RENUNGAN

Jangan Lupa Bahagia

HARI MINGGU BIASA VI  (17 PEBRUARI 2019)

Yer. 17:5-8; Mzm. 1:1-2,3,4,6; 1Kor. 15:12,16-20; Luk. 6:17,20-26.

DITERBITKAN OLEH TIM KERJA KITAB SUCI – DPP. SANTO YOSEP PURWOKERTO

 

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih,

Judul renungan di atas adalah judul sebuah lagu yang cukup populer. Judul lagu itu juga menjadi slogan yang cukup viral di media sosial bahkan dalam percakapan sehari-hari, kita juga sering mendengar kata-kata tersebut.

Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Bahagia rupanya menjadi penting dalam kehidupan manusia, semua berusaha dan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan. Bahagia bahkan menjadi tujuan hidup manusia. Saking kepinginnya, terkadang manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Umumnya tolok ukur kebahagiaan duniawi adalah apabila secara materi kebutuhan–kebutuhan manusia terpenuhi, punya uang banyak, pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang mapan, status sosial terpandang, rumah mewah, mobil, istri cantik / suami ganteng, anak-anak, bisa makan di resto ternama, jalan-jalan ke luar negeri, dan lain sebagainya. Tak heran manusia berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkannya. Namun, sebagai manusia, kita sering merasa tidak puas dengan pencapaian itu. Yang sudah kaya ingin lebih kaya lagi, tidak pernah puas dan tetap saja selalu merasa kurang, sehingga terus menerus berusaha untuk memperoleh lebih banyak lagi. Apakah mereka bahagia???

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih,

Bahagia-2Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus di depan murid-muridNya dan orang banyak berkata:  “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.  Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.” (Lukas 6:20-22).

Sangatlah berbeda pandangan duniawi kita dengan pandangan Yesus tentang kebahagiaan. Apa yang disampaikan Yesus bahwa mereka yang berbahagia adalah mereka yang miskin, lapar, berduka dan terabaikan.

Mengapa orang-orang seperti ini berbahagia?

Yesus memandang kebahagiaan itu dalam kacamata iman, bukan materi. Karena mereka yang miskin, lapar, berduka dan terabaikan akan lebih mudah terbuka, bersandar penuh dan mengharapkan campur tangan Tuhan dalam hidup mereka. Dan mereka yang miskin dan lapar secara rohani, tidak akan mendapat kebahagiaan melalui materi. Mereka akan mencari Tuhan dan pertolonganNya itulah tindakan yang tepat karena hanya pada Tuhan saja ada kebahagian sejati, kebahagiaan yang bukan hanya di duniawi tapi juga kebahagiaan surgawi. Sedangkan mereka yang dicukupkan dengan materi sering tidak puas dan serakah untuk bisa lebih kaya, lebih pintar, lebih terpandang, sehingga fokus mereka hanya soal materi-materi saja dan lupa bahwa semua itu sebenarnya berasal dari Tuhan. Itulah kebahagiaan semu, dan Tuhan tidak menghendaki yang demikian itu. Perihal ini diungkapkanNya dengan berkata “celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.  Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.  Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu” (Lukas 6:24-26).

Tuhan Yesus menghendaki kita mendapatkan kebahagiaan yang sejati melalui diriNya dan Yesus juga mengingatkan agar kita senantiasa menjaga keseimbangan hidup. Sudahkah kita yang dicukupkan secara materi di dunia ini, mengucap syukur kepadaNya dan selalu berbagi kepada orang lain ? Itulah kunci kebahagian : senantiasa bersyukur dan berbagi berkat Tuhan.

Marilah berdoa, Ya Tuhan, ampunilah kami apabila kami sering kurang bersyukur kepadaMu, dan kurang memperhatikan sesama kami. Berilah kami hati yang selalu berharap kepadaMu dan peduli, untuk mau berbagi kepada mereka yang berkekurangan.. Amin.

Bekah Dalem

Dionisius Hence Cahyadi

Lingkungan Andreas

Iklan

1 reply »

  1. Syukur kepada Mu ya Tuhan dengan berlimpah kebahagiaan walau dengan berbagai kekurangan & ketidak mampuan kami hanya untuk memuliakan Mu berkah Dalem

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.