Persembahan Total

Hari Minggu Biasa XXXII (10-11 Nopember 2018)

1Raj. 17:10-16; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Ibr. 9:24-28; Mrk. 12:38-44 (Mrk. 12:41-44)

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto 

“Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya” (Mrk 12:44)

Bapak/Ibu/Saudara/i-ku yang terkasih dalam Kristus.

Di dalam pelayanan, Tuhan tidak menghendaki yang kita persembahkan adalah kelebihan kita, karena itu bisa menjadi seperti pedang bermata dua. Saya jadi teringat tiga tahun yang lalu. Saat itu saya mulai pelayanan sebagai prodiakon. Di dalam pelayanan itu posisi prodiakon berada di altar bersama-sama dengan Romo. Ada perasaan yang amat sangat congkak, sombong dan besar kepala. “Ini lho aku yang bisa dilihat semua orang”. Ternyata Tuhan menegur saya dengan banyak kejadian. Mulai dari keringat mengucur, hosti lengket, hingga dalam memegang sibori tangan bergetar. Saya waktu itu bisa dikatakan seperti ahli ahli taurat “yang suka duduk terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan” (ayat 39). Ya ternyata yang saya persembahan kepada Tuhan bukan kerendahan hati tapi kesombongan supaya saya dilihat banyak orang. Dalam hal ini yang saya dapat bukan suka cita melainkan duka cita.

Bapak/Ibu/Saudara/i-ku yang terkasih dalam Kristus,

Persembahan-1Dengan jelas Tuhan Yesus dalam Injil Markus yang hari ini kita dengar, ayat yang ke-43 mengatakan : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan”.

Di dalam pelayanan entah di gereja paroki, stasi, lingkungan, keluarga, masyarakat, tempat kerja hendaknya kita lakukan dengan kerendahan hati dan total. Karena itu akan menumbuhkan iman kita dan kelak membawa kita kepada kehidupan bersama Bapa di surga.

Di dalam surat kepada orang Ibrani Rasul Santo Paulus mengatakan “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu akan dihakimi” (Ibrani 9:27)

Bapak/Ibu/Saudara/i-ku yang terkasih dalam Kristus.

Sebelum kita menghadap Bapa lewat kematian, mari kita perbanyak persembahan yang total lewat pelayanan dengan rendah hati dan penuh suka cita. Semoga dalam penghakiman nanti kita akhirnya diperkenankan bersama-sama dengan Bapa di surga. Kemuliaan kepada Allah Bapa Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang abad. Amin

Berkah Dalem

Yohanes Suwasno

Lingkungan Santo Paulus

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s