RENUNGAN

Kemegahan Bait Allah Adalah Kekuatan Iman Akan Kristus

Hari Minggu Biasa XXXIII (13 Nopember 2022)

Mal. 4:1-2a; Mzm. 98:5-6,7-8,9a; 2Tes. 3:7-12; Luk. 21:5-19.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Tetapi tidak sehelaipun dari rambut  kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu. (Luk 21:18-19)

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih dalam Kristus.

Di manapun kita berada jika kita melihat sebuah bangunan pastilah yang kita kagumi pertama adalah kemegahan fisik, ornamen-ornamen, kekokohan dan keindahan bentuknya. Begitu juga yang terjadi pada waktu itu, beberapa orang mengagumi keindahan fisik dari Bait Allah yang dihiasi batu yang indah-indah dan berbagai barang persembahan. Melihat fenomena ini Tuhan Yesus bersabda : “Apa yang kamu lihat disitu akan datang harinya dimana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan” (Luk 21 : 6). Disini Tuhan menegaskan bahwa kemegahan bangunan fisik dalam sekejap akan dimusnakan. Luluh lantak tak ada yang tersisa.

Membaca firman tersebut kita pasti terhubung dengan keadaan sekarang, jika terjadi bencana alam. Apakah itu gempa bumi, tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, atau banjir bandang. Bukan hanya bangunan kokoh yang hancur lebur bahkan banyak terjadi korban jiwa. Kadang terlintas dalam pikiran kita. Apakah bumi sudah tua? Apakah kiamat sudah dekat?  Hal tersebut juga di alami oleh murid-murid Yesus, ketika Tuhan Yesus menyampaikan tentang keruntuhan Bait Allah. Mereka bertanya, kapan itu akan terjadi? Apakah tandanya kalau itu akan terjadi? 

Tuhan Yesus tidak memberi kepastian kapan hal itu terjadi, tapi Tuhan bersabda : “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan  datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera. (Luk  21:8-9).

Sabda Tuhan di sini menekankan kita untuk tidak memikirkan tentang akhir zaman kapan terjadi tetapi Tuhan menghendaki kita untuk terus waspada. Waspada akan nabi-nabi palsu. Jangan pernah kita disesatkan. Jangan pernah ada allah-allah  lain selain Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan juga menghendaki kita tidak usah panik dan ketakutan menghadapi apapun.  Ada peperangan, fitnah, penyakit di mana mana. Semua ini sudah terjadi dan kita alami. Mungkin kita juga mengalami dihina, disingkirkan dijauhi, diasingkan dari keluarga dan teman, serta menerima ketidakadilan. Itu semua adalah bagian dari salib ketika kita percaya akan kuasa Kristus. Bahkan Tuhan menghendaki kita tetap kuat dan bisa menjadi saksi-Nya. Tuhan akan memberi kata-kata hikmat supaya kita tidak bisa ditentang atau dibantah. Janganlah kita lelah memanggul salib, percayalah Tuhan Yesus akan menyertai hingga akhir zaman, seperti apa yang disabdakannya. “Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” (Luk 21:18-19).

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih dalam Kristus.

Dalam arti rohani bait Allah adalah tubuh kita sendiri (1 Kor 6:19).  Apakah selama ini kita sudah sepenuhnya mengandalkan Allah dalam hidup kita? Bagaimana kita menjaga tubuh kita?  Apakah kita hanya mengandalkan pada penampilan fisik? Kecantikan, ketampanan, pakaian, fasilitas penunjang dan lain-lain? Kita tidak pernah memikirkan rohani kita, memupuk kedekatan kita pada Sang Juru Selamat. Padahal jelas Tuhan mengingatkan bahwa bangunan fisik mudah diluluh lantakan. Mari kita merawat fondasi rohani hidup kita; doa, puasa, ekaristi, amal kasih hendaknya selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Inilah cara kita tetap mengokohkan bangunan rohani yang dibangun dalam bejana tanah liat, walau mudah retak tapi kita memiliki kesempatan untuk memelihara, merawatnya dengan mengikuti kehendak Allah. Mari bangun hidup rohani yang kokoh yang dilandasi iman, pengharapan dan kasih yang tak terhingga.

Semoga kita selalu dimampukan untuk mengandalkan Kristus dalam hidup kita sehari-hari, karena kemegahan Bait Allah yang sesungguhnya adalah kekuatan iman kita akan Kristus. Bagaimana Kristus menjiwai kita untuk bisa berkarakter menyerupai Dia.

Berkah Dalem

Melania Moertrini

Lingk. St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.