Bertobatlah

Hari Minggu Adven II (9 Desember 2018)

Bar. 5:1-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5.6; Flp. 1:4-6,8-11; Luk. 3:1-6.

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto

“Semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan” (Luk 3:6)

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih dalam Tuhan

Pengakuan DosaKata kunci renungan minggu adven pertama yang lalu adalah “berjaga-jagalah”. Dalam masa penantian kehadiran Tuhan kita diajak untuk siap sedia dan berjaga-jaga dengan berbuat kebaikan sesuai ajaran Tuhan. Di minggu adven kedua ini kita mendengarkan dengan tegas Yohanes Pembaptis menyerukan supaya kita bertobat. Kalimat lengkapnya adalah “Bertobatlah dan biarlah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk 3: 3).

Seruan Yohanes Pembaptis ini juga ditujukan kepada kita. Kata bertobat dapat diartikan sebagai berubah pikiran. Perubahan pikiran ini jika diwujudkan menjadi tindakan maka menjadi sebuah pertobatan sebagai perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku ini adalah perubahan dari yang tidak baik menjadi yang baik. Dalam hal keselamatan pertobatan adalah “berbalik dari dosa”. Meninggalkan dosa-dosa (manusia lama) menjadi manusia baru. Buah yang didapatkan dari perbuatan tobat ini adalah pengampunan dosa.  “….dan biarlah dirimu dibaptis…”. Di sini ada keikhlasan, kerelaan dan penuh kesadaran untuk menerima pembaptisan. Dibaptis juga mendatangkan pengampunan dosa. Saat kita dibaptis, kita bukan hanya disatukan dalam gereja-Nya, tetapi dosa-dosa kita juga dihapuskan. Saat itu kita menjadi manusia baru. Pertobatan dan pembaptisan sama-sama mendatangkan pengampunan dosa seperti yang ditegaskan oleh Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini “….dan Allah akan mengampuni dosamu..” (Luk 3: 3).

Bagaimana cara kita menanggalkan manusia lama kita? Niat yang tulus dan dorongan dari dari dalam diri kita untuk berubah perlu kita nyatakan melalui Sakramen Rekonsiliasi yaitu Sakramen Pengampunan Dosa. Pengakuan dosa di ruang pengakuan adalah awal kita melangkah mengenakan manusia baru. Manusia yang siap mengisi kehidupan baru yang sejalan dengan kehendak Allah (bdk. renungan minggu adven pertama:  Berjaga-jagalah Senantiasa).

Bapak/Ibu dan Saudara/i terkasih dalam Tuhan

Selain pengampunan dosa, buah-buah dari pertobatan terjadi pada kita yang akan dimuliakan oleh Tuhan, seperti tertulis dalam Nubuat Barukh: “Hai Yerusalem, hendaklah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, lalu mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya.  Hendaklah engkau berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang kekal.” (Bar 5: 1). Marilah di masa penantian ini kita tanggalkan ‘pakaian kesedihan dan kesengsaraan’ kita. Kini kita kenakan kemuliaan Allah dengan berselubungkan kampuh (tudung) kebenaran Allah yang kita awali dengan pertobatan dan berbuat amal kasih jasmani dan rohani.

Rasul Paulus berdoa untuk umat di Filipi: “Semoga kamu dipenuhi dengan buah kebenaran oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah” (Fil 1: 11). Semoga doa ini juga menyertai niat kita, tobat kita, dan perbuatan amal kasih kita. Amin.

Berkah Dalem

Yulius Supriyana

Lingkungan St. Paulus

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s