RENUNGAN

Sikap Melayani Tuhan

Hari Minggu Biasa XXXII (7 November 2021)

1Raj. 17:10-16; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Ibr. 9:24-28; Mrk. 12:38-44

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk 12:44)

Bapak/Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Yesus Kristus.

Orang beriman yang menerima  baptis mempunyai tugas melayani Tuhan. Melayani Tuhan merupakan persembahan hidup yang sungguh mulia apabila dilakukan dengan sikap hati yang tulus. Injil minggu ini, menyampaikan dua bagian cerita pengalaman hidup orang beriman. Bagian pertama, Yesus bercerita tentang sikap dan perilaku para ahli Taurat. Mereka adalah guru agama bahkan juga penasehat di masyarakat Yahudi. Sebagai seorang guru agama yang mengerti tentang ajaran Tuhan dan perintah-perintahTuhan, tentunya mereka dapat menjadi teladan hidup bagi banyak orang dan mengasihi orang lain. Mau menjadi penolong bagi orang lain. Menghibur orang yang letih-lesu. Membawa orang-orang tersesat ke jalan kebenaran. Membantu kaum lemah dan miskin. Tetapi mereka tidak melakukan, melainkan justru menindas ‘janda-janda’. Bahkan mereka suka tampil beda, suka duduk di depan di tempat terbaik.  Minta dihormati dan diistimewakan.  Mereka suka berdoa yang panjang-panjang di depan banyak orang, supaya dianggap orang yang taat kepada Tuhan.  Yesus mengecam keras sikap dan perilaku para ahli taurat ini,  “Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” (Mrk 12:.40). Karena mereka sebagai guru tidak memberikan teladan yang benar. Mereka  lebih mengutamakan keduniawian; mencari kedudukan, pujian dan ketenaran.   Mereka minta ditinggikan, akan tetapi suka merendahkan orang yang lemah dan miskin. Mereka pandai menjadi guru untuk orang lain, tetapi tidak pandai menjadi guru untuk diri sendiri.

Bagian kedua, Yesus memuji seorang janda miskin memberikan seluruh harta miliknya untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Mengapa Yesus memuji janda miskin? Dalam bacaan pertama, diceritakan  janda miskin dari Sarfat  bertemu  dengan Nabi Elia.  Elia melewati daerah Sarfat yang sedang dilanda kemarau panjang, penduduk di sarfat banyak yang mengalami kelaparan. Pada saat Elia memasuki gerbang kota ia bertemu seorang Janda. Kepada Janda itu, Elia  meminta secangkir air untuk minum dan minta dibuatkan sepotong roti bundar kecil. Si Janda  ragu-ragu mau mengabulkan permintaan Elia, karena tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli-buli yang ia miliki hanya cukup untuk sekali makan bersama anaknya. Tetapi Elia meyakinkan si Janda, bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan untuk si janda dan anaknya.  Tepung dalam tempayan  dan minyak dalam buli-buli itu tidak akan habis sampai musim penghujan tiba.  Lalu si janda pun membuat sepotong roti bundar untuk Elia. Dan benar saja perkataan Nabi Elia, tepung dalam tempayan dan minyak dalam buli itu tidak pernah habis (1 Raj: 17:10-16). Janda dari Sarfat ini adalah seorang kafir. Tetapi, karena ia percaya dengan perkataan Nabi Elia. ia menjadi seorang beriman. Berkat  iman si janda,  ia dan anaknya diselamatkan dari kelaparan  Berkat imannya, ia berani berbagi dengan Elia, memberikan seluruh rejekinya yang miliknya demi kepentingan orang lain. Inilah sikap orang beriman yang sejati.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Dari cerita Injil diatas, telah digambarkan dua sikap hidup orang beriman. Pertama, digambarkan sikap seorang beriman yang mencari kepentingan diri sendiri. Ia mengerti ajaran Tuhan, mengerti perintah-perintah Tuhan. Ia pandai menjadi guru untuk orang lain, pandai menasehati orang lain. Tetapi sikap dan perilakunya tdk mencerminkan seorang beriman. Tujuannya hanya untuk mencari kepentingan diri sendiri.

Kedua, digambarkan sikap seorang beriman yang tulus menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan. Contoh janda dari Sarfat dan janda dari Yerusalem. Mereka berdua telah menjadi teladan orang beriman yang benar. Demi untuk melayani Tuhan mereka tidak berpikir untung dan rugi, atau kepentingan  diri sendiri, melainkan yang mereka utamakan adalah kepentingan untuk orang lain.  Dan dari kisah ini ada hal yang sangat bagus untuk direnungkan:  seorang janda miskin biasanya  menerima pemberian dari orang lain bukan  memberi untuk orang lain. Tetapi janda dari Sarfat dan janda dari Yerusalem itu,  mereka justru memberi dari kemiskinannya, memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh rejekinya, mereka persembahkan untuk Tuhan dan untuk sesamanya. Karena itulah Yesus memuji janda miskin yang memberikan persembahan untuk Tuhan.

Bapak-Ibu, Saudara-saudari terkasih di dalam Tuhan Yesus.

Dari Bacaan Pertama dan Injil, telah ditampilkan dua sikap orang beriman dalam kehidupan bersama.   Pertama, sikap orang beriman yang seperti ahli taurat, selalu ingin  tampil beda, ingin duduk di depan, ingin dihormati. Ingin menjadi guru bagi orang lain, tetapi tidak mau menjadi guru untuk diri sendiri. Sikap yang suka merendahkan orang yang lemah dan miskin. Tujuan pelayanannya hanya untuk mencari  popularitas dan  kepentingan  diri sendiri. Tuhan berpesan, hati-hatilah (ay 38) dengan para ahli-ahli taurat ini. Mereka ini pasti akan menerima hukuman berat (ay 40) .

Kedua, sikap orang beriman si janda miskin yang begitu tulus mempersembahkan hidupnya untuk Tuhan. Tulus memberi untuk sesamanya.  Sikap orang beriman seperti  janda miskin inilah yang dipuji oleh Yesus. (ay,43)

Marilah kita melihat sikap iman kita yang sebenarnya, sikap iman si ahli taurat atau sikap iman si janda  miskin?

Tuhan memberkati kita

DY. Chandra Heng

Lingk, St. Mikael

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.