RENUNGAN

Siapa Yang Diselamatkan?

Hari Minggu Biasa XXI (21 Agustus 2022)

Yes. 66:18-21; Mzm. 117:1,2,; Ibr. 12:5-7,11-13; Luk. 13:22-30.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu  yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. “ (Luk 13:24) 

Bapak-Ibu, Saudara saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus.

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini berbicara tentang siapa yang akan diselamatkan di akhir zaman nanti. Dalam Injil dikisahkan ada seseorang yang bertanya pada Tuhan Yesus tentang berapa banyak orang yang akan diselamatkan, namun Yesus tidak menjawab jumlah pasti berapa orang yang akan diselamatkan ketika akhir zaman nanti. Tetapi Yesus malah memerintahkan kepada orang itu untuk berusaha menjadi yang diselamatkan dengan berkata : “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu  yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. “ (Luk 13:24). Yang Yesus harapkan dari manusia adalah manusia berusaha untuk terus belajar percaya, belajar untuk bersiap dan berjaga-jaga sampai waktu yang sudah Bapa tentukan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menjadi pelaku firman dan mau taat pada perintahNya.

Menjadi pelaku firman sesuai dengan Yak 1:22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”. Dan taat sesuai dengan firman Allah pada Injil Yoh 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku  dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Ketika kita sudah menjadi pelaku firman dan mentaati perintah Allah, Allah pun akan mengenal kita. Karena Allah menilai hati, bukan menurut apa yang dilihat manusia.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Dalam hidup pelayanan, baik di rumah, di lingkungan maupun pelayanan di gereja serta di dalam masyarakat. Seringkali kita bersungut-sungut ketika melakukan tugas pelayanan kita. Di dalam hati merasa tidak puas karena apa yang orang lain lakukan tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita tetap mengerjakan tugas pelayanan tersebut namun tidak dengan hati yang tulus. Atau kita terjebak dalam ego kita dimana ketika melakukan pelayanan hanya untuk dilihat orang atau ingin dipuji atas pelayanan yang kita lakukan. Tuhan menilai hati, ketika hati kita bersih untuk melayani Tuhan, Tuhan memandang itu sebagai ketaatan, dari sana Tuhan mengenali kita yang benar-benar mau melayani sesuai dengan perintahNya.

Saat ini, ketika kita tahu bahwa Tuhan sedang memberi kesempatan kita berjuang melalui pintu yang sempit untuk masuk ke KerajaanNya, maka semakinlah kita rendah hati untuk terus setia dan tetap taat pada firmanNya dan perintahNya.

Jangan lagi jemu untuk melayani Tuhan, karena bisa saja akhir zaman datang ketika kita sedang tidak siap. Atau bisa saja ketika kita sedang merasakan api Roh Kudus berkobar di dalam hidup kita, itulah waktu ketika akhir zaman tiba. Maka, seperti yang tertuang pada ayat 30 “Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir. “

Berkah Dalem

Winny Susanto

Lingk. St. Stefanus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.