RENUNGAN

Memupuk Pohon Kehidupan

HARI MINGGU PRAPASKAH III (24 MARET 2019)

Kel. 3:1-8a,13-15; Mzm. 103:1-2,3-4,6-7,8,11; 1Kor. 10:1-6,10-12; Luk. 13:1-9

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

“Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk 13:8-9).

Sahabat Yesus yang terkasih.

Saya teringat beberapa hari yang lalu saya melayani sebuah keluarga dalam kios saya. Si bapak beli jus buah jeruk, ibu jus buah alpokat, si anak minta hamburger dan jajan lainnya. Ibunya tidak memperbolehkan si anak untuk membeli hamburger itu. Si anak yang umurnya lebih kurang 6 tahun tersebut tetap ngeyel dan ngotot. Maka terjadilah argumen yang agak alot dan lama. Saya tunggu dan perhatikan. Setelah selesai saya bertanya kepada ibunya “Ibu, kenapa nggak boleh beli hamburger? Kan hamburger ada sayurnya, dagingnya dan bahan lainnya yang menyehatkan”. Ibu itu menjawab : “Pak, anak saya ini baru menderita infeksi/radang tenggorokan. Makanya saya menyarankan beli jus buah aja, bukan hamburger yang digoreng (pakai minyak) dan juga ada saosnya. Itu sebabnya saya tidak memperbolehkan”. Wow ..luar biasa ibu ini.

Sahabat Yesus yang terkasih.

Kadang kita juga mengalami hal yang sama seperti anak kecil pada peristiwa di atas. Kita mungkin juga akan berontak dan marah bila keinginan kita tidak dipenuhi. Si Ibu tahu kalau keinginan anaknya dikabulkan maka sakit anaknya akan bertambah dan akan semakin lama sembuhnya. Puji Tuhan akhirnya anak itu mengerti dan mau menerima saran/kehendak ibunya.

Mau menerima saran/kehendakNya dan berbalik ke jalan yang benar artinya mau bertobat. Sering kali kita susah sekali untuk bertobat. Kita sering kali menimbang-nimbang untung ruginya bila kita melakukan pertobatan itu. Sebagai contoh ketika saya mencoba untuk mengurangi rasa kemarahan saya. Saya menghitung-hitung dulu, nanti saya tidak dihormati lagi, nanti saya akan disepelekan dll. Injil hari ini menyadarkan saya untuk tidak hitung-hitung lagi jika mau bertobat. Jika mau berbalik ke jalan yang benar. Saya harus berani meninggalkan zona larangan itu, sebab kalau tidak saya akan binasa karena jauh dari Tuhan. Itulah upah dosa.

Pohon Ara-1Sering kali kita juga mohon kesempatan kepada Tuhan untuk bertobat, tetapi sering pula kita jatuh kembali dalam dosa, bahkan dosa yang sama.  “Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu : Sudah tiga tahun ini aku datang mencari buah pada pohon Ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” (Luk 13:7). Oleh Tuhan kita sudah diminta untuk menebang kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dalam diri kita. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak mendatangkan buah kebaikan. Dalam pertobatan kita, kita sering belum mampu menebangnya. Kita masih perlu kesempatan dan usaha lebih keras untuk memperbaiki diri. “Jawab orang itu : Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Luk 13:8-9).

Namun karena kemurah-hatian Tuhan, kita masih diberi kesempatan untuk memberikan buah-buah pertobatan kepada sesama kita.  Kalaupun kita belum berbuah, maka sekali lagi Tuhan memberikan kesempatan untuk berbuah. Pertanyaannya adalah “apakah kita akan mencangkul dan memberi pupuk di sekelilingnya agar pohon tersebut berbuah?”

Sahabat Yesus yang terkasih.

Masa prapaskah ini adalah masa yang sangat tepat untuk mencangkul dan memupuk pohon-pohon kebaikan di dalam diri kita sehingga dapat terus berbuah. Bagaimana caranya? Dengan mati raga (pantang dan puasa) dan berbuat amal kasih jasmani dan rohani. Semoga masa prapaskah ini membawa kita menuju ke pertobatan sehingga kita tidak masuk dalam maut/kebinasaan karena dosa-dosa kita tetapi kita layak dan pantas menyambut Kristus di dalam hati kita. Kita dapat ikut serta dalam perjamuan Kudus bersama Kristus.

Berkah Dalem.

Yohanes Suwasno

Lingk. St. Paulus

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.