Safari Tempat Ibadah

Pada hari Sabtu, 17 November 2018 saya mengikuti kegiatan Safari Tempat Ibadah. Kegiatan ini diadakan oleh Komunitas Gusdurian Banyumas bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama (HMJ SAA) IAIN Purwokerto dalam rangka Memperingati Hari Toleransi Internasional. Mereka mengundang teman-teman lintas agama untuk ikut bergabung dalam kegiatan Safari Tempat Ibadah. OMK Voltus termasuk salah satu yang diundang untuk terlibat.

Jam 08.30 pagi kami kumpul di Griya Gusdurian. Di Griya Gusdurian kami diberi arahan tempat mana saja yang akan kami kunjungi. Setelah diberi arahan, jam 10.00 kami mengunjungi tempat ibadah yang pertama yaitu Vihara Buddha Dipa yang berlokasi di Jl. Martadireja, Purwokerto.

 

Di Vihara kami diterima dengan baik oleh Ibu Linda selaku sekretaris di Vihara Buddha Dipa. Umat buddha cara beribadahnya menggunakan bahasa Tiongkok. Vihara Buddha Dipa terdapat altar yang berisi patung-patung, lilin, pelita, air, buah-buahan/permen, dupa, dan bunga. Umat Buddha mempunyai sila dan samadi. Yang dimaksud “sila” dalam agama Buddha adalah peraturan atau disiplin (kebajikan moral, etika atau tata-tertib dalam menjalani kehidupan dimana akan mampu menuntun seseorang itu bertingkah laku secara baik dan benar bagi diri sendiri, orang lain termasuk seluruh alam semesta beserta isinya). Sedangkan samadi artinya adalah meditasi.

Setelah dari Vihara Buddha Dipa kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Katedral Kristus Raja yang terletak di Jl. Gereja. Di Gereja Katedral Kristus Raja kami disambut dengan baik oleh Romo Yusuf Widiarko. Romo Yusuf Widiarko (Romo Ucup)  mengajak kami berkeliling di Gereja Katedral Kristus Raja menunjukkan tempat berdoa. Setelah berkeliling Romo Ucup menjelaskan apa saja yang ada di dalam gereja.

Safari ke Masjid As Sajjad, Grendeng Purwokerto.jpg
Safari ke Masjid As Sajjad di Grendeng, Purwokerto (171118)

Jam 12.00 siang setelah dari Gereja Katedral Kristus Raja kami melanjutkan perjalanan ke Masjid As Sajjad yang berlokasi di Grendeng. Sesampainya di sana kami disambut dengan hidangan makan siang berupa beberapa masakan olahan dari 2 ekor kambing yang lezat. Setelah makan siang kami mengobrol santai dengan Habib M. Bagir Al Atas tentang bagaimana banyaknya tindakan persekusi/diskriminasi terhadap syi’ah. Habib M. Bagir Al Atas menjelaskan bahwa sebenarnya syi’ah sama seperti umat muslim lainnya.

Dengan mengikuti kegiatan tersebut saya bisa lebih menghargai agama lain. Di vihara yang tadinya saya berpikir bahwa umat Buddha menyembah patung-patung tapi dengan adanya kegiatan tersebut saya jadi mengetahui bahwa ternyata umat Buddha tidak menyembah patung-patung. Patung-patung tersebut hanya simbol dari dewa-dewa nya umat Buddha. Sebelum mengikuti kegiatan ini saya pikir Islam hanya ada satu tapi setelah mengunjungi masjid syi’ah saya jadi mengetahui Islam terdiri dari beberapa aliran.

Nilai yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah ketenangan, cinta kasih, lebih menghargai satu sama lain sesama umat beragama. Sekian pengalaman singkat dari saya untuk acara Safari Tempat Ibadah.

Penulis:

Flea Josephine
Flea Josephine, OMK Voltus

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s