Aku adalah Raja

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam (25 Nopember 2018)

Dan 7:13-14; Mzm 93:1ab,1c-2,5; Why 1:5-8; Yoh 18:33b-37

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto

“Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh 18:37)

Bapak/ibu/saudara/i terkasih.

Pada waktu kecil, sebelum tidur saya senang mendengarkan dongeng tentang raja yang arif, bijaksana memimpin sebuah kerajaan, rakyatnya hidup rukun, damai makmur sejahtera atau putri desa yang diperistri seorang pangeran gagah berani dan menjadi raja. Yang sebelumya ada dramanya yang mengalami kutukan karena ulah sesorang yang ingin menguasai dan merebut tahta sebuah kerajaan. Karena raja mempunyai kekuasaan mutlak atas wilayah dan rakyatnya. Maka tak jarang tahta kerajaan menjadi perebutan ahli waris maupun orang-orang di sekitar raja.

Bapak/ibu/saudara/i terkasih.

Hari ini kita merayakan Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semestar Alam. Dalam bacaan Injil hari ini terjadi dialog antara Pilatus dan Yesus dalam persidangan. Dialog di persidangan ini mengungkap tentang siapakah Yesus dari sisi lain. Apakah benar ia seorang raja seperti yang dituduhkan? Raja dari kerajaan duniawi yang penuh dengan kekuasaan, kehormatan, kewibawaan dan kebanggaan sebagai raja. Segala bangsa mengabdi dengan cara perang untuk menambah wilayah kekuasaan seperti sejarah raja-raja yang pernah kita dengar dari segala belahan bumi ini.

Yesus menjelaskan kerajaanNya bukan dari dunia ini, Ia datang ke dunia untuk bersaksi akan kebenaran. Kerajaan yang dimiliki Yesus tidak  sama dengan kerajaan yang dipimpin Kaisar pada masa Pilatus. Kerajaan Allah adalah impian dan cita-cita semua umat manusia, dapat berjumpa dengan Allah, Bunda Maria, dan para kudus penuh dengan sukacita. Kerajaan Allah yang dipenuhi dengan hukum Kasih, dimana Allah dimuliakan oleh Malaikat dan seluruh ciptaanNya, yang tidak terbatas dan tidak bersyarat serta tak binasa. Tidak harus ada perang, penganiayaan untuk menambah kekuasaan wilayah.  Injil hari ini mengajak kita semua untuk mengenali Yesus yang sebenarnya, bukan seperti yang dituduhkan atau anggapan Pilatus. Yesus lahir serta datang ke dunia untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran bagi semua orang. Kebenaran ialah kehadiran Ilahi di dunia yang penuh kekuatan kegelapan. Pantaslah Yesus disebut Raja semesta alam, karena mengatasi segala bentuk, ruang, waktu dan sistem kekuasaan yang ada di dunia. Yesus adalah Alfa dan Omega, sekarang, dahulu dan selama-lamanya.

Bapak.Ibu/saudara/i terkasih.

Pertanyaan bagi kita semua adalah: “Sudahkah Yesus Tuhan Allah meraja di hati kita?” Bila belum, marilah mulai dari sekarang mengandalkan segala perkara kehidupan pada penyelenggaraan Ilahi dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk memuji dan memuliakan namaNya dalam kehidupan nyata. Kita dipanggil menjadi orang yang merdeka dari belenggu dosa karena Allah bertahta dalam hati dan meraja bagi orang yang mendekat pada cahaya Allah dan berpegang pada kebenarannya dan membawakannya pada semua orang. Amin

Berkah Dalem

Laurensia Moerdaninggar S

Lingkungan St. Paulus

Laurensia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s