Persiapkan diri

Hari Minggu Biasa XXXIII tgl. 18 November 2018

Daniel   12 : 1 – 3; Mazmur  16 : 5, 8, 9, 10, 11; Markus 13 : 24 – 32

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto

Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaaan dan kemuliaanNya. (Mrk 13: 24-26)

Bapak / Ibu dan Saudara/i terkasih.

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Artinya itu adalah gambaran dunia pada akhir jaman. Kita tidak pernah membayangkan betapa hebat dan menakutkan peristiwa itu terjadi. Sedangkan bencana gempa bumi yang dilanjutkan dengan tsunami di Aceh dan Palu, rasanya kita merasa ngeri dan takut melihatnya, dengan efek yang ditimbulkan terutama dengan banyaknya kerugian dan korban jiwa yang meninggal.

Kita tidak perlu membayangkan terlalu jauh situasi dan kondisi pada akhir jaman, tetapi yakinlah bahwa itu itu akan digenapi.

Sebagai manusia fana yang hidup di dunia, kita pasti akan mengalami kematian. Yang menjadi pertanyaan sampai sejauh mana kita mempersiapkan diri agar hati kita tegar menghadapi peristiwa ini. Untuk itu persiapan utama adalah memperdalam iman, pengharapan dan kasih kita kepada Allah kita dalam hidup sehari-hari. Ketekunan dalam doa menjadi sangat penting.

Tuntutan pekerjaan dan kesibukan harian dengan mudahnya membuat kita lupa akan kebesaran Tuhan yang selalu hadir dengan sapaannya yang lembut melalui hasil karyanya. Kesibukan membuat diri kita terlalu fokus pada apa yang kita lakukan dan lupa untuk menjalin relasi dengan Sang Pencipta. Kita harus meluangkan waktu untuk berdoa dan minta kepada Tuhan untuk membimbing kita, sehingga kita tidak mengandalkan pikirkan melainkan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan sendiri.

Persiapan yang kedua adalah dengan mencintai dan mengasihi keluarga kita, teman-teman kita, tetangga dan orang lain seperti kita mencintai diri kita sendiri. Yesus mengajak kita untuk menjadi terang dan bercahaya bagi setiap orang. Kasih menjadi landasan sikap dan perbuatan kita sehari-hari kepada orang-orang di sekitar kita.

Bapak / Ibu dan Saudara/i yang terkasih.

Apakah kita sudah menghidupi kasih kepada Tuhan dan sesama? Bila kita belum menghidupinya, kita diundang untuk bertobat. Bertobat meninggalkan kebiasaan buruk adalah salah satu opsi dan sering dianggap tidak penting. Tak heran banyak orang yang berpikir baru akan  bertobat bila sudah tua nanti, ke gereja bila sudah pensiun, mengaku dosa ketika dalam kondisi sudah darurat saja, dll.

Mari kita mengambil sikap sekarang juga! Kita memiliki Yesus yang besar, Yesus yang berbelas kasih pada orang-orang yang mengikuti Dia. Untuk menjadi pengikut Yesus, kita memang perlu meninggalkan kehidupan lama dan memasuki kehidupan baru.

Bapak / Ibu dan Saudara/i yang terkasih.

Kita mungkin bertanya kapan kita meninggal? Kapan akhir jaman itu terjadi? “Tentang hari dan saatnya tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja” (Mrk 13: 32). Sebagai umat Kristiani, kita tidak perlu takut akan hal itu. Sebaliknya kita dipanggil untuk semakin percaya kepada Yesus yang “perkataanNya tidak akan berlalu”. Kita dengarkan dan laksanakan SabdaNya di tengah tantangan jaman NOW.

Ya Yesus, persiapkanlah hati kami untuk terus mengimani Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat kami, sambil menantikan kedatanganMu untuk yang kedua kalinya ke dunia ini. Amin.

Berkah Dalem

Hironimus Soedjarwo

Lingkungan St. Andreas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s