AKTUALIA

Pertama Dalam Sejarah, Paus Fransiskus Kunjungi Semenanjung Arab

Iman menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian

Paus Fransiskus menjejakkan kakinya untuk kali pertama di Teluk Arab, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/2/2019). Pimpinan Gereja Katolik Roma Sedunia, Paus Fransiskus, ini pun mendapat sambutan istimewa.

Paus Fransiskus telah mencoba membuat dialog dengan Islam salah satu dari landasan terpenting dalam kepausannya. Sejak menjadi Paus pada tahun 2013, ia telah mengunjungi beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Paus mengatakan, ia senang dengan pertemuan yang ditawarkan oleh Tuhan untuk menulis halaman baru dalam sejarah hubungan antar agama dan menegaskan bahwa semua adalah saudara, terlepas dari perbedaan agama kita.

Paus Fransiskus juga mengatakan, “Iman (keyakinan) kepada Tuhan menyatukan dan tidak memecah belah, itu yang membuat kita semakin dekat meskipun ada perbedaan, iman menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian.”

Pada Senin (4/2) ini, Paus Fransiskus akan hadir dalam konferensi internasional para tokoh agama tentang persaudaraan kemanusiaan. Dalam konferensi yang diadakan oleh Council of Elders (Dewan Tetua, sebuah organisasi yang berkantor di Abu Dhabi, yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan tenggang rasa di antara masyarakat/komunitas Islam) Paus akan menyampaikan pidatonya.

Penandatangan Deklarasi Persaudaraan di Abu Dhabi

Penandatanganan Deklarasi Persaudaraan oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Alzhar Syekh Ahmed al-Tayeb di Abu Dhabi (Senin, 040218/ sumber: reuters/Tony Gentile)

Pesan Perdamaian, toleransi dan dialog antaragama

Kunjungan perdana Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma di wilayah Arab Teluk itu akan mengirim pesan penting ke dunia mengenai perdamaian, toleransi dan mempromosikan upaya diskusi antaragama.

Dalam kunjungannya selama 48 jam itu, Paus Fransiskus akan menggelar misa bersama sekitar 135.000 umat Katolik dan bertemu dengan beberapa ulama terkemuka.

“Tangis anak-anak ini dan orang tua mereka sampai ke langit. Mari kita berdoa dengan sungguh-sungguh karena ini adalah anak-anak yang haus, kelaparan, tak ada pasokan obat-obatan dan hidup mereka terancam,” kata Paus Fransiskus, dalam misa Minggu sebelum terbang ke Uni Emirat Arab, dikutip dari reuters.com, Senin, 4 Februari 2019 (waktu Indonesia).

Konflik di Yaman akan menjadi salah satu isu penting karena sebelum berkunjung ke UEA Paus Fransiskus telah mengecam konflik di Yaman, di mana UEA terlibat sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi.

Pada saat keberangkatan menuju pertemuan di Abu Dhabi, Paus menyampaikan permohonan mendesak untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Yaman. Ini adalah salah satu cara agar konflik tidak kembali pecah dan tuan rumah tempat kunjungannya tidak dipermalukan dengan hal itu.

Ia menyerukan observasi darurat atas gencatan senjata terbatas yang terjadi di Yaman sejak Desember. Dia pun meminta agar bantuan makanan dan obat-obatan segera disampaikan kepada mereka yang menderita dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia tersebut.

Berbagai tanggapan positif

Kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab mendapat sambutan positif dari Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memandang perjalanan Pemimpin Gereja Katolik Roma ke negara di Teluk Arab itu merupakan momen bersejarah bagi kebebasan beragama. Pompeo bahkan mengunggah foto Paus Fransiskus berjalan bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan di akun Twitter-nya.

“AS memuji kedatangan Paus Fransiskus di UEA sebagai momen bersejarah bagi kebebasan beragama,” kicaunya. “Misa Kudus pertama oleh Paus di Semenanjung Arab mempromosikan perdamaian dan pemahaman antara dua agama besar di dunia,” imbuhnya.

Seperti diketahui, ada sekitar 1 juta umat Katolik di UEA, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina dan India. Sementara itu, sebanyak 135.000 umat di antaranya akan mengikuti misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Zayed Sports City Stadium.

Pada Minggu pagi, ratusan umat katolik telah mengantre di luar Katedral St Joseph di Abu Dhabi untuk memperoleh kartu pas misa.

“Saya rasa kedatangan Paus membuka pintu pembicaraan tentang toleransi yang seluruh dunia perlu ketahui,” kata seorang warga asal AS di UEA, Collins Coche Ryan, kepada AFP.

Bagi warga India di negara itu, Doris D’Souza, kehadiran pria asal Argentina tersebut tidak bisa dilewatkan. “Sejak saya tahu Paus akan mengunjungi Abu Dhabi, kami semua mencari tahu peluang untuk menyaksikannya,” ucapnya.

Sebagai informasi, UEA begitu membanggakan diri sebagai negara dengan toleransi agama dan keberagaman kebudayaan yang tinggi di dunia. Ada delapan gereja Katolik di negara tersebut, sementara Oman, Kuwait, dan Yaman masing-masing memiliki empat gereja Katolik, serta Qatar dan Bahrain masing-masing mempunyai 1 gereja.

Dampak Pertemuan Persaudaraan Manusia

Paus Fransiskus Kunjungi UEA

Paus Fransiskus dan Imam Besar al-Azhar Ahmed At-Tayyeb bertemu di UEA (030218 / reuters)

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik dan Kota Vatikan dan Imam Besar al-Azhar Ahmed At-Tayyeb bertemu di UEA atas undangan putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang sekaligus merupakan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA. Ini adalah sebuah kunjungan bersama yang bersejarah di mana pertama kalinya seorang Paus mengunjungi GCC dan pertama kalinya pula kunjungan Paus bertepatan dengan tokoh agama sekelas Imam Besar.

Sebagai pemimpin Muslim terkemuka di dunia, Ahmed At-Tayyeb sebelumnya telah bertemu dengan Paus Fransiskus di Roma dan Kairo. Namun, pertemuan di UEA akan menjadi saksi pertemuan hubungan bilateral yang paling tinggi sejauh ini sekaligus paling signifikan di Semenanjung Arab, tempat kelahiran Islam.

Juru bicara acara Pertemuan Persaudaraan Manusia mengatakan mereka percaya bahwa dampak peristiwa bersejarah tersebut akan bergema selama beberapa dekade mendatang. “Apakah itu di sini di UEA, Timur Tengah yang lebih luas, atau di seluruh dunia.”

Mereka menyebut, “Kunjungan bersama yang inovatif ini berpotensi membentuk opini dan menciptakan kepercayaan yang lebih kuat terhadap toleransi, serta rasa kemanusiaan yang dibagikan di antara orang-orang di seluruh dunia.”

-o0o-

Keterangan featured image: Paus Fransiskus, disambut oleh Putra Mahkota Mohamad bin Zayed Al-Nahyan dan Imam masjid Al Azhar, Sheikh Ahmed Mohamed el-Tayeb, saat tiba di bandara Internasional Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, 3 Februari 2019. Paus Fransiskus menorehkan sejarah dengan menjadi pemimpin umat Katolik pertama yang menginjakkan kaki di Jazirah Arab. WAM/Handout via REUTERS

sumber: tribunnews.com; kompas.com; voaindonesia.com; w2.vatican.va; idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s