AKTUALIA

Ini Aku…Yang Baru…. #2

Sharing dari peserta pembekalan calon pengurus DPP Santo Yosep pada tanggal 12-13 Januari 2019 di Rumah Retret OMI – Kaliori. 
Siapa AKU? Santo Yosep Yes
Siapa KITA? DPP Sanyos Yes 

 

Lucia Tjeng Maylani Lancarsari

maylaniDalam pembekalan DPP selama 2 hari, yang saya rasakan adalah bahwa Tuhan telah memilih saya untuk menjadi rekan-Nya dalam karya penyelamatan-Nya. Pembekalan kemarin saya rasakan bukan hanya untuk tugas saya di DPP saja, tetapi bisa saya gunakan di saat tugas pelayanan yang lain. Ditunjuk jadi apa ya wis manut aja (ya sudah taat saja), asalkan benar dan baik.

Selamat buat Romo, Bapak, Ibu semuanya menjadi SAHABAT YESUS.. Selamat melayani…

Christiana Rini Astuti

rini astutiSaya DPP lama dan selalu ikut pembekalan sejak 2003. Meski sudah berkali-kali ikut pembekalan, saya selalu menemukan hal baru yang semakin menambah semangat saya dalam pelayanan baik di keluarga, di lingkungan, di tetangga, maupun di gereja. Berkat dari Tuhan yang luar biasa banyak, sudah saya nikmati dan hal itu semakin menambah keyakinan dan semangat saya dalam menjadi rekan kerja Allah.

Saya sangat beruntung memiliki suami dan anak yang sangat mendukung semua kegiatan yang saya lakukan sehingga saya semakin bahagia karena bisa menjadi alat Allah. Saya juga sangat bahagia bisa bertemu dengan teman yang mendukung saya, bertemu dengan Romo yang sangat antusias dalam membantu tugas-tugas saya. Saya belajar dari kenek (asisten -red.) tim Kitab suci lalu mengikuti kursus pelayan umat dan masuk ke liturgi lalu sekarang pindah ke kerygma. Saya sangat enjoy dan semoga Allah selalu membantu saya dalam melaksanakan tugas-tugas saya. Puji Tuhan saya dan keluarga selalu dikaruniai kesehatan yang baik. Puji Tuhan selama-lamanya.

Salaman lagi…. Tanda saya masih hidup…

Baptista Varani Asih Prabayanti

bv asihFilosofi Hiu dalam kegalauan saya

Saya DPP lama, di mana pada awal kepengurusan DPP sekarang ini saya dihadapkan pada 2 pilihan yang sulit dalam memilih tim kerja : tim liturgi atau tim KPKC bidang Diakonia. Dalam tim liturgi, itu adalah zona nyaman saya, sementara pilihan KPKC adalah tantangan baru yang lebih menjanjikan passion saya lebih terasah. Inilah perjalanan menyelesaikan kegalauan saya itu.

Filosofi Hiu

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.

Bagaimana cara mereka menyiasatinya??

Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib..!! Hiu kecil tersebut “memaksa” salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!! Diam membuat kita mati..! Bergerak membuat kita hidup…!! Apa yg membuat kita diam?? Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.. Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena.. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita telah mati..!!

Ironis, bukan..?? Apa yang membuat kita bergerak..?? Masalah.. Tekanan Hidup.. dan Tekanan Kerja.. TANTANGAN dan juga HARAPAN. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa..

Dan di suatu malam dalam suatu homili Romo Kris memberi kesaksian tentang pengalaman dalam lingkup kerja KPKC, saat itu juga hati saya sudah mantap memilih. Ada semacam panggilan dari altar itu untuk saya segera memutuskan kegalauan saya. Dan di sinilah saya sekarang. Saya akan mengingat juga peneguhan dari Pak Vincent : “Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi tantangan hidup.” Itu sebabnya syukurilah “hiu kecil” yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive..

Selamat berkarya di ladang Tuhan untuk kita semua.

Laurensia Yuliani

laurensia yuliSetelah mengikuti pembekalan kemarin ada kata-kata dari Pak Vincent yang menguatkan saya : “Yesus mengajarkan mengenai kasih, belas kasih (empati), totalitas, pemberian diri, pengorbanan, kebersamaan, persaudaraan dll.” Menjadi murid Yesus tidak bisa hanya belajar tentang Yesus, tetapi harus mau terlibat dalam karya pelayanan Yesus.

