RENUNGAN

Mawas Dirilah, Jauhkan Sikap Menghakimi

Hari Minggu Prapaskah V (3 April 2022)

Yes. 43:16-21; Mzm. 126:1-2b,2c-3,4-5,6; Flp. 3:8-14; Yoh. 8:1-11.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu“ (Yoh 8:7).

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Minggu ini kita sudah memasuki minggu prapaskah V. Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, menceritakan bagaimana orang-orang Farisi untuk kesekian kalinya kembali mencobai Tuhan Yesus. Mereka mencobai untuk menemukan kesalahan Tuhan Yesus yang dapat dijadikan alasan untuk menghukum Tuhan Yesus. Seperti biasa orang-orang Farisi menggunakan Hukum Taurat dalam mencobai Tuhan Yesus. Orang-orang Farisi menemukan seorang perempuan yang berbuat zina. Dan menurut Hukum Taurat, orang yang demikian mesti dihukum dengan dilempari batu. Mereka membawa perempuan itu kepada Tuhan Yesus. Ingin melihat apa reaksi-Nya dan apa yang akan dilakukan-Nya. Ternyata yang dilakukan Tuhan Yesus diluar perkiraan mereka. Yesus pun berkata kepada mereka “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7). Tidak ada satupun dari mereka yang melemparkan batu untuk pertama kalinya. Artinya tidak ada seorangpun dari mereka yang tidak berdosa.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus..

Seringkali kita terlalu mudah untuk menghakimi sesama kita yang melakukan kesalahan tanpa mau melihat diri kita sendiri dulu. Padahal kita pun adalah orang berdosa yang juga pernah melakukan kesalahan – kesalahan, namun terkadang kita merasa sebagai orang yang benar ketika melihat kesalahan orang lain. Sebagai contoh kecil, ketika ada seorang pelayan dalam Perayaan Ekaristi, baik itu Lektor, Pemazmur, Prodiakon maupun Putra-Putri Altar  yang melakukan kesalahan entah itu di tata gerak atau saat membaca dan menyanyikan Mazmur, dengan mudahnya kita langsung menghakimi mereka dengan berbagai macam penilaian yang ada dalam pikiran kita masing–masing dan yang paling parahnya ketika hal itu menjadi bahan cerita di sebagian umat.

Kita pasti sering melihat atau menemui orang yang seperti itu bukan? atau mungkin bahkan diri kita sendiri yang melakukan hal seperti itu, menghakimi sesama kita. Saya pribadi pun pernah mengalaminya, ketika melihat kesalahan pelayan Perayaan Ekaristi walau hanya dalam hati dan pikiran saya langsung menghakimi mereka bahkan ketika Misa selesai dan bertemu dengan orang lain tak jarang pula saya membahas kesalahan mereka, padahal saya sendiri pun kerap kali melakukan kesalahan ketika saya bertugas, baik itu Prodiakon, Lektor maupun Pemandu Lagu.

Injil hari ini saya pribadi merasa di ingatkan oleh Tuhan agar jangan terlalu mudah untuk menghakimi kesalahan sesama kita, karena kita sendiri pun pasti pernah melakukan sebuah kesalahan. Seharusnya kita koreksi diri ketika melihat kesalahan orang lain agar kita pun dapat belajar dari kesalahannya sehingga kelak kita tidak melakukan kesalahan yang sama dengan orang tersebut. Jadi bukannya menghakimi mereka, melainkan memberi pengampunan bagi mereka lalu menyemangatinya agar tidak melakukan kesalahan lagi dikemudian hari. Saya yakin dan percaya, kita semua pasti dapat mengampuni kesalahan orang lain karena Yesus yang adalah Tuhan yang tidak memiliki dosa atau kesalahan pun mau mengampuni kesalahan kita manusia, apa lagi kita manusia yang penuh dengan kesalahan.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kita sama–sama belajar dan berusaha untuk tidak terlalu mudah menghakimi sesama dengan semakin mendekat kepada Tuhan, baik dengan berdoa dan berdevosi, membaca firman–firman Nya dalam Kitab Suci sehingga kita semakin peka akan kehendak Nya mau pun dengan melayani sesama dengan ketulusan dan kerendahan hati kita.

Marilah berdoa, Bapa ampunilah kami yang selama ini terlalu mudah menghakimi sesama tanpa mau melihat kesalahan diri, ajarilah kami agar kami mampu mengampuni kesalahan orang lain. Amin.

Berkah Dalem

Willy Kity 19

Lingk. Santo Yosep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.