KESANGGUPAN CALON KELUARGA ANGKAT AYD BERBAGI KASIH

Pentingnya kesan pertama yang positif

First impression matters atau hal-hal yang menimbulkan kesan pertama (yang positif) pada diri peserta AYD terhadap keluarga angkat ditekankan dalam pertemuan Calon Keluarga Angkat bagi peserta live in Asian Youth Day (AYD). Kesan pertama yang positif itu dapat dibangun dengan prinsip 3S (Senyum, Salam, Sapa). Sikap keramahtamahan dan ketulusan hati menyambut mereka akan selalu dikenang oleh para peserta live in AYD. Inilah yang menjadi prioritas utama dalam berkomunikasi dengan peserta AYD.

Temu Keluarga Angkat AYD-3

Penegasan itu disampaikan oleh Flora Vika (Sie Kepemudaan Paroki Sanyos yang mewakili Panitia AYD Keuskupan Purwokerto) kepada calon keluarga angkat dari Paroki St. Yoseph Purwokerto (Rabu, 21 Juni 2017). Pertemuan yang dimulai pukul 19.15 WIB ini dihadiri oleh 17 perwakilan calon keluarga angkat, Romo paroki, ketua bidang koinonia dan sie kepemudaan paroki Sanyos.

Bahasa kasih sebagai yang utama

Temu Keluarga Angkat AYD-2Setelah doa pembukaan, acara diawali dengan pengantar dari Pak Agus Gudyana (Kabid Koinonia) dan dilanjutkan sambutan Romo Paroki. Kepada para calon keluarga angkat disampaikan ucapan terima kasih. Romo Paroki juga menjelaskan bahwa pemilihan calon keluarga angkat ini tentunya bukan karena pertimbangan materi ataupun kemampuan berbahasa asing semata, namun utamanya karena kerelaan untuk berbahasa kasih.

Bahasa kasih menjadi yang utama karena Asian Youth Day (AYD) atau hari Orang Muda Asia adalah perjumpaan orang muda Katolik se-Asia untuk saling berbagi pengalaman kasih, iman dan harapan sebagai murid Kristus. Acara ini diselenggarakan tiap tiga tahunan dan dihadiri kurang lebih seribu sampai tiga ribu OMK perwakilan dari berbagai negara di Asia. Tema AYD ke-7 yang akan diadakan di Indonesia dari tanggal 30 Juli – 6 Agustus 2017 adalah “Joyful Asian Youth: Living the Gospel in Multicultural Asia”. Orang Muda Katolik diajak untuk bersukacita karena telah mengalami kasih Tuhan dan dipanggil untuk menjadi pewarta kabar gembira di Asia yang multikultur. Orang Muda bukan cuma penerima pesan tapi harus menjadi pencipta pesan itu yaitu mewartakan sukacita kasih Allah dalam hidup mereka.

Days in Diocese (DID) atau Live in para peserta AYD

Sebelum berkumpul di venue utama di Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, peserta AYD akan menjalani live in atau Days in Diocese (DID) di 11 (sebelas) Keuskupan pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 2017. Di keuskupan-keuskupan inilah peserta AYD belajar sekaligus saling membagikan pengalaman iman di tengah keragaman budaya.

Temu Keluarga Angkat AYD-5Dengan live in diharapkan terjalin kedekatan sebagai satu saudara seiman dan diperkaya oleh nilai-nilai kehidupan yang dihayati oleh umat dan masyarakat yang multikultural. Berbagai kegiatan pun dirancang untuk semakin menyatukan Orang Muda Asia dengan umat setempat dan antar Orang Muda sendiri. Ada perayaan Ekaristi, doa bersama, festival budaya, kunjungan ke pondok pesantren, ke tengah masyarakat yang masih kental menghidupi budaya lokal dan lain-lain. Tak kalah penting dari semua kegiatan itu adalah kesempatan berkumpul dan berdialog dengan keluarga angkat.

Dengan kehadiran di tengah keluarga, umat beriman dan masyarakat setempat, diharapkan Orang Muda se-Asia dapat merasakan langsung dan diperkaya oleh kehidupan saudara-saudarinya di negara yang berbeda. Selanjutnya Orang Muda semakin dapat menghidupi Injil dan mewartakannya dengan sukacita di tengah masyarakat yang multikultur.

Keuskupan Purwokerto adalah salah satu keuskupan yang akan menjadi tempat live in. Peserta yang akan live in di Keuskupan Purwokerto berasal dari Jepang (29 orang) dan Thailand (22 orang) yang terdiri dari seorang Uskup, beberapa Imam dan Suster, serta Orang Muda. Selain dari kedua negara tersebut, utusan AYD dari Keuskupan Purwokerto sendiri (54 orang) juga akan mengikuti live in di keluarga-keluarga. Jadi totalnya ada 105 peserta live in. Mereka akan tinggal di tengah keluarga yang berada di Paroki Katedral dan Paroki St. Yoseph Purwokerto (mengingat alasan praktis kemudahan akomodasi dan transportasi).

Temu Keluarga Angkat AYD

Para calon keluarga angkat dari Paroki St. Yoseph mendapat penjelasan teknis dan diberi kesempatan untuk berdialog tentang hal-hal terkait live in. Setelah itu, kepada mereka dibagikan formulir kesanggupan untuk menjadi keluarga angkat dan mereka pun segera mengisinya. Acara pertemuan itu ditutup dengan doa dan diakhiri dengan berkat oleh Romo Paroki. *_*

Penulis:

Ogi Hermawan-1.jpg
Ogi Hermawan OMK Voltus
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s