RENUNGAN

Estafet Kasih

Hari Minggu Paskah VI (9 Mei 2021)

Kis. 10:25-26,34-35,44-48; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; 1 Yoh. 4:7-10; Yoh. 15:9-17

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yoh 15:9)

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Semasa kita sekolah dulu, ada pelajaran olahraga tentang “Lari Estafet”. Dalam olahraga ini, satu team terdiri dari beberapa orang. Setiap anggota team berdiri dengan jarak yang sudah ditentukan.  Orang pertama yang akan melakukan start, membawa tongkat kecil dan memberikan tongkat tersebut kepada orang kedua. Orang kedua akan meneruskan lari dan memberikan tongkat kepada orang ketiga, begitu seterusnya hingga ke orang terakhir dan finish. Yang pernah mengalami pasti mempunyai kenangan dan mengalami suka cita dan bergembira. Saat memegang tongkat kita melakukannya dengan perasaan penuh senang, suka cita dan semangat untuk segera menyelesaikannya, serta menjadi pemenang.

Merenungkan dan merefleksikan bacaan Injil hari ini yang diambil dari Yohanes 15:9-17, rupanya kita adalah satu tim bersama Allah Bapa, Tuhan Yesus dan sesama. Kita yang telah dibaptis menjadi warga kerajaan Allah, mendapat tugas perutusan untuk terlibat dalam meneruskan “kasih” yang datang dari Allah Bapa di surga, yang kita terima dari Yesus Kristus PutraNya yang tunggal yang dikasihiNya. Seperti halnya lari estafet, Yesus menghendaki agar kita mempunyai dan merasakan kasih-Nya. Kita pegang, tinggal dan hidup dalam kasihNya itu. Dan kasih yang kita terima dan hidupi akan semakin kita rasakan kehangatannya dan buah-buahnya, jika kasih itu kita bagikan kepada keluarga, orang-orang disekitar kita, dan sesama. Inilah perintah yang kita terima dari Tuhan Yesus untuk melaksanakan “Estafet Kasih”. “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.” (Yoh 15:17).

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Apa yang terjadi kalau kasih yang sudah kita peroleh dari Tuhan tidak kita lanjutkan/estafetkan kepada orang lain? Dalam Injil Yoh 15:17 sudah sangat jelas supaya kita saling mengasihi. Itu perintah Yesus, jika kita tidak melaksanakan perintah tersebut maka yang kita peroleh bukan suka cita, damai dan ketentraman, tapi malah sebaliknya. Mungkin kita akan merasa egois, mudah marah, tersinggung dan mutungan. Paling tidak itulah yang pernah saya alami dalam kehidupan keluarga saya.

Beberapa hari yang lalu saya mengalami “komunikasi yang tersendat” dengan anak dan istri. Ada perasaan marah dan mudah tersinggung. Apa yang dilakukan anak dan istri semuanya salah di depan dan ‘di mata’ saya. Dalam hal ini saya telah menciptakan neraka dalam keluarga tercinta saya.  Puji Tuhan, dalam perjalan waktu, Tuhan membisikkan kata-kataNya lewat doa saya.  Bahwa saya harus berkorban dengan melepaskan emosi saya kepada anak dan istri saya. Itu yang saya lakukan, saya melakukan rekonsiliasi dengan anak dan istri saya. Hasilnya …. kami bisa merasakan kedamaian, sukacita. Pekerjaan yang begitu banyak dan capai, namun karena kami lakukan bersama-sama, tidak menjadi beban. Semua selesai dengan suka cita.

Yesus telah memberikan teladan yang luar biasa kepada kita, yang rela memberikan nyawanya untuk kita karena kasihNya yang begitu besar kepada kita. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yoh 15:13).

Bapak/Ibu, Saudara/I Sahabat Yesus terkasih.

Marilah kita refleksikan dalam kehidupan kita masing-masing. Sudahkah kita mewujudkan kasih yang kita terima cari Tuhan Yesus secara cuma-cuma itu dalam hidup kita sehari-hari? Sudahkah kita berbagi kasih bagi orang-orang disekitar kita, bagi sesama? Semoga Kasih Kristus benar-benar kita nyatakan dalam kehidupan kita. Semoga kata-kata “aku mengasihimu” bukan hanya menjadi slogan/kata-kata kosong belaka dalam kehidupan kita.

Marilah kita berdoa kepada Bapa yang penuh kasih, yang telah mencurahkan kasihNya yang begitu besar kepada kita, supaya kita dimampukan untuk menjadi saluran berkat dengan menyalurkan kasih kepada orang-orang disekitar kita dan sesama. Amin

Berkah Dalem

Yohanes Suwasno

Lingk. St. Agustinus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.