RENUNGAN

Berikanlah Dirimu Dibaptis

Hari Minggu Adven 2 (5 Desember 2021)

Bar. 5:1-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5.6; Flp. 1:4-6,8-11; Luk. 3:1-6.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk 3:3)

Bapak-Ibu, Saudara-saudari yang terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Bersyukur pada akhir tahun 2019 yang lalu bersama teman-teman di Tim Kerja Kitab Suci dengan dukungan Romo Paroki, paroki kita dapat menyelenggarakan “Sekolah Dasar Kitab Suci” (SDKS) untuk semester 1 yang membahas tentang perjanjian lama.  Salah satu nara sumber dalam SDKS tersebut adalah Romo V. Indra Sanyaja, Pr yang membawakan materi “Telaah Kenabian Perjanjian Lama”.  Dalam meteri yang disampaikan oleh Romo Indra bahwa seorang Nabi diberi rahmat sebagai seorang ‘Pelihat’.  Dan dengan rahmat ‘Pelihat’ yang diterima, menyampaikan pesan-pesan Allah tentang kebenaran dan keselamatan melalui nubuat-nubuatnya.  Dan nubuat-nubuat tersebut barulah tergenapi setelah sekian lama bahkan sampai ratusan tahun kemudian.

Seperti halnya dalam bacaan Injil hari ini, dimana nubuat nabi Yesaya terpenuhi setelah ratusan tahun kemudian (Yesaya hidup ratusan tahun sebelum Yohanes Pembaptis dan Yesus dilahirkan). Nubuat nabi Yesaya yang manakah yang tergenapi? “seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.” (Luk 3:4-6). Penggenapan ini terletak ada pada diri Yohanes Pembaptis. Dengan kata lain bahwa kehadiran Yohanes Pembaptis sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum kelahirannya oleh nabi Yesaya. Demikian juga halnya dengan peran Yohanes Pembabtis sebagai pembuka jalan dan yang mempersiapkan jalan akan kehadiran Sang Mesias (Yesus Kristus).

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Apa yang terjadi dengan penggenapan nubuat nabi Yesaya ini saya refleksikan dalam kehidupan dan perlembangan iman saya.  Hal ini semakin memantapkan iman saya akan Yesus Kristus satu-satunya jalan keselamatan. Mengapa demikian?  Saya melihat bahwa rencana karya keselamatan umat manusia oleh Allah Bapa, bukanlah sebuah rencana yang singkat/instan.  Sebuah rencana keselamatan yang sudah dipersiapkan sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.  Demikian juga halnya dengan kehadiran AnakNya yang dikasihi. Bahwa sebelum Allah Bapa menyatakan “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:17) saat pembaptisan Yesus di sungai Yordan, Allah Bapa telah mengutus Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya.  Saat Maklumat tentang kelahiran Yesus Kristus dinyanyikan sebelum Misa Malam Natal juga mengingatkan saya akan rencana karya keselamatan Allah yang maha agung itu.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Refleksi saya akan seruan Yohanes Pembaptis “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk 3:3) tidak hanya berhenti pada penggenapan akan nubuat nabi Yesaya, tetapi juga akan tawaran keselamatan yang diberikan oleh Allah Bapa.  Jika saya ingin selamat maka saya harus dibaptis. Memang saya sudah dibaptis sejak saya masih bayi, tetapi saya memaknai ‘berilah dirimu dibaptis’ disini bukan hanya dengan baptisan bayi yang sudah saya terima, tetapi juga dengan meninggalkan cara hidup saya yang lama dan bersekutu dengan cara hidup yang baru. Cara hidup yang lama yaitu cara hidup yang masih saja berkompromi dengan dosa, sedangkan cara hidup yang baru adalah cara hidup yang menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.  Bagaimana hidup bersama Yesus Kristus itu? Yaitu hidup dengan melaksanakan perintah-perintahnya. Hidup dalam kasih-Nya. Cara hidup baru ini lah yang terus-menerus hingga saat ini saya perjuangkan.

Kini pertanyaannya adalah “Bagaimana Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih menanggapi seruan Yohanes Pembaptis tersebut?”. Silahkan Bapak-ibu, Saudara-saudari terkasih merenungkan dan merefleksikan dalam kehidupan pribadi Bapak-ibu dan Saudara-saudari masing-masing.

Semoga melalui permenungan dan refleksi akan seruan Yohanes Pembaptis, kita dapat menghadirkan Yesus Kristus dalam hati kita, dan terlebih dapat menyatukan setiap gerak langkah kehidupan kita sehari-hari dengan kasih-Nya yang menyelamatkan.  Dengan demikian kita akan menyambut natal dengan penuh sukacita. Amin.

Berkah Dalem

Yulius Supriyana

Lingk. St. Paulus

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.