RENUNGAN

Kesadaran; Jalan Pertobatan Menuju Keselamatan

Hari Minggu Prapaskah IV (27 Maret 2022)

Yos. 5:9a,10-12; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; 2Kor. 5:17-21; Luk. 15:1-3,11-32.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Luk 15:32).

Bapak-Ibu, Saudara-I Sahabat Yesus yang terkasih.

Adalah hal yang manusiawi ketika seseorang melakukan suatu kesalahan, pada suatu masa, apa pun bentuk kesalahannya. Terlepas dari seberapa berat takaran kesalahan yang telah dilakukan, apa penyebab dari kesalahan tersebut, berapa lama hidup dalam kesalahan maupun dampak dari kesalahan yang telah dilakukan.

Kecenderungan manusia untuk mengambil jalan pintas dalam menyikapi maupun mengatasi masalah yang sedang dihadapinya, menjadi satu permenungan bagi saya bahwa Tuhan mengijinkan masalah terjadi agar supaya manusia sebagai umat ciptaanNya menyadari kekeliruannya dan berbalik arah memohon pertolongan hanya kepada Allah saja, untuk mau  menjalani masa pertobatannya. Sekalipun kita tidak dapat melihat wujud Allah secara langsung, namun kita bisa merasakan kehadiranNya. Inilah yang dikatakan Iman, percaya, sekalipun kita tidak melihat (Yoh 5:9-12).

Terkadang keegoisan dan keserakahan kita sendiri lah yang membuat kita jatuh dalam dosa, berjalan sendiri tanpa mau melibatkan Tuhan, sehingga hidup kita menjadi semau sendiri. Tidak mengindahkan apa yang telah menjadi aturan maupun norma yang ada. Ketidakpedulian kepada sesama atau cenderung egois untuk menyenangkan diri sendiri tanpa memandang perasaan orang lain, hidup berfoya-foya, menipu sana sini, mementingkan urusan dunia dan lain sebagainya, hal inilah yang membuat jarak antara manusia sebagai ciptaan-Nya, dan Allah sebagai Sang Pencipta.

Kesombongan yang berakhir pada kejatuhan. Pada saat sudah terjatuh inilah biasanya manusia muncul kesadaran diri, mulai flash back ke belakang sebagai bahan permenungan atas semua masalah yang sudah terjadi (Luk 15:1-3). Ketika kita hidup dalam kesalahan, kita seperti domba yang hilang, tidak tahu arah tujuan, terombang-ambing dalam ketidakpastian, hidup dalam kehampaan dan kekosongan. Maka sangat diperlukan kesadaran untuk mulai mencari Yesus sebagai Sumber Kebenaran Yang Sejati, dengan kerelaan hati, mau dibimbing oleh Roh Kudus untuk peka mendengar suara Gembalanya, ketika Gembala itu mencarinya. Bukan perkara yang mudah dalam situasi dan kondisi sekarang yang serba sulit ini, untuk mau datang menerima keselamatan yang telah Tuhan janjikan. Kesadaran akan pentingnya hidup bersekutu dengan Tuhan, berserah penuh pada penyelenggaran Ilahi dan memulai hidup dengan benar, dapat diawali dengan sikap kerendahan hati untuk mau datang menyembah kepada Tuhan, memohon rahmat dan belas kasihnya, sehingga hidup kita menjadi berharga. Doa adalah sebuah jembatan komunikasi antara manusia dan Tuhan nya.

Bapak-ibu, saudara-i terkasih di dalam Kristus,

Menyadari akan kesalahan dan kekeliruannya dan kembali kepada Tuhan, untuk tidak  berbuat dosa lagi dan mempunyai Iman serta pengharapan yang teguh kepada Tuhan, inilah yang akan menyelamatkan kita. Maka menjadi sangat penting bagi saya, untuk mengawali hari dengan berdoa dan merayakan ekaristi menyambut tubuh dan darah Kristus, sebagai pengingat akan kebaikanNya yang berkorban untuk menebus dosa-dosa kita. Sikap kerendahan hati untuk mau dibentuk dan diproses dengan penuh syukur seturut dengan kehendak Tuhan mendatangkan keselamatan jiwa karena kita sudah ditebus dosa-dosa kita dengan wafatnya Yesus dikayu salib dan bangkit kembali dalam kemuliaan untuk membawa kita kepada pertobatan sejati yang mengantar kita kepada kehidupan kekal di surga nanti. Berkah Dalem.

V. Yusia Sulistyaningsih

Lingk. St. Markus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.