RENUNGAN

Sabda Tuhan adalah Roh dan Kehidupan

Hari Minggu Biasa III – Hari Minggu Sabda Allah, Hari keenam Pekan Doa Sedunia (23 Januari 2022)

Neh. 8:3-5a,6-7,9-11; Mzm. 19:8,9,10,15; 1Kor. 12:12-30; Luk. 1:1-4; 4:14-21.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

Bapak-ibu, saudara-i yang dikasihi Tuhan.

Hari ini adalah hari minggu biasa ke-3. Juga adalah hari minggu Sabda Allah dan hari ke-6 Pekan Doa Sedunia (18-25 Januari), bersama gereja sedunia kita diharapkan berdoa untuk Persatuan Umat Kristiani.

Setelah membaca ke-3 bacaan hari minggu ini, saya tertarik untuk berbagi renungan dari bacaan pertama Kitab Nehemia 8:3-5a.6-7.9-11.

Ibu/bapak terkasih, menjadi refleksi kita bersama pertanyaan berikut : apakah kita sungguh mendengarkan, mendengarkan setiap bacaan Kitab Suci dalam ibadat, pendalaman iman dan Perayaan Ekaristi? Apakah kita selalu menjadikan liturgi sabda itu bagian yang dirindukan? Atau sebaliknya, menjadikan kita cukup mendengar, mungkin acuh, dan berlalu begitu saja? Bisa jadi ya, karena sayapun pernah dan sampai sekarang kadang tidak mendengarkan dengan baik, akibatnya lupa apa yang barusan didengar. Kalau memang demikian (tidak mendengarkan dengan baik) apa yang bisa kita petik bahkan perbuat dari bacaan itu?

Sebagai orang beriman, karena pembaptisan, kita telah diterima dan menjadi satu tubuh sebagai anggota gereja (bacaan ke-2 : Kor 12:12-30) sebagai anak-anak Allah. Tugas kita adalah untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia (Mrk16:15). Bagaimana mungkin kita menjadi pewarta sabda, kalau kita sendiri kurang atau tidak mau mendengarkan (membaca Kitab Suci), yang adalah Sabda Tuhan sendiri. Kalau demikian, apa yang akan kita wartakan ke seluruh dunia? Padahal dalam Perayaan Ekaristi, Liturgi Sabda merupakan bagian utama selain Liturgi Ekaristi, di mana terjadi transubstansi roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus.

Bapak Ibu terkasih, Dikisahkan dalam Kitab Nehemia hari ini, bagaimana bangsa Israel penuh perhatian mendengar pembacaan Kitab Taurat. “Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan Kitab Taurat” (Neh 8:4b). Bangsa Israel mengambil posisi berdiri, mengangkat tangan, berlutut dan sujud menyembah sebagai tanda penghormatan. “Pada waktu ia (Ezra) membuka kitab itu, semua orang bangkit berdiri…mengangkat tangan…berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah (Neh 8:6b-7).

Bapak-Ibu, Saudara-i yang terkasih.

Marilah bersama kita menjadikan moment Hari Minggu Sabda Allah ini untuk merefleksikan kembali peran serta kita dalam mendengarkan dan bahkan berkenan meluangkan waktu sebentar setiap hari membaca Kitab Suci dan merenungkannya. Menjadikan Kitab Suci sebagai sarana kita menjadi suci/kudus di mata Allah, dan mewartakan Sabda-Nya itu dalam derap langkah kehidupan kita dari hari ke hari. Dengan demikian iman kita hidup. “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati (Yak 2:17). Kita diutus sebagai Imam, Nabi dan Raja. Kita adalah anak-anak Allah, kita adalah murid-murid Kristus. Dan kita adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya (bdk bacaan II, Kor 12:12-30).

Bapak-Ibu, Saudara-i yang terkasih.

Ada banyak sarana yang telah gereja sediakan untuk mendengarkan dan membaca Kitab Suci : buku, sosial media dan sarana internet lainnya. Pertanyaan bagi kita semua : apakah kita mau dan suka. Seperti apa yang dialami orang-orang Israel, bahkan mereka sampai menangis ketika mendengar bacaan Kitab Taurat. “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Janganlah kamu  berdukacita dan menangis!” Karena semua orang itu menangis, ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat (Neh 8:10). Tetapi Ezra berkata kepada mereka : “….Sebab hari ini kudus bagi Tuhan kita! Jangan bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlindunganmu!” (Neh 8:11b). Kitapun hendaknya bersukacita, karena Sabda Allah adalah Roh dan Kehidupan; maka marilah kita dengarkan, renungkan dan ‘do it’. Terpujilah nama Tuhan kini dan selamanya. Amin.

Berkah Dalem

Yulius Yerry Wenur

Lingk. St Agustinus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.