Peringati HPS Untuk Wujudkan Keluarga Sebagai Komunitas Berbagi Pangan

HPS dengan semangat persatuan di tengah kebhinekaan

Minggu, 28 Oktober 2018 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, menjadi saat puncak bagi Paroki Santo Yosep Purwokerto dalam merayakan Hari Pangan Sedunia 2018. Umat merayakannya dengan misa pada pukul 18.00 WIB, dilanjutkan pesta umat di aula paroki. Tidak kurang dari 380 umat mengikuti misa dan berbondong-bondong menuju aula, tempat diadakannya perayaan HPS. Sebagian umat memakai baju khas tradisional Jawa seperti Kebaya, Lurik dan Batik dalam berbagai warna dan nuansa Jawa yang cukup kental.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dalam homilinya, Rm Kris mengajak umat untuk mensyukuri karunia alam Indonesia yang kaya dengan hasil bumi antara lain berbagai tanaman sebagai makanan dan juga sebagai ramuan tradisional untuk mengobati penyakit. Tuhan menganugerahkan semua itu agar manusia dapat mengalami kehidupan. Keanekaragaman makanan dan minuman tradisional di setiap suku dan budaya masyarakat Indonesia mencerminkan kemurahan Tuhan. Itu semua mengundang kita untuk bersyukur, merawat kehidupan dan menghargai perbedaan.

Umat diajak untuk belajar dari pengalaman Bartimeus yang percaya akan kuasa Tuhan sehingga disembuhkan dari kebutaannya dan melihat Tuhan yang penuh kasih, lalu mengikuti-Nya. Semoga keluarga-keluarga di Paroki Sanyos pun dapat melihat kasih dan kemurahan Tuhan lalu mau saling berbagi sehingga semua orang mengalami kehidupan yang adil, sejahtera dan damai. Diingatkan pula semangat para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Mereka mampu “melihat” dan menghargai kebhinekaan lalu menatap masa depan dengan kekuatan persatuan, Indonesia. Mengakhiri homilinya, umat diajak menyanyikan “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Ketahanan pangan

Hari Pