RENUNGAN

Aku : Katolik ‘lip-service’…(??)

Hari Minggu Biasa XXIV (12 September 2021)

Yes. 50:5-9a; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Yak. 2:14-18; Mrk. 8:27-35.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikut Aku” (Mrk 8:34b)

Bapak/Ibu, Saudara/I yang dikasihi Tuhan.

Injil yang kita dengar hari ini mengisahkan bagaimana cara Yesus memanggil 12 murid. Ada yang nelayan, pemungutan cukai bahkan ada yang (kemudian) mengkianati-Nya. Apa artinya bagi kita yang membaca/mendengar sabda dan cara Yesus tersebut?  Dalam permenungan saya, pertanyaan tersebut terjawab dalam Bacaan ke-2 (Yak 2:17) “…Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya mati”. Yesus memanggilku apa adanya, walaupun diriku lemah dan penuh dosa. Tuhan Yesus hanya menjanjikan kehidupan kekal. Dia tidak menawarkan kemewahan duniawi atau pun memberikan penderitaan jasmani; Yesus mau  agar kita MAU mengikuti-Nya, tanpa paksaan, tanpa intimidasi (Mat 8:34-35)

Dengan Sakramen Baptis kita telah diakui dan bersekutu dengan Allah Bapa. Bahwa dalam pejiarahan hidup kita sering jatuh dalam dosa atau berpaling dari jalan yang telah ditunjuk-Nya, itu karena kita semata mengandalkan tenaga, pikiran yang badaniah saja. “….karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan….” (Kol 2:12)

Kata Petrus “Bukankah Engkau Mesias” ? (Bdk: Mrk 8:29). Kita pun sering terjebak demikian. Kita dipilih dan dipanggil mengikuti Yesus untuk memahami kehendak-Nya serta melaksanakan ajaran-Nya sesuai rahmat yang telah diberikan kepada kita. Agar kita tumbuh dan menjadi pribadi KATOLIK yang MAU menjadi penyalur berkat dan kasih-Nya. Bukan Katolik lip-service belaka.

Bapak/Ibu, Saudara/I yang dikasihi Tuhan.

Beberapa waktu yang lalu saya dinyatakan positif terpapar covid-19. Praktis sebulan lebih saya dominan di rumah saja/isolasi. Selain agar saya dapat lebih memulihkan kesehatan diri, juga terutama agar saya tidak menjadi pengantar virus tersebut kepada orang lain.

Selama masa isolasi selain didoakan, kami banyak mendapat support, perhatian baik dari keluarga, lingkungan sekitar serta lingkup gereja. Sungguh luar biasa perhatian dan rasa solider yang kami terima. Saya percaya bahwa rasa solider ini pun adalah cara dan kasih Allah; yang adalah perwujudnyataan iman dan kasih. “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yoh 12:24).

Pengalaman kasih tersebut menggelitik hidup rohani dan pelayanan saya. Bahwa saya yang telah menyatakan diri sebagai pengikut dan rela mengikuti Yesus seharusnya menumbuh-kembangkan  komitmen nyata demikian serta siap berkorban dengan melibatkan dan menghadirkan kuasa Tuhan dan membiarkan hanya Dia yang berkarya. Tidak mudah namun saya harus percaya proses, karena: “Sungguh, Tuhan Allah menolong aku….” (Yes 50:9a)

Iman, harap dan kasih akan tumbuh dari dalam diri kita sendiri seiring berkembangnya kehidupan kerohanian dan kerasulan yang kita hayati, renungkan dan laksanakan seturut sabda-Nya. Maka kita tidak akan terjebak dalam narasi verbal semata dan bukan menjadi Katolik yang hanyalah ‘lip-service’. “….dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.“ (Yak 2:18b)

“Tuhan yang Mahakuasa dan Mahapengasih, bukalah hati dan pikiranku agar cahaya kasih-Mu meraja dalam jiwa ragaku; agar api cinta-Mu bersinar menerangi jalan-jalanku. Buatlah agar iman, harap dan kasih kepada-Mu bertumbuh dan aku semakin menjadi pribadi yang altruis, solider dan nyata apa adanya seturut kehendak-Mu; karena Putra-Mu adalah sungguh Sang Mesias penyelamat dunia sekarang dan selamanya. Amin”.

Berkah Dalem

Yulius Yerry Wenur

Lingk. St Agustinus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.