RENUNGAN

Bertekun Dalam Doa dan Menebar Kasih ‘ntuk Sesama

Hari Minggu Biasa XXX (25 Oktober 2020)

Kel. 22:21-27; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; 1Tes. 1:5c-10; Mat. 22:34-40.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“… Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Mat 22:37-39)

Bapak/Ibu, Saudara/i sahabat Yesus terkasih.

Bacaan-bacaan yang kita dengar hari ini mengingatkan dan mengajak kita untuk melaksanakan kedua hukum kasih yaitu mengasihi Tuhan Allah melebihi segalanya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Dalam bacaan pertama dicontohkan bagaimana kita mengasihi sesama kita dengan tidak menindas janda atau anak yatim. Janda dan anak yatim adalah gambaran sesama kita yang menderita. Dan rasanya kita tidak asing lagi dengan kata-kata “doa orang teraniaya di dengar oleh Tuhan”.  “Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau sampai menindas mereka ini, pasti Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit, dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga istrimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim”. (Kel 22: 22) 

Sementara Injil hari ini menyatakan dan menekankan arti “Kasih yang sesungguhnya, Kasih yang sejati dalam nama Tuhan”. Penerapan Kasih yang diajarkan oleh Yesus hingga saat ini masih sangat relevan dan tidak berubah.  Sebagai pengikut Yesus kita semua diharapkan oleh Yesus untuk menerapkan “Kasih yang sejati terhadap Tuhan dan sesama” dalam kehidupan kita sehari-hari baik di dalam keluarga, lingkungan, komunitas rohani, maupun komunitas di tengah masyarakat.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Memang menerapkan Kasih itu tidaklah  mudah. Terlebih ketika doa permohonan kita tidak dikabulkan Tuhan, kemudian kita harus mengasihi orang yang menyakiti kita. Perlu proses dan perjuangan dalam diri pribadi yang tidak ringan, bahkan memakan waktu lama agar bisa benar-benar memiliki “Kasih Sejati terhadap TUHAN dan sesama”. Menerapkan nilai-nilai kristiani yang benar tidaklah cukup hanya dengan berdoa, beribadah dan membaca sabda Tuhan,  tetapi kita juga dituntut untuk perduli terhadap sesama, supaya doa kita, ibadah kita, dan sabda Tuhan yang kita resapi, tidaklah sia-sia.

Ada satu hal yang bisa senantiasa kita sadari yaitu “Jangan sampai diri kita ini seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat”, yang senangnya memperkarakan peraturan-peraturan dunia tetapi dibuat seolah-olah itu peraturan dari Tuhan, sehingga mengabaikan untuk tidak menolong sesama dan tidak mau berbagi, karena lebih terfokus pada kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Ada kisah yang pernah saya alami, saat saya dan anak-anak siap-siap berangkat misa pagi di hari minggu, tiba-tiba ada teman saya yang telepon dan penting katanya. Dia minta tolong diantar ke Rumah Sakit karena anaknya sakit panas sekali dan sedikit kejang. Kemudian saya memutuskan membatalkan berangkat misa pagi itu dan bilang ke anak-anak “kita misa nanti sore saja, karena mama harus menolong teman mama”.  Begitulah pagi itu cepat-cepat saya meluncur ke rumah teman saya kemudian membawa anaknya ke UGD Rumah Sakit. Puji Tuhan anaknya segera ditangani Dokter dan selanjutnya anak teman saya bisa terselamatkan dan berangsur sembuh kembali.

Saya bersyukur kepada Tuhan masih bisa diberi kesempatan untuk menolong sesama, karena sebagai umat Kristiani saya harus memampukan diri untuk bisa lebih perduli kepada sesama. Supaya tidak sia-sialah ketika diri bertekun dalam doa, baca Sabda Tuhan dan mengikuti Perayaan Ekaristi setiap pagi, sehingga kita layak di hadapan Tuhan dan kelak bisa menjadi bagian dalam kerajaan Allah.

Semoga kita semua selalu bertekun dalam doa, bertekun dalam persekutuan, dan dalam terang Roh Kudus selalu dimampukan untuk berbagi dengan sesama sebagai perwujudan kasih kita. Amin.

Berkah Dalem

Atiek Wibisono

Legio Maria Regina Angelrorum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.