RENUNGAN

Melihat dan Percaya Akan Karya Kasih Allah

Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan (17 April 2022)

Kis. 10:34a,37-43; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8; Yoh. 20:1-9.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai kekubur itu; ia melihatnya dan pecaya ” (Yoh 20:8).

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih.

Hari ini semua umat katolik merasakan sukacita, kebangkitan Kristus membawa harapan baru. Perjalanan spritual kita yang dimulai dari penerimaan abu pada Hari Rabu Abu, dilanjutkan dengan mati raga atau olah rohani, berpuasa dan berpantang selama  40 hari lamanya, sebagai masa pertobatan, akhirnya tuntas sudah. Kini Umat Katolik seluruh dunia merayakan kebangkitan Kristus yang menang atas maut. Sengsara, wafat dan kebangkitNya membuka lembaran baru peziarahan manusia  menuju kehidupan kekal. 

Hari ini kita mendengarkan Injil Yohanes yang mengisahkan tentang kebangkitan Yesus. Kisah kebangkitan Yesus dibuka dengan kehadiran wanita yang pada saat itu masuk golongan kelas dua, namun dipilih untuk ikut mengabarkan peristiwa kebangkitaan Yesus. Sepeninggal Yesus, Para Murid  mengalami krisis iman. Yesus yang dikagumi harus mati disalib dengan cara yang mengerikan. Mereka berkumpul dalam suasana berkabung, kehilangan panutan, kesedihan yang mendalam. Di tengah-tengah suasana hati yang demikian dikagetkan dengan berita hilangnya jenazah Yesus. Maria Magdalena melihat batu telah diambil dari kubur dan berasumsi Tuhan telah diambil orang. Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana ia diletakkan (Yoh 20:2).

Rasa penasaran telah mengalahkan rasa takut, kecewa, sedih. Para murid pun bergegas pergi ke makam, mereka ada yang hanya menjenguk dan melihat ke dalam menunggu kedatangan Petrus.  Petrus masuk ke dalam kubur dan melihat kubur. Petrus melihat Kain Kafan terletak di tanah dan kain peluh agak ke samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Murid yang lain yang dikasihi Yesus melihat, setelah melihat keadaan kuburan Yesus; percaya bahwa jenasah Yesus tidak dicuri orang. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai kekubur itu; ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20: 8).

Hidup bersama Yesus selama tiga tahun dalam karya pelayananNya, para murid belum juga mengenal Yesus secara pribadi. Setiap saat selalu menerima pengajaran Yesus, lewat Perumpamaan, Kitab Suci, dan Mujizatnya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati (Yoh 20:9). Yesus harus bangkit di antara orang mati setelah wafat tiga hari. Ini tidak mudah dipahami para murid. Bahkan mungkin juga lupa akan Sabda Yesus.

Bapak-Ibu, Saudara-I terkasih.

Merefleksikan Injil Yohanes tentang kebangkitan Kristus hari ini, saya memaknainya sebagai berikut : Pertama, Kebangkitan Kristus adalah awal kehidupan dan harapan yang baru atas dasar iman. Hendaknya perjuangan hidup kita selalu mengandalkan dan menyandarkan pada penyelenggaraan Ilahi. Kedua, Karya Allah melampaui batas kegelapan kubur. Seberat apapun penderitaan kita, segelap apapun hidup kita, Allah mampu dan tetap berkarya dalam hidup kita. Ketiga, Relasi yang erat dengan Yesus akan memampukan kita melihat misteri kebangkitan sebagai kasih Allah untuk keselamatan umatNya. Dosa dan kejahatan kita telah dihapuskan dengan mati disalib dan bangkit diantara orang mati, itulah tanda kasih Allah terbesar. Keempat, Masuk ke dalam makam dan melihat misteri kebangkitan Kristus, sebagai bukti bahwa Yesus Kristus tetap berkarya dan menyempurnakan hidup kita.

Bapak-Ibu, Saudara-I terkasih.

Allah mengendaki kita melihat dan percaya akan penyelenggaraan ilahiNya. Allah ingin kita masuk ke dalam kubur dan melihat Kebangkitan Kristus yang membawa kegembiraan dan rahmat penuh suka cita bagi semua umat. Kristus menghendaki kita untuk melihat diri-Nya secara baru setelah kebangkitan. Kita diajak melihat dan memelihara kehidupan yang kita jalani dengan sikap iman yang utuh. Membangun budaya kehidupan dan memberi harapan bagi yang putus asa bahwa Allah senantiasa memelihara kita dengan cara-Nya. Berusaha menyadari bahwa Allah selalu memandang kita dalam belas kasih-Nya agar kita mampu memegang tanggan-Nya dan memeluknya dengan kasih. Sekalipun kita jatuh ke dalam jurang dosa, kita memiliki harapan untuk bangkit kembali menuju ke jalan keselamatan. Kematian bukan akhir segalanya, kematian adalah jalan menuju kehidupan kekal.

Selamat Hari Raya Paskah. Semoga Misteri Kebangkitan Kristus senantiasa memberi kekuatan dalam kehidupan kita.

Berkah Dalem

Laurensia Moerdaninggar S

Lingk. St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.