RENUNGAN

Murah Hati

HARI MINGGU BIASA VII  (24 PEBRUARI 2019)

1Sam. 26:2,7-9,12-13,22-23; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Kor. 15:45-49; Luk. 6:27-38.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati“ (Lukas 6:36)

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Menilai atau bahkan menghakimi seseorang mungkin pernah kita lakukan. Sebaliknya mengasihi seseorang juga sering kita lakukan. Sebelum saya mengerti kebenaran, sering sekali saya menghakimi sesama. Ketika saya merasa tersinggung oleh pelayanan yang dilakukan oleh seseorang, dengan cepat sekali saya menghakimi mereka bahwa pelayanan mereka itu hanya untuk memamerkan diri mereka saja, mereka hanya ingin menjadi pusat perhatian banyak orang, dan lain sebagainya.

Puji Tuhan setelah saya mengikuti berbagai retret rohani, saya semakin mengerti tentang kebenaran Firman Nya, sehingga kini saya lebih berusaha untuk bijaksana dalam menilai seseorang. Setelah membaca Injil hari ini, saya pun kembali diingatkan untuk lebih berbuat kasih yang tulus, seperti yang telah Tuhan ajarkan. Kendati masih banyak di luaran sana yang berbuat kasih hanya saat mereka membutuhkan sesuatu saja, atau hanya karena sekedar ikut-ikutan saja, sehingga ketika yang diikuti ini sedang dalam masalah mereka lalu pergi menghilang entah ke mana.

Jujur belum lama ini saya merasakannya dalam kehidupan saya, namun saya tidak mau menghakimi mereka karena semua ini memang kesalahan saya. Namun dari pengalaman tersebut, saya jadi banyak belajar tentang mengasihi dengan kemurahan hati. Kita sering sekali mendengar kata murah hati atau bahkan kita sendiri mengklaim sudah bertindak murah hati. Pada bacaan Injil hari ini, kita semua kembali diingatkan tentang mengasihi dengan murah hati.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

kasihilah-1Marilah kita sama-sama belajar mengasihi dengan kemurahan hati kita, seperti yang telah Tuhan Yesus teladankan kepada kita. Bahkan itu musuh sekalipun. Mengasihi musuh kita bukan berarti mengasihi dengan kasih secara emosi, misalnya menyukai musuh kita, melainkan menunjukkan perhatian dan keprihatinan yang tulus terhadap kebaikan dan keselamatan kekal mereka. Karena kita tahu betapa dahsyatnya nasib yang menantikan mereka yang melawan Allah dan umat-Nya. Kita harus mendoakan mereka dan berupaya, dengan jalan membalas kejahatan dengan kebaikan, untuk membawa mereka kepada Kristus dan iman kepada Injil.

Saya akui mengasihi musuh itu tidak mudah, namun saya yakin dan percaya jika kita mau membawa Tuhan dalam setiap usaha kita, maka perlahan namun pasti kita pun akan dapat melakukan kasih dengan kemurahan hati kita. Kita singkirkan pikiran-pikiran negatif kepada orang lain. Kita  lebih berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dengan membaca Kitab Suci agar kita semakin mengerti apa yang Tuhan inginkan dari diri kita. Juga dengan berdoa agar kita semakin belajar mendengarkan orang lain. Dan mengikuti perayaan Ekaristi sehingga kita bisa mengenangkan kemurahan hati Tuhan bagi umat manusia.

Bapa yang baik, ampuni kami jika selama ini kami masih sering menghakimi sesama dan kami masih belum dapat mengasihi dengan murah hati. Ajari kami ya Bapa untuk terus mengasihi dengan murah hati, seperti Yesus Putera Mu yang telah mengasihi kami dengan murah hati. Mampukanlah kami untuk lebih rendah hati dan sabar di dalam pelayanan-pelayanan kami. Jadikanlah kami perpanjangan tangan-Mu untuk melayani sesama dengan murah hati.

Berkah Dalem.

WILLY KITY 19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.