RENUNGAN

Biji Iman

Hari Minggu Biasa XI (13 Juni 2021)

Yeh. 17:22-24; Mzm. 92:2-3,13-14,15-16; 2Kor. 5:6-10; Mrk. 4:26-34

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan ditanah. Memang biji itu yang paling kecil diantara segala jenis benih yang ada di bumi” (Mrk 4:31)

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Sejak pandemi tiba lebih dari satu tahun yang lalu, mobilitas keluar rumah dikurangi. Orang  lebih banyak beraktifitas dirumah. Hal ini membuat banyak orang merasa boring dan jenuh. Untuk menghilangkan keboringan dan kejenuhan akhirnya orang beraktivitas ke hal-hal yang baru misalnya bercocok tanaman, yang hampir dulu tidak pernah dilakukan tetapi sekarang menjadi hal yang menyenangkan. Bahkan aktivitas baru ini dapat menjadi lumbung pangan rumah tangga. Proses menanam tumbuhan membutuhkan kesabaran karena prosesnya yang lama mulai pembibitan,  pindah ke media yang lebih luas, penyiraman, pemupukan, mencabut gulma dan penyemprotan hama secara organik. Hal ini dilakukan dengan ketekunan untuk menghasilkan bunga yang cantik atau buah yang maksimal.

Minggu ini Yesus mengajarkan kita tentang kerajaan Allah lewat perumpaman menabur benih ditanah. Bibit atau biji sesawi yang dipakai Yesus sebagai perumpamaan  teramat kecil tapi menghasilkan pohon dengan ranting-ranting dan cabang-cabang  yang dapat digunakan sebagai tempat dimana burung-burung membangun sarangnya, menjadikan sebagai sumber kehidupan.

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Kerajaan Surga atau kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman yang bersifat duniawi, tetapi segala sesuatu yang berhubungan dengan kebenaran firman Tuhan yang membawa damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kerajaan Allah tidak dapat dikendalikan oleh manusia, seperti benih yang tumbuh dengan sendirinya, demikianlah  kerajaan Allah kelak akan tampak dengan sendirinya dengan proses iman yang panjang. Kerajaan itu akan berkembang dan menjadi tempat dimana semua umat yang percaya berkumpul dan tinggal di dalam Tuhan.

Dari bacaan Injil yang kita dengar hari ini, marilah kita refleksikan beberapa hal berikut:

1.     Kita telah dibangun dengan iman sebesar biji sesawi, yang artinya iman kepada Yesus sang pencipta. Siapapun yang percaya kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat lewat baptisan Allah Bapa, Putra dan Roh kudus berarti ia telah memiliki iman sebesar biji sesawi. Berbeda dengan iman kepada diri sendiri, dimana kita terlalu percaya bahwa hanya kita yang mampu mengerjakan dan mampu mengubah situasi.

2.     Kita menemukan bahwa diri manusia penuh dengan kesombongan, keangkuhan dan selalu menyatakan dirinya benar dan paling hebat. Keangkuhan ini membuat kita kadang meninggalkan Tuhan sebagai Pencipta dunia dan segala isinya.  Manusia lebih menggunakan kepandaiannya dan berpikir secara rasional daripada iman kepada Tuhan.

3.     Allah penuh kuasa, tetapi berkarya dimulai dari hal yang kecil dan sederhana dan menghasilkan sesuatu dengan luar biasa dan ajaib.

4.      Manusia bersifat tidak sabar, mau cepat atau instan. Kenyataannya biji sesawi memerlukan waktu yang lama untuk bertumbuh menjadi pohon yang besar dan menghasilkan. Paulus dalam Roma 12:3 mengatakan bahwa iman adalah anugerah Allah yang diberikan kepada semua orang. Setiap orang memiliki iman, tetapi hanya mereka yang mau menyirami dan memeliharanya, yang akan bertumbuh besar imannya.

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Kita adalah umat Allah dengan bibit yang unggul dan pilihan, hati ini tempat biji sesawi ditaburkan. Marilah kita menyirami dan memeliharanya penghayatan iman dan sharing iman kepada orang lain, sehingga iman kita terus semakin bertumbuh dan berkembang, yang akhirnya menghasilkan buah.  Dengan demikian keberadaan kita menjadi berkat bagi sesama dan kita dapat hidup di dalam kerajaanNya.  Amin.

Berkah Dalem

Laurensia Moerdaninggar S

Lingk. St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.