RENUNGAN

Jalan Keselamatan

Pesta Pembaptisan Tuhan (13 Januari 2019)

Yes 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Luk. 3:15-16,21-22. atau Yes. 40:1-5,9-11; Mzm. 104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30; Tit. 2:11-14; 3:4-7; Luk. 3:15-16,21-22.

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yosep Purwokerto

“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Luk 3:22)

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang dikasihi Tuhan.

pembaptisanMasih tergambar di benak saya saat saya digendong oleh Bapak saya menuju gereja Santo Yohanes Rasul di Delanggu. Saat itu Ibu saya menggendong adik saya yang masih bayi dengan tujuan yang sama. Orangtua saya membawa adik saya yang masih bayi ke gereja untuk dibaptis. Saya dan semua kakak serta adik saya oleh Bapak-Ibu dibaptiskan bayi. Hingga kedua orangtua saya dipanggil Tuhan, saya belum pernah bertanya mengapa Bapak-Ibu membaptiskan anak-anaknya saat masih bayi. Namun saya mempunyai keyakinan bahwa orangtua saya membaptiskan anak-anaknya saat bayi seperti alasan saya juga membaptiskan anak-anak saya di saat masih bayi. Alasan utamanya adalah keyakinan bahwa baptis adalah jalan keselamatan.

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang dikasihi Tuhan.

Bacaan Injil hari ini menampilkan peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Dari peristiwa ini ada beberapa hal yang dapat saya refleksikan :

Pertama, bagaimana Yohanes Pembaptis tetap rendah hati dan tampil sesuai perannya. Sejak kemunculan Yohanes Pembaptis banyak orang bertanya-tanya tentang siapa dia sebenarnya. Apakah dia Sang Mesias yang dijanjikan? Keadaan ini sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh Yohanes Pembaptis untuk menyatakan dirinya sebagai mesias. Tetapi tidak demikian. Kerendahan hati dan kesetiaan Yohanes Pembaptis nampak sekali dalam ucapannya : “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” (Luk 33:16). Perannya yang membaptis Tuhan Yesus adalah bagian dari rangkaian panjang penyelamatan umat manusia.

Kedua, peristiwa terbukanya langit dan turunnya Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas Tuhan Yesus. Peristiwa ini menyatakan betapa besar kuasa Allah Bapa. Betapa dahsyat kuasa Allah Bapa. Kuasa ini ditunjukkan kepada orang-orang yang hadir di sungai Yordan. Namun kuasa Allah Bapa ini bukan untuk menakut-nakuti melainkan untuk mengasihi, kasih yang begitu lembut. Kasih yang begitu lembut tersebut dilambangkan dengan turunnya Roh Kudus dalam rupa burung merpati. Burung merpati adalah hewan yang sangat lembut dan penuh kesetiaan. Maka saat kita dan anak-anak kita dibaptis, kasih Allah Bapa juga melimpah atas diri kita dan anak-anak kita. Roh Kudus datang menaungi kita dan anak-anak kita. Bahkan kasih Allah Bapa yang begitu besar dilimpahan kepada kita dan anak-anak kita yang dibaptis dengan membebaskan kita dan anak-anak kita dari dosa.

Ketiga, suara dari langit : “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Luk 3:22). Inilah pernyataan dari Allah Bapa mengenai identitas Yesus yang pertama-tama dan paling utama adalah sebagai Anak yang dikasihi Bapa. Pengalaman dikasihi Bapa menjadi dasar dan kekuatan untuk menjalankan tugas perutusanNya, yakni sebagai Mesias, Sang Juru Selamat yang membawa keselamatan bagi umat manusia. Pernyataan yang sama juga disampaikan kepada kita semua yang dibaptis dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Kita diangkat menjadi anak-anak yang dikasihi Bapa, menjadi saudara Yesus, dan dikaruniai RohNya untuk ikut mewartakan keselamatan.  

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang dikasihi Tuhan.

Melalui pembaptisan kita telah dibebaskan dari dosa. Maka pembaptisan adalah jalan menuju keselamatan. Namun masalahnya adalah setelah dibaptis sering kita tidak mampu terus ‘berjalan lurus di jalan keselamatan’ yang telah disiapkan. Kita masih sering berbelok arah. Maka marilah hari Pesta Pembaptisan Tuhan ini kita jadikan momentum untuk meluruskan jalan kita. Yesuslah arah dan pedoman hidup kita. Supaya kitapun berkenan di hadapan Allah Bapa. Amin.

Berkah Dalem.

Yulius Supriyana

Lingk. St. Paulus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.