AKTUALIA

12 Poin Penting Dokumen Persaudaraan Manusia

Paus Fransiskus dan Imam Besar al-Azhar Ahmad Al-Tayyib menandatangi “Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan” atau “Deklarasi Abu Dhabi” dalam konferensi internasional para tokoh agama tentang persaudaraan kemanusiaan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin, 4 Februari 2019.

800 years challenge.jpgPeristiwa ini menjadi sangat penting dan bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Paus, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia menginjakkan kaki di Semenanjung Arab. Perjumpaan tokoh Katolik dan tokoh Muslim pernah terjadi 800 tahun lalu, yakni antara Santo Fransiskus Asisi dan Sultan Malik al Kamil di Damieta Mesir (1219).

logo kunjungan Paus Fransiskus ke UEASanto Fransiskus Asisi terkenal dengan doanya: “Tuhan, Jadikanlah Aku Pembawa Damai”. Dan kini kunjungan Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab (3-5 Februari 2019) membawa tema: “Tuhan, Jadikanlah Hamba Perantara PerdamaianMu” (“Make me a channel of your peace”). Logo yang dipilih bergambar burung merpati menggigit daun zaitun yang melambangkan perdamaian. Garis kuning dan bagian tubuh merpati berwarna putih melambangkan bendera Vatikan. Sedangkan warna merah, putih, hijau dan hitam melambangkan bendera UAE.

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib seusai tanda tangani Dokumen Persaudaraan Manusia.jpg

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad Al-Tayyib berpelukan setelah menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi (040219/foto ©Vatican Media)

Dokumen Persaudaraan Manusia merupakan suatu langkah maju dari dialog Kristen-Islam dan menjadi suatu tanda yang kuat akan perdamaian serta harapan akan masa depan kemanusiaan. Apa saja poin penting dari Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani dua pemimpin agama besar di dunia itu?

Inilah 12 poin penting dari dokumen tersebut:

  1. Keyakinan bahwa ajaran asli agama-agama mendorong manusia untuk hidup bersama dengan damai, menghargai kemanusiaan, dan menghidupkan kembali kebijaksanaan, keadilan, dan cinta kasih.
  2. Kebebasan adalah hak setiap orang. Pluralisme dan keberagaman agama adalah kehendak dan karunia Allah.
  3. Keadilan yang berlandaskan kasih adalah jalan untuk hidup yang bermartabat.
  4. Budaya toleransi, penerimaan terhadap kelompok lain, dan kehidupan bersama dengan damai akan membantu mengatasi pelbagai masalah ekonomi, sosial, politik dan lingkungan.
  5. Dialog antar agama berarti bersama-sama mencari keutamaan moral tertinggi dan menghindari perdebatan tiada arti.
  6. Perlindungan terhadap tempat ibadah adalah tugas yang diemban oleh agama, nilai kemanusiaan, hukum, dan perjanjian internasional. Setiap serangan terhadap tempat ibadah adalah pelanggaran terhadap ajaran agama dan hukum internasional.
  7. Terorisme adalah tindakan tercela dan mengancam kemanusiaan. Terorisme bukan diakibatkan oleh agama, melainkan kesalahan interpretasi terhadap ajaran agama dan kebijakan yang mengakibatkan kelaparan, kemiskinan, ketidakadilan, dan penindasan. Stop dukungan pada terorisme secara finansial, penjualan senjata, dan justifikasi. Terorisme adalah tindakan terkutuk.
  8. Kewarganegaraan adalah wujud kesamaan hak dan kewajiban. Penggunaan kata “minoritas” harus ditolak karena bersifat diskriminatif, menimbulkan rasa terisolasi dan inferior bagi kelompok tertentu.
  9. Hubungan baik antara negara-negara Barat dan Timur harus dipertahankan. Dunia Barat dapat menemukan obat atas kekeringan spiritual akibat materialisme dari dunia Timur. Sebaliknya, dunia Timur dapat menemukan bantuan untuk bebas dari kelemahan, konflik, kemunduran pengetahuan, teknik, dan kebudayaan dari dunia Barat.
  10. Hak kaum wanita untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan berpolitik harus diakui. Segala bentuk eksploitasi seksual dengan alasan apapun harus dihentikan.
  11. Hak-hak mendasar bagi anak-anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga yang baik, mendapat gizi yang memadai, pendidikan, dan dukungan adalah kewajiban bagi keluarga dan masyarakat. Semua bentuk pelecehan pada martabat dan hak anak-anak harus dilawan dan dihentikan.
  12. Perlindungan terhadap hak orang lanjut usia, mereka yang lemah, penyandang disabilitas, dan mereka yang tertindas adalah kewajiban agama dan sosial, maka harus dijamin dan dibela.

Semoga ke 12 poin penting dari Dokumen Persaudaraan Manusia ini dapat diperjuangkan oleh semua agama, negara-negara dan lembaga-lembaga di dunia. Kedua pemimpin agama yang menandatangani dokumen ini berharap dan berusaha untuk mewujudkan perdamaian universal yang dapat dinikmati dalam kehidupan di muka bumi. *_*

Dokumen berbahasa Inggris (A Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together) dapat diunduh di sini

Keterangan: tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s