DINAMIKA

Meneladan Kemartiran St. Yakobus

Perayaan Ekaristi Peringatan Santo Pelindung

Pada tgl 7 Mei 2019, umat Lingkungan St. Yakobus mengadakan Perayaan Ekaristi Santo Pelindung. Dalam kalender liturgi, Pesta St. Yakobus tepatnya diperingati pada tgl 3 Mei, bersama dengan St. Filipus.

Meskipun hujan deras menguyur tempat kami, tak patah semangat kami untuk tetap berangkat ke rumah Bu Yohanes di mana perayaan ekaristi diselenggarakan. Sebelum perayaan ekaristi, umat mengawali dengan Doa Rosario. Itu menjadi komitmen, sebelum kegiatan lingkungan dimulai, terlebih dahulu diawali doa rosario. Semoga komitmen ini bukan hanya selama bulan Maria, tetapi bisa terwujud sepanjang kegiatan lingkungan dilaksanakan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Kristiadji, MSC dan dihadiri kurang lebih 35 umat St. Yakobus dan tamu dari lingkungan St. Markus.

Dalam perayaan ekaristi, anak-anak ikut hadir. Kaum muda juga terlibat dalam tugas liturgi seperti koor, bacaan, organis dan doa umat.

“Perayaan Ekaristi ini adalah undangan Tuhan sendiri”, begitu Romo Kris sampaikan dalam homilinya. “Apakah kita menanggapi undangan tersebut ? Bila kita tanggapi undangan Tuhan, pasti ada hal baru yang dapat menjadi inspirasi untuk hidup kita. Seperti halnya kita membaca Alkitab, misalnya dengan metode ABC (Ambil, Baca, Cintai). Walaupun sudah berulang kali kita mendengar atau membaca perikop yang sama, pasti mendapatkan inspirasi yang berbeda atau baru. Tak akan ada habisnya inspirasi yang dapat kita gali dari perikop KS. Itu bisa terjadi karena teks atau kalimat dalam Kitab Suci merupakan Sabda yang hidup.”

Teladan kemartiran

Kami, umat Lingkungan St. Yakobus diingatkan kembali tentang kemartiran St. Yakobus. Dia mewartakan kabar sukacita sampai di Asia, bahkan rela mengorbankan dirinya, dibunuh di India. Mengapa St. Yakobus mau mewartakan kabar sukacita sampai ke negeri yang jauh dan wafat sebagai martir? Itu karena iman dan cintanya akan Kristus yang bangkit dan menganugerahkan kehidupan kekal.

Lalu ada, yang menarik bagi saya, waktu Romo Kris menanyakan apa bedanya martir dan teroris, padahal mereka sama-sama mati karena keyakinan imannya. Beberapa saat umat terdiam, memikirkan jawabannya.

Baru setelah diajukan pertanyaan berikutnya kami dapat menemukan jawabannya. “Untuk apa dan siapa mereka mati?” tanya  romo Kris. Umat dapat menemukan perbedaannya: teroris mati bunuh diri (meledakkan bom bunuh diri) bahkan tega melukai dan membunuh orang lain yang dianggap sah untuk dibunuh demi kepentingan dirinya sendiri agar masuk surga. Sedangkan martir rela dibunuh (bukan bunuh diri) demi membela kebenaran iman. Mereka mati seperti biji yang jatuh ke tanah dan mati lalu bertumbuh serta menghasilkan banyak buah. Tujuannya bukan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi agar nama Tuhan semakin dimuliakan, kabar keselamatan diwartakan dan sukacita dialami oleh banyak orang.

Kematian itu menjadi persembahan diri, dipersatukan dengan derita dan wafat Yesus. Persembahan itu berkenan bagi Allah dan mendatangkan anugerah kehidupan kekal karena dibangkitkan bersama Kristus.

Bacaan harian tanggal 7 Mei juga mengisahkan bagaimana St. Stefanus dibunuh dengan cara yang keji karena setia pada imannya. Hari itu kami mendapatkan 2 contoh murid Yesus yang mendapatkan gelar santo dengan kemartirannya.

Refleksi atas pelayanan

Homili Romo Kris bisa dijadikan sebagai refleksi hidup. Kami yang terlibat pelayanan dan sibuk dengan berbagai kegiatan setiap hari, perlu bertanya diri: apa motivasi kami melakukan semua itu ? Apakah hanya untuk pengakuan dan kepentingan diri sendiri ? Kalau itu motivasinya, maka semua kesibukan itu sama saja kosong tak berarti. Pelayanan yang benar adalah yang digerakkan oleh motivasi untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Itu akan mendatangkan berkat bagi semua, termasuk bagi diri kita sendiri. Ada damai, sukacita, pertumbuhan iman, kemajuan dalam hidup dan sebagainya.

Misa Pelindung ling Yakobus-2

Umat Lingkungan St. Yakobus merayakan Ekaristi Pesta Santo Pelindung (070519)

Meski pelayanan kita tidaklah sempurna namun terus menerus kita lakukan sembari memurnikan motivasi. Selain itu pelayanan juga menjadi suatu wujud pertobatan kita. Mungkin ada yang bilang, “Ahh bertobatnya besok-besok aja. Sekarang kita mencari kepentingan diri sendiri dulu.” Atau ada yang berpikir, “Berbuat dosa yang banyak gak apa-apa, toh Tuhan Maha Pengampun.” Ya kalau sempat mohon ampun dan bertobat, kalau keburu dipanggil Tuhan bagaimana? Coba pikirkan, masih mau menunda? Itulah refleksi saya setelah mendengar homili romo.

Ada satu himbauan dari Romo Kris, supaya grup whatsapp lingkungan juga digunakan sebagai sarana diskusi dan sharing iman, bukan hanya informasi pengumuman latihan koor, pertemuan, dll yang sifatnya organisasional saja. Dengan diskusi dan sharing, wawasan dan penghayatan iman diharapkan semakin bertumbuh. Ketidaktahuan akan mendapat jawaban. Masih banyak lagi buah-buah dari homili Romo Kris yang kami dapatkan.

Pada saat berbahagia ini, kami juga bersyukur atas rahmat kehidupan salah seorang umat St Yakobus yang boleh menikmati usia 81 tahun, Ibu Bernadheta Sulastri. Bu Lastri menjadi contoh atau panutan bagi yang muda-muda. Dia selalu setia hadir di setiap kegiatan lingkungan. Doa kami untuk kesehatan dan kebahagiaan Bu Lastri.

Misa Pelindung ling Yakobus-8

Umat menyambut komuni suci agar semakin dipersatukan dengan Kristus dan gerejaNya, lalu siap diutus (070519)

Semoga umat lingkungan St. Yakobus, mampu meneladan perjuangan santo pelindung kami dalam mewartakan kabar gembira dan memuliakan nama Tuhan.

Selesai Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan ramah tamah yang menambah guyub rukun umat lingkungan St. Yakobus.

Semangat terus teman-teman…. Ingat…ingat… tugas kita belum selesai. Berkah Dalem.

Penulis:

Ibu Maylani

Maylani, Lingkungan St. Yakobus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.