RENUNGAN

Menuju Titik Putih

Hari Minggu Prapaskah IV (22 Maret 2020)

1Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41 atau Yoh. 9:1,6-9,13-17,34-38.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” (Yoh 9:5)

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Hari-hari ini kita masih dibuat menjadi gelap (cemas, kuatir, takut) oleh adanya virus covid-19 atau virus Corona. Banyak teman, saudara, sahabat kita yang memborong kebutuhan pokok karena kawatir terhadap virus Corona. Sebagai manusia yang sudah menjadi sahabat Yesus, tentunya kita tahu dan mengikuti ajaran-Nya serta bersandar pada-Nya seperti yang Ia sabdakan: selama Aku ada di dalam dunia, Akulah terang itu” (Yoh. 9:5)

Jadi sebagai manusia kita memang harus tetap berusaha. Tapi sebagai umat beriman kepada Yesus Tuhan, kita harus menuju pada titik putih atau terang itu. Dan Yesus juga mengajak kita untuk memancarkan/ikut mengerjakan pekerjaan-Nya. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yoh 9:4). Jelas bahwa kita diajak dan bersama Tuhan untuk mewartakan kabar sukacita (siang hari) bukan malah sebaliknya mewartaka kabar dukacita (malam hari).

Dalam bacaan kedua surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus dikatakan dalam ayat 8 dan 9 : “memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran,” Paulus dengan gamblang menegaskan bahwa kita juga harus menjadi cahaya terang walaupun kecil, karena dengan kita membawa terang (jujur, taat dan penuh sukacita) maka kegelapan (takut, cemas, kawatir) tidak akan kelihatan/mendekat.

Dewasa ini dengan berkembangnya kemajuan tekhnologi yang pesat, informasi dengan mudah dapat kita peroleh dan kita bagikan. Maka kita harus memberikan informasi yang menyejukkan bagi semua orang kita, harus dapat memilah dan memilih mana yang baik (saring dulu, baru sharing). Ini juga sudah menjadi tindakan nyata kita dalam menjadi terang.

Bapak/Ibu, Saudara/i Sahabat Yesus terkasih.

Titik Putih-1Mari kita semua berbuat dan terus menjadi terang bagi orang lain. Kita belajar dari Injil Yohanes yang kita dengar hari ini bahwa kita semua dapat melihat bagaimana dengan iman/kepercayaan yang kuat orang buta dicelikkan hingga dapat menjadi melihat, sebaliknya orang-orang farisi karena kebutaan hatinya maka akan mendapatkan kesombongan diri dan tidak dapat melihat apa yang sudah diperbuat Yesus, bahkan adanya malah mencemooh tentang aturan aturan.

Semoga kita tidak buta oleh karena kesombongan kita tapi buta untuk melakukan dan melihat hal-hal negatif (gelap). “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa. Tetapi karena kamu berkata ‘Kami melihat, maka tetaplah dosaku” (Yoh 9:41). Semoga di dalam masa pertobatan ini kita lebih dapat dan menjadi terang bagi sesama. Dan menjadi buta oleh hal-hal yang jahat. Amin.

Marilah berdoa, ya Tuhan sumber segala terang. Mampukan kami dalam menghadapi kegelapan dunia ini, jadikan kami terang-Mu selalu. Amin.

Berkah Dalem

Yohanes Suwasno

Lingk. St. Agustinus

Kategori:RENUNGAN, Renungan Minggu

Tagged as: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.