Banyak pengunjung juga sampai di lokasi. Di Eling Bening, kami bisa melihat pemandangan sekitar Rawa Pening dari atas.

Sukacita Bersama Mgr. J. Sunarka, SJ.

Berita tentang sakitnya Mgr.Sunarka sebelum kami berkunjung, sempat mengagetkan kami, karena 3 minggu sebelum berkunjung, saya menghubungi Mgr.Sunarka, beliau mengatakan; “Selamat datang, saya ada di rumah pada tanggal 13 Oktober.” Kalimat Mgr itulah yang meyakinkan saya, bahwa Mgr pada tanggal 13 Oktober pasti sudah ada di rumah seperti apa yang telah dikatakan beliau. Teman-teman banyak bertanya, bagaimana apakah jadi ke Girisonta? Sayapun menjawab; “Jadi. Kita pergi sesuai rencana semula.” Lalu saya berusaha menghubungi Mgr. lagi, dan sehari sebelum kami berkunjung, Mgr sudah memberikan jawaban bahwa beliau sehat dan ada di rumah.

Syukur pada Tuhan, akhirnya kamipun bisa bertemu Mgr. Sunarka yang sudah siap saat kami datang, dan menyambut kami dalam sukacita, canda, dan menyanyi  bersama dengan iringan gitar Romo Kristiadji. Banyak hal yang diceritakan Mgr. diantaranya tentang kegiatan Mgr. Sunarka di Girisonta; berdoa, melayani umat yang membutuhkan sumber air, misalnya umat dari Philipina, bahkan umat dari pondok pesantren. Sampai-sampai Mgr. menjuluki dirinya sendiri dengan sebutan “Uskup pengairan”, dan kami yang mendengar cerita Mgr. pun tertawa.

Pulang Dalam Sukacita

Kami pulang sekitar pukul 19.30, setelah makan malam dan mampir membeli oleh-oleh. Sebelum perjalanan pulang, kami berdoa bersama yang dipimpin oleh ibu Dewi Astuti.

Meski hari belum larut malam, tetapi mungkin karena capai, begitu masuk dalam bus, langsung merebahkan diri, tidur. Karena kami berdua belum mengantuk, akhirnya daripada diam, sedangkan di luar gelap tidak bisa melihat pemandangan, kami pun mendaraskan doa Rosario dengan bernyanyi. Ada satu, dua teman yang ikut bernyanyi, tetapi kemudian suaranya hilang, mungkin karena tertidur. Setelah Rosario, kami doakan Litani kepada Bunda Maria dan doa Bulan Misi Luar Biasa seperti yang setiap hari dilakukan di paroki kami. Ada kelegaan dan kebahagiaan tersendiri, setelah berdoa…

Dan sekitar pukul 24.00, rombongan kami sampai di gereja Sanyos Purwokerto.

Syukur pada Tuhan, atas penyertaan Tuhan dan kasih-Nya, kami semua senantiasa sehat dan selamat sampai tujuan.

Terimakasih kepada Romo Kris yang telah mendampingi kami, dan terimakasih juga teman-teman, serta semua pihak yang telah terlibat dalam ziarek ini.

Berkah Dalem.

Penulis,

Anik Iswartini

A.Anik Iswarini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.