RENUNGAN

Berdoa Dan Terus Berdoa

Hari Minggu Biasa XXIX – Hari Minggu Misi  (20 Oktober 2019)

Kel. 17:8-13; Mzm. 121:1-2,3-4,5-6,7-8; 2Tim. 3:14 – 4:2; Luk. 18:1-8.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Tetapi apabila Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8)

Bapak/Ibu, Saudara/i terkasih.

Doa-2Biasanya kita akan datang pada Allah Bapa saat kita mengalami kesulitan, dilanda persoalan / masalah yang menghimpit dan sudah tidak tahu jalan keluarnya. Kita akan berseru- seru kepadaNya, meminta pertolongan. Tetapi ada kalanya kita merasa seruan / doa-doa kita tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Kemudian kita mulai berpikir, bahwa doa kita tidak didengar, bahwa Allah tidak peduli dengan kita, padahal kita sudah berdoa setiap hari. Pertanyaannya adalah “Apakah benar bahwa Allah tidak peduli? Apakah Allah tidak mendengar?” Yesus mengatakan supaya jangan jemu-jemu berdoa. Jadi sampai kapan kita berdoa?

Suatu ketika saya pernah mengalami sakit kepala seperti vertigo. Saya sudah minum obat, sudah pijat / kerikan, sudah istirahat tiduran dan sudah berdoa dan didoakan. Tapi belum sembuh juga. Saya berdoa terus berulang-ulang minta tolong. Seolah-olah kalau tidak diulang-ulang Allah tidak memperhatikan. Kemudian dalam doa saya yang kesekian, tiba- tiba saya teringat perumpamaan seperti dalam perikop tadi. Saya merasa seperti janda itu yang bolak balik meminta. Dan saya juga teringat akan ayat yang menyebutkan, “Tetapi apabila Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8)

Menjadi renungan saya kemudian, justru karena Allah sangat peduli maka Dia mengutus PuteraNya. Yesus adalah wujud nyata bukti kepedulian Allah. Di dalam Dia kita dibenarkan. Tidak hanya itu, di dalam Dia kita diberi kuasa. Jika demikian apakah doa saya salah? Saya tiba-tiba merasa malu. Saya berdoa hanya mengeluh dan minta, sungguh sempit!  Dimanakah iman? Bukankah Yesus telah datang dan membekali kita dengan kuasa? Saya seharusnya menyadari dan tidak takut, karena tenaga dan kuasa Kristus sudah diberikan kepada saya,  lewat sakramen- sakramen yang telah saya terima, lewat berkat-berkat dalam berbagai kesempatan.

Bapak/Ibu, Saudara/i terkasih.

Atas permenungan diatas maka saya sadar bahwa dalam berdoa seharusnya bukan melulu tentang keluhan, karena sebenarnya Bapa di surga sudah tahu yang saya alami tanpa saya mengatakannya. Akhirnya kuulangi doaku dengan ucapan syukur dan dengan meneguhkan iman bahwa di dalam nama Yesus yang empunya kuasa itu, aku pasti sembuh. Dengan bersyukur itu berarti aku percaya sepenuhnya bahwa hidupku ada dalam kendaliNya.

Ya Tuhan Yesus, aku mau percaya sepenuhnya kepadaMu. Ingatkan aku untuk senantiasa bersyukur dalam segala hal. Amin.

Berkah Dalem

Natalia Anie
08112609996
Lingk St Lusia

Renungan terbaik 2 lomba menulis renungan dalam rangka BKSN 2019 Paroki Santo Yosep Purwokerto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.