RENUNGAN

Renungan Kamis Putih (Maundy Thursday)

Maundy Thursday

April 18, 2019

Renungan Kamis Putih oleh Antonius Galih Arga Pr

Misa Kamis Putih dalam Bahasa Inggris lama disebut Maundy Thursday. Entah mulai kapan istilah itu berubah menjadi Kamis Putih. Maundy berasal dari kata latin “Mandatum” yang berarti perintah atau mandat. Sebenarnya istilah itu lebih berarti: “nasehat untuk diteruskan atau diwariskan”. Kalau kita memiliki orang tua atau saudara yang akan meninggal, mereka akan memberi mandat: nasehat-nasehat terakhir yang menjadi warisan moral. Kita mengingat kata-kata mereka karena hal itu menjadi ciri atau pesan penting yang patut diteruskan pada anak cucu.

Mandat Yesus pada para murid terlihat dalam perintah untuk saling membasuh kaki. “Jikalau aku, Tuhan dan gurumu membasuh kakimu, maka maka kamu pun wajib saling membasuh kaki.” (Yoh 13: 14). Pembasuhan kaki adalah simbol. Makna utamanya adalah perintah kasih. Yesus mewajibkan para murid saling mengasihi dengan merendahkan diri. Kasih yang dilakukan Yesus dilakukan dengan mau melepaskan ego dan hasrat diri yang melebihi orang lain. Tak ada kasih tulus tanpa rendah hati!

“Ambil bagian” untuk dikasihi

Petrus menolak Yesus untuk dibasuh. Baginya, tak patut seorang Guru dan Tuhan merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid. Namun Yesus berkata, “Jika aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama aku.” (Yoh 13: 8b). Kata “mendapat bagian” dalam Bahasa Yunani adalah mepos. Mepos artinya terpisah, sendirian, tidak menjadi bagian dari keseluruhan.

Pembasuhan Kaki di Misa Kamis Putih II Sanyos

Pembasuhan kaki dalam Misa Kamis Putih II di Gereja St. Yosep Purwokerto (180419/foto: henrikusheni)

Yohanes dengan indah hendak mengatakan bahwa orang baru bisa mengasihi sesama seperti Yesus kalau dia dibiarkan dikasihi Yesus dahulu. Petrus tak mungkin bisa mengasihi sesamanya, kalau tak mengalami kasih Yesus padanya. Mengambil bagian dalam mandate Kristus baru terjadi kalau seseorang telah mengalami dibasuh oleh Allah dengan kerendahan Allah sendiri.

Tanpa pengalaman bahwa kita pernah dicintai, kita tidak akan pernah bisa mengasihi sesama dan Tuhan seperti kasih Yesus. Mandat yang diberikan pada para murid diteruskan dalam kata-kataNya, “Tak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawa untuk sahabat-sahabatNya!” (Yoh 15: 13). Kasih yang diberikan itu dilakukan sampai tuntas, selesai dan sempurna dalam kematian.

Keutamaan Tertinggi dari Kasih

Filsafat Plato membagi cinta dalam beberapa bentuk menurut motivasi dan bentuk relasinya.

Eros adalah cinta romantis. Seseorang mencintai karena ketertarikan seksual, dan menjadikan orang lain lebih seperti obyek untuk kepuasan diri.

Philia: cinta persahabatan. Orang mengasihi sesama karena ada manfaat yang dirasakan bersama. Cinta philia terlihat dalam ungkapan dukungan dan kasih pertemanan.

Storge: cinta Ayah ibu pada anak-anaknya. Orang mengasihi karena ada ikatan darah dan kekeluargaan.

Philautia/Narsistic: cinta pada diri sendiri, kebanyakan selfie!

Agape: cinta universal yang diungkap pada cinta pada Allah. Cinta ini lebih bersifat memberi diri pada orang lain, tak mengharap kembali. Bahkan ungkapan agape sampai pada cinta tulus pada orang asing yang tak dikenal.

Dalam Injil Yohanes, Yesus memakai kata “agape” untuk mengekspresikan kasihNya pada para murid. “Tak ada agape yang lebih besar dari pada agape seseorang yang memberikan nyawa!” Dalam permenungan kita, ada beberapa pertanyaan reflektif untuk “Mandate Kamis” : Apakah aku sudah merasakan dikasihi Allah yang merendahkan hati padaku? Apakah aku pernah mengasihi dengan kerendahan hatiku? Apakah kasihku juga tuntas, tidak setengah-setengah?

Selamat Merayakan Kamis Mandate!

Penulis Renungan:

RD Antonius Galih Arga

Romo Dr. A. Galih Arga Wiwin Aryanto, Pr., M.A.
Imam Diosesan Keuskupan Purwokerto / Dosen Kitab Suci Perjanjian Baru di Univ. Sanata Dharma

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.