Kursus Spiritualitas Hati Online

Bagian 34 “Dalam Cahaya Sabda” (subbagian 3)

Subbagian 3: Belas kasih Allah dan panggilan manusia

Sabda Allah bukanlah suatu rangkaian gagasan-gagasan abstrak” (AL, no. 22), Paus Fransiskus menegaskan. “Panggilan dan permintaan Roh menggema dalam peristiwa-peristiwa sejarah sendiri” (AL, no. 31). Kitab Suci secara konsisten menggunakan kisah-kisah dan gambaran-gambaran untuk melukiskan belas kasih dan panggilan manusia dalam kehidupan. Tidak hanya kisah tentang Keluarga Kudus dari Nasaret “mengajarkan kita tentang arti kehidupan keluarga” (AL 66), tetapi juga kisah-kisah Kitab Suci yang lain, yang menampilkan secara berbeda-beda keretakan perkawinan, sedangkan Allah tetap setia dan berbelas kasih.

Adam n EveBab kedua kitab Kejadian dibuka dengan melukiskan tentang indahnya pasangan pertama, Adam dan Hawa, di Taman Firdaus. Bersama dengan Sri Paus kita dapat mengatakan bahwa Adam dan Hawa mewakili para pria dan wanita setiap zaman dan tempat (lihat AL, no. 13). Adam merasakan kesepian di tengah dunia sekitarnya dan ingin mencari “seorang penolong yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18). Lalu, sang Pencipta membawa Hawa kepadanya. Penulis Kejadian melukiskan rancangan awal tentang perkawinan dengan kata-kata: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24; AL, no. 12 dan 13).

Namun, “melalui dosa” (AL, no. 19), relasi cinta antara pria dan wanita berbalik menjadi suatu relasi dominasi. Penutur kisah Kejadian melukiskan realitas ini dengan membiarkan Allah menyatakan: “namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu” (Kej 3:16; AL, no. 19). Selanjutnya, Kitab Suci secara berkala melukiskan tentang kegagalan perkawinan-perkawinan dan derita pasangan-pasangan (Lihat AL, no. 20 dan 21).

Yesus berkehendak mengembalikan manusia pada kesadaran akan maksud awal perkawinan. Ia mengutip kata-kata dari kisah Kejadian: “Seorang laki-laki akan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Gen 2:24; Mat 19:5). Dengan cara ini Paus menyatakan bahwa Yesus mencerahkan perkawinan yang ideal sebagai “suatu keserasian yang mendalam” dan “suatu kesatuan hati dan hidup” (AL, no. 13). Ketika berbicara dalam konteks “perdebatan mengenai perceraian” Yesus menjelaskan bahwa sesuai rancangan asli dari Allah maka perkawinan bukanlah tentang hak-hak pria terhadap isterinya, tetapi tentang persatuan cinta antara suami-isteri. Persekutuan cinta kini tidak dapat dipisahkan oleh prosedur-prosedur yang semata-mata manusiawi (Mat 19:6; AL, no. 19).

Sri Paus menunjukkan bahwa dalam khotbah dan sikap-sikap-Nya Yesus di satu pihak dengan jelas “memberikan tuntutan tentang yang ideal” dan di pihak lain “selalu menunjukkan kedekatan-kedekatan yang penuh belas kasih kepada orang-orang lemah, seperti wanita Samaria atau wanita yang tertangkap berbuat zinah” (Yoh 8:1-11; Yoh 4:4-42; AL, no. 38). Oleh karena itu, Sri Paus menambahkan, juga bagi kita “perlu untuk menghindari penghakiman yang tidak memperhitungkan kompleksitas berbagai situasi (AL, no. 296). Sebagaimana cinta kasih Allah, cinta kasih kita terhadap orang-orang lain “senantiasa tidak semestinya diberikan, tanpa syarat dan cuma-cuma” (AL, no. 296).

Saat Untuk Refleksi

“Ini adalah soal menjangkau setiap orang,

setiap orang harus dibantu menemukan jalannya sendiri

untuk mengambil bagian dalam komunitas Gereja

karena ia merasa sebagai subjek belas kasih,

“yang semestinya diberikan, tanpa syarat dan cuma-cuma”.

 

Tidak ada orang dapat dipersalahkan selamanya,

karena hal itu bukanlah logika Injil!

Di sini saya menunjuk tidak hanya

pada orang-orang yang bercerai dan menikah kembali,

namun mengenai semua orang,

dalam situasi apa pun yang mereka temui.

(Paus Fransiskus, Amoris Laetitia, no. 297).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.