RENUNGAN

Apakah kita juga menyangkal Yesus?

HARI MINGGU PALMA – MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN  (14 APRIL 2019)

Luk 19:28-40, Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Luk. 22:14- 23:56 (Luk. 23:1-49).

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

Tetapi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.” (Luk 22:34)

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih,

Bacaan injil di hari Minggu Palma ini berkisah tentang sengsara Tuhan Yesus, sejak Dia bersama-sama dengan murid-muridNya merayakan perjamuan Paskah, kemudian pergi ke bukit Zaitun untuk berdoa, di khianati oleh muridNya sendiri, lalu ditangkap dan disalibkan, sampai dengan Dia wafat dan kemudian dikuburkan. Dari kisah sengsara Tuhan ini, ada ayat yang sangat mengusik saya, yaitu tentang penyangkalan Petrus kepada Yesus.

Menyangkal-2Seperti kita ketahui, bahwa Petrus adalah salah seorang murid yang sangat dekat dengan Yesus, dan boleh dikata Petrus adalah murid yang sangat dipercaya oleh Yesus untuk memimpin murid-murid yang lain. Saat Yesus mengingatkannya supaya imannya jangan gugur sehingga dapat menguatkan saudara-saudaranya, dengan begitu yakin Petrus menjawab “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!” Hingga akhirnya Petrus menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3 kali. Dan penyangkalan-penyangkalan terhadap Yesus juga terus terjadi sekarang dan yang akan datang.

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih,

Dalam waktu dekat ini negara kita akan mengadakan pesta demokrasi, PEMILU. Calon Presiden-Wakil Presiden, Calon DPD dan Calon Anggota Legislatif akan dipilih tanggal 17 April 2019 mendatang. Ada beberapa calon yang digoda untuk melepas iman kekatolikannya agar mendulang banyak suara demi meraih kursi di legislatif. Ini adalah salah satu contoh penyangkalan terhadap Yesus jaman now.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Rupanya hal duniawi yang tampak dan dapat segera dinikmati lebih menarik, sehingga mereka tidak lagi mempermasalahkan identitas iman mereka demi tujuan jangka pendek mereka. Tetapi berbahagialah mereka yang bertahan dalam imannya akan Yesus, karena mereka akan selamat. Karena Yesus sendiri berkata: ”Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya (Mat. 10:39)”. Jadi, apa gunanya kita memperoleh segala harta dunia, tetapi kehilangan nyawa kita? Memang kita membutuhkan hal-hal duniawi, tetapi ini bukan menjadi tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita adalah hidup bersama dalam keluarga Allah di dalam Kerajaan Allah. Allah telah mengutus Putera-Nya untuk memberikan keteladanan hidup ini bagaimana memasuki Kerajaan Allah.

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih,

Penyangkalan terhadap Yesus juga pernah dilakukan oleh murid Yesus yang lain, yaitu Yudas Iskariot. Yudas Iskariot menyangkal Yesus dan menjualNya seharga 30 uang perak kepada para imam kepala dan ahli taurat. Kemudian Yudas Iskariot menyesal, membuang uang suap itu dan memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Berbeda halnya dengan Petrus yang juga menyesal dan kemudian bertobat. Maka Petrus tetap menjadi murid kepercayaan Yesus, sehingga Yesus mempercayakan kepada Petrus untuk meneruskan karyaNya di dunia yang sekarang dikenal sebagai Gereja Katolik.

Penyangkalan kita terhadap Yesus juga sering kita lakukan sewaktu kita berbuat dosa. Namun kita dapat mengambil hikmah dari cerita Petrus di atas. Menyesal dan Bertobat. Oleh karena itu, dalam Pekan Suci ini mari kita merefleksikan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Setiap kita menggunakan pikiran kita untuk hal-hal yang tidak baik, sama halnya dengan kita menancapkan duri di kepala Yesus. Setiap kali kita menggunakan tangan kita untuk menyakiti sesama, sama halnya dengan kita menacapkan paku di tangan Tuhan Yesus. Setiap kali kita melangkahkan kaki kita ke tempat-tempat yang tidak Tuhan kehendaki, sama halnya dengan kita menambah paku di kaki Tuhan Yesus. Sengsara, wafat Kristus itu terutama akibat perbuatan dosa kita, kini saatnya kita menyesali dosa kita dan bertobat mohon pengampunan dari Allah.

Marilah berdoa,

Allah yang maha rahim, kami mohon ampunilah dosa kami, dosa akibat penyangkalan kepada puteraMu. Dan kuatkanlah iman kami, agar kami selalu setia kepada Yesus puteraMu, Tuhan dan Juru selamat kami. Amin.

Berkah Dalem

Dionisius Hence Cahyadi

Lingkungan St. Andreas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.