RENUNGAN

Kasih Itu Memberi

HARI MINGGU PASKAH V (19 Mei 2019)

Kis. 14:21b-27; Mzm.145:8-9,10-11,12-13ab; Why. 21:1-5a; Yoh. 13:31-33a,34-35

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Aku memberi perintah baru kepada kamu yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh 13:34)

Bapak/Ibu dan sahabat-sahabat Yesus yang baik.

Kasih-2Ayat ini mengingatkan saya pada video yang dikirim oleh seseorang ke WA saya. Video itu mengisahkan seekor induk anjing yang kebingungan di tepi jalan raya. Pada saat itu lalu lintas di jalan raya tersebut sangat ramai. Induk anjing tersebut bingung karena anaknya tergeletak tertabrak kendaraan di tengah jalan. Mungkin jika ia bisa berkomunikasi dengan manusia, ia ingin minta tolong. Induk anjing tersebut sangat sedih karena tidak tak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muslimat berkerudung tergerak hatinya, dia menyeberang jalan, mendekati anak anjing yang tergeletak, lalu menggendongnya dan dibawa ke tepi jalan dekat induknya. Mengapa ibu yang muslimat itu mau menggendong anak anjing? Padahal anjing hanya binatang dan dapat membuat najis sehingga harus dijauhi. Saya mencoba merenungkan motivasi apa yang mendorong ibu tersebut berbuat demikian. Saya rasa tidak lain hanya karena iba, kasihan. Dan inilah yang membuat ibu tersebut melaksanakan perbuatan kasih terhadap anjing tersebut.

Bapak/Ibu dan sahabat-sahabat Yesus yang baik,

Injil yang kita dengarkan hari ini berbicara tentang perintah baru yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Perintah baru tersebut supaya para murid saling mengasihi satu sama lain. Kasih menjadi kata kunci dalam perintah Yesus ini. Karena ini sebuah perintah maka sudah semestinya dipatuhi dan dilaksanakan oleh para murid. Mengapa Yesus memerintahkan demikian? Yesus menghendaki supaya hidup para murid yang saling mengasihi satu sama lain ini menjadi model hidup para murid. Menjadi ciri khas kehidupan para murid. Dengan kekhasan ini maka para murid akan dikenal sebagai murid-murid Yesus. Kasih harus menjadi ciri khas para pengikut Yesus.

Bapak/Ibu, sahabat-sahabat Yesus

Kita adalah murid-murid dan pengikut Yesus, maka perintah baru Yesus inipun juga berlaku untuk kita. Kasih adalah sebuah tindakan bukan hanya slogan. Pertanyaan refleksi untuk kita adalah bagaimana kita menyatakan kasih itu sebagai sebuah tindakan dan melekat pada kehidupan kita sehingga menjadi kekhasan kita dalam hidup di tengah masyarakat? Bagaimana kepekaan kita untuk mengulurkan tangan, kepekaan kita untuk menahan emosi, kepekaan kita untuk menciptakan suasana damai.

Tuhan Yesus sudah lebih dulu memberikan kasih yang sangat luar biasa kepada kita. Dia rela sengsara, disalib dan wafat karena kasihNya kepada kita.  Kini Tuhan memberikan perintah supaya kita menghadirkan karakter Allah lewat tindakan penuh kasih. Kasih bukan tindakan timbal balik. tapi kasih adalah memberi. Mari kita jadikan kasih sebagai sebuah tindakan dan ciri hidup kita.

Berkah Dalem.

Melania Moertrini

Lingk. St. Paulus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.