Masuk dalam DPP, saya pilih bidang yang betul-betul baru bagi saya. Belum pernah saya merangkai bunga sama sekali, tidak tau nama bunga, tidak suka bercocok-tanam, berkebun dll. Jujur saya pilih bidang ini awalnya saya ingin masuk di bidang liturgi, kedua saya memilih yang menurut saya tidak memakan waktu. (Tapi kenyataannya bisa seharian kalau menghias altar)

Ada keraguan, ada kebimbangan dalam diri saya masuk dalam tim liturgi karena tim liturgi Sanyos begitu solid dan kompaknya. Sering bertanya dalam hati apakah saya bisa masuk dan melebur di tim yang sebagian besar pengurus lama dan sudah solid ?. Ternyata,… Saya sudah 3x membantu di tim hias altar (bidang yang saya pilih), tim lama begitu terbuka menerima dan memberi masukan kepada saya yang berawal dari nol. Dan saya rasakan setelah selesai menghias altar ada sukacita sendiri yang muncul. Begitu juga dengan tim liturgi keseluruhan yang pelayanannya total dan penuh sukacita selama ini sangat terbuka. Semoga tim bisa menyalurkan, menularkan semangat dan sukacitanya kepada saya yang baru.

Kristian Wellyanto

willyBESI MENAJAMKAN BESI

Selamat siang para sahabat Yesus…. Berkah Dalem

Apakah masih pada hidup ? Salaman sik …….

Saya mau sharing pengalaman saat mengikuti pembekalan calon pengurus DPP Paroki Sanyos. Saya adalah calon pengurus DPP yang baru. Jujur, awalnya saya ragu untuk menjadi pengurus DPP makanya dari dulu saya selalu menolak dengan alasan-alasan klasik yaitu saya tidak mampu, saya belum sanggup, dll. Namun pada akhirnya Tuhan menangkap saya juga untuk terjun di dalam kepengurusan DPP ini dan sampai pada akhirnya saya dipertemukan kembali dengan Bro Vincent. Saya jumpa Bro Vincent 2014 saat saya mengikuti retret Karunia di Hening Griya, dari beliaulah saya banyak belajar tentang pelayanan dan terus berusaha melayani dengan kerendahan hati. Namun terkadang saya jatuh bangun dalam menjalankan pelayanan tersebut.

Nah ketika kemarin saya ditemukan kembali dengan beliaunya, saya pun seperti di cas kembali. Saya yang tadinya malu dan memakai masker karena gigi saya ompong, ketika beliau menjelaskan bahwa melayani itu penuh sukacita, saat itu juga saya melepaskan masker saya dan saya tidak malu-malu lagi. Sungguh banyak sekali yang saya dapatkan dari pembekalan kemarin di Kaliori. Entah itu jangan lah pelayanan kita menjadi batu sandungan bagi keluarga kita (jangan meninggalkan keluarga hanya karena pelayanan), melayani dengan kerendahan dan ketulusan hati, melayani dengan totalitas, dll.

Sempat saya berbicang berdua dengan Bro Vincent bahwa saya selalu merasa tidak mampu dan tidak sanggup. Lalu beliau berbicara semakin kita sering melayani maka kita pun akan semakin dimampukan-Nya. “Besi menajamkan besi”. Sejenak saya merenungkan kata-kata Bro Vincent tersebut, ternyata memang benar. Dulu saya tidak berani berbicara di depan umum, apa lagi untuk memimpin doa. Namun setelah saya melayani di Prodiakon saya semakin dapat berdoa, berani berbicara di tempat umum bahkan menyanyi di depan orang banyak (Walau ompong sekalipun). Jadi bagi sahabat-sahabat Yesus yang sama dengan saya baru pertama di DPP ini, janganlah ragu dan takut lagi. Percayalah ketika Tuhan telah memilih kita, Dia juga pasti akan memampukan kita. Yang penting kita mau membuka hati bagi Dia, agar pelayanan kita pun tidak salah kaprah nantinya (Saking semangatnya lupa dengan keluarga, lupa dengan pekerjaan). Tetaplah bijaksana dalam mengatur waktu kita.

Untuk Romo Toro dan Romo Kris, saya juga ucapkan banyak terima kasih, karena telah selalu membimbing saya dalam setiap pelayanan saya, terutama dalam mendukung setiap acara-acara yang dapat membangun iman kami umat Paroki Sanyos. Untuk para sahabat Yesus terima kasih juga karena memberi kesempatan saya untuk sharing pengalaman iman saya ini.  Untuk itu mari kita salaman lagi …….

Kiranya Tuhan senantiasa memampukan kita semua untuk melayani-Nya melalui sesama kita. Amin.

(bersambung)

Kategori:AKTUALIA, Seputar Paroki

Tagged as: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.