RENUNGAN

Menjadi Manusia Berkualitas

Hari Minggu Biasa VII (20 Pebruari 2022)

1Sam. 26:2,7-9,12-13,22-23; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10,12-13; 1Kor. 15:45-49; Luk. 6:27-38.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Luk 6:36)

Bapak-Ibu, Saudara-saudari yang terkasih.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan saya saat mengikuti kegiatan pembekalan pengurus Dewan Pastoral Paroki kita di bulan Januari 2019 yang lalu. Dalam pembekalan tersebut panitia mengundang Bapak Vincentius Tjahjono Santoso dari Keuskupan Agung Semarang. Diawal pembekalan beliau memberikan pertanyaan kurang lebih demikian : “Menurut Anda, apa yang membuat orang katolik berbeda dengan orang-orang lain?” (Berbeda dalam hal ini bukan dalam hal formalitasnya, seperti misalnya kita punya tanda salib, saudara kita yang lain tidak. Bukan seperti ini yang dimaksudkan Pak Vincent pada waktu itu, tetapi lebih pada perilaku dan kehidupan seseorang dalam menyatakan imannya. Sehingga orang yang melihatnya dapat menyatakan o…. ini orang katolik).

Pada saat itu banyak peserta yang memberikan jawabannya, tetapi semua jawaban tersebut terpatahkan oleh pertanyaan balik Pak Vincent “Apakah saudara-saudara kita yang lain tidak mempunyai? Meraka juga mempunyainya”. Ada yang menjawab kita punya kasih, jawaban inipun terpatahkan dengan pertanyaan balik Pak Vincent tersebut. Mereka juga diajari dan punya kasih. Pertanyaannya adalah : “Kalau begitu apa yang membuat kita berbeda dengan saudara-saudara kita yang lain?”.   Jawabannya ternyata ada pada Bacaan Injil yang hari ini kita dengarkan bersama.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Refleksi saya tentang Injil Lukas hari ini bahwa menjadi murid Yesus memang tidak mudah. Hari ini Yesus mengajak saya dan juga bapak-ibu, saudara-i semua sebagai murid-muridNya untuk menjadi manusia yang berkualitas. Manusia yang berkualitas adalah manusia yang melebihi dari rata-rata manusia pada umumnya. Berkualitas bukan dalam arti duniawi tetapi lebih pada karakter manusia yang didasari oleh spritualitas dan iman. Yesus mengajarkan kasih kepada kita. Yesus mengajak kita semua untuk menyatakan kasihNya dalam kehidupan kita sehari-hari. Hari ini Yesus menekankan bahwa dalam menyatakan kasih tersebut hendaknya tidak hanya standar saja, tetapi lebih dari yang standar. Dengan kata lain bahwa Yesus menuntut kita untuk menyatakan kasih secara radikal. Maksudnya apa? Maksudnya bahwa Yesus ingin kita menyatakan kasih tidak hanya ditujukan kepada mereka-mereka yang mengasihi kita, tetapi lebih dari itu kasih juga harus dinyatakan kepada mereka yang membenci dan mengutuki kita.  

Tuhan Yesus sebenarnya mengejek saya, bapak-ibu dan saudara-i semua jika tingkatan kita masih sebatas yang standar saja.  “jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.” (Luk 6:32). Coba kita renungkan dengan seksama apa yang disabdakan Tuhan Yesus pada ayat yang ke 32 ini. Bagi saya ini sindiran yang dalam dari Tuhan Yesus kepada saya. Kalau standar saja orang berdosapun juga melakukan yang demikian. Namun demikian dibalik sindiran ini juga memotivasi saya supaya saya meningkatkan kualitas hidup saya tidak hanya sekedar standar-standar saja. Melainkan mau menyatakan dan melaksanakan kasih yang radikal. Dan Inilah kasih yang radikal itu :  “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”  (Luk 6:35). Muara dari kasih yang radikal ini sebenarnya adalah “MURAH HATI”, seperti yang disabdakan Tuhan Yesus dalam ayat yang ke-36 : “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Untuk menuju ke sana, Yesus memberi bekal dan peringatan kepada kita semua : “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi ..” (Luk 6:37-38)

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Marilah kita mohon kepada Allah Bapa di surga supaya memberikan terang dan daya Roh KudusNya kepada kita sehingga kita semua dimampukan untuk menjadi manusia-manusia yang berkualitas, umatNya yang berkualitas, serta menjadi anak-anakNya yang murah hati seperti Bapa. Amin.

Berkah Dalem

Yulius Supriyana

Lingk. St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.