AKTUALIA

Rekoleksi Tim Liturgi Sanyos

Dinamika Tim Liturgi dalam Bingkai Kamera

Di masa pandemi ini kegiatan liturgi mengalami banyak perubahan, harus memenuhi standar protokol kesehatan, baik petugas liturgi, umat,  tempat dan sarana prasarana, serta mekanismenya. Dalam menerapkan protokol kesehatan,  banyak aturan yang harus dibuat untuk menjaga keamanan dan kesehatan bersama, agar terhindar dari covid-19.  Diantaranya : untuk mengikuti misa, harus mendaftar melalui google form, memakai masker, cek suhu, cuci tangan sebelum masuk gereja, membawa hand sanitizer. Petugas liturgi dan umat yang mengikuti misa, dibatasi usianya sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

Rekoleksi Tim Liturgi : Servite Dominae in Laetitia (Layanilah Tuhan dengan Sukacita)

Tim liturgi dalam pelayanan, banyak mendapat tantangan, kritikan, apalagi dengan banyaknya aturan dalam menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu diperlukan pelayanan yang tulus, total, penuh kesabaran , kerendahan hati, serta semangat yang tinggi, dan sukacita.

Agar dapat melakukan pelayanan dengan sukacita, dan membangun semangat kebersamaan, Tim liturgi mengadakan Rekoleksi bersama yang juga diikuti Tim Google Form, Tim Live Streaming dan Tim Multi Media pada hari Minggu, tanggal 13 Juni 2021, dari jam 09.00 – 13.30 di Hening Griya, dengan tujuan meningkatkan spiritualitas dan menyatukan persepsi dalam pelayanan.

Dalam rekoleksi tersebut Pastor Yohanes Emanuel Krobi Toby, MSC atau yang dikenal dengan Romo Elton, berkenan memberikan materi dengan judul Servite Dominae in Laetitia ( Layanilah Tuhan dengan Sukacita). Dalam materi tersebut sebagai Tim Liturgi Paroki Santo Yosep diingatkan dan semakin dikuatkan bahwa kita pelayan bukan pekerja. Beberapa Perikop Injil yang diambil oleh Romo Elton sebagai dasar pelayanan adalah :

  • Apakah yang kamu cari? (Yoh 1:38). Inti yang dipetik adalah menemukan TUHAN dalam tugas pelayanan.
  • Apakah engkau mengasihi Aku? (Yoh 21: 15-17). Inti yang dipetik adalah bahwa Kasih merupakan dasar pelayanan.
  • Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah serigala…(Luk 10:3). Inti yang dipetik adalah resiko kemuridan.
  • … karena Engkau menyuruhnya, akan menebarkan jala juga (Luk 5:5). Inti yang dipetik adalah ketaatan dan kepercayaan pada penyertaan Allah.
  • Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang (Luk 11:36). Inti yang dipetik adalah Menjadi cahaya dan penyuluh bagi sesama menemukan Tuhan dalam tugas pelayanan.

 Dinamika Kelompok dan Sharing

Dalam dinamika kelompok, peserta rekoleksi diajak ke taman, dimana Romo Elton sudah menyiapkan banyak kartu bergambar dan tulisan-tulisan. Tiap peserta diminta mengambil maximal 2 kartu atau tulisan untuk disharingkan dalam kelompok. Hasil sharing tiap kelompok , bahwa dalam pelayanan sebagai Tim Liturgi, dibutuhkan kegigihan, pengabdian yang tulus, saling melengkapi, bersandar pada Tuhan, Fokus, saling bekerjasama, bersyukur, belajar berproses dalam tugas, bersikap adil, menerima orang lain, regenerasi, suka cita, bisa menjadi terang, antusias dan saling mengampuni bila terjadi kesalahan.

Pelayan, bukan Pekerja

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Romo Elton dalam rekoleksi ini adalah :

  • Bila saya melakukannya untuk mendapatkan nafkah, itu pekerjaan! Bila saya melakukannya untuk Tuhan, itu pelayanan!
  • Bila saya keluar karena ada yang mengkritik, itu pekerjaan! Bila saya terus bekerja sekalipun dikritik habis-habisan, itu pelayanan!
  • Bila saya berhenti karena tidak ada yang berterimakasih, itu pekerjaan! Bila saya terus bekerja sekalipun tidak pernah dikenal siapapun, itu pelayanan!
  • Bila yang saya pikirkan adalah sukses, itu pekerjaan! Bila yang say pikirkan adalah kesetiaan, itu pelayanan!

Gereja yang biasa-biasa saja dipenuhi dengan anggota yang bekerja. Gereja yang luar biasa dipenuhi dengan anggota yang melayani.

Kesan, Pesan dan Harapan

Dinamika yang terjadi selama kegiatan rekoleksi rupanya memberikan kesan tersendiri bagi peserta. Berikut beberapa peserta yang memberikan kesannya :

  • Sangat berkesan dengan materi dari Romo Elton
  • Semakin bersemangat untuk melayani, ibarat baterai di charge kembali, bisa melepaskan penat dengan rekoleksi rasa piknik, bisa belajar dari sesama dan alam semesta untuk meningkatkan pelayanan kepada Tuhan dan sesama demi kemuliaan Tuhan.

Sementara pesan yang disampaikan oleh peserta diantaranya adalah bisa menjadi contoh yang baik, mampu menampakkan wajah Tuhan, berharap kegiatan   rekoleksi dapat dilaksanakan 1x setahun dan lebih banyak yang terlibat.

Dari kegiatan ini juga muncul secercah harapan : semoga apa yang kita dapat dalam  rekoleksi ini,  dapat menumbuhkan rasa kasih dan semangat kita semua dalam melayani Tuhan dan sesama.

Berkah Dalem.

Penulis

Maria Magdalena Suspriyanti L

Timker Prodiakon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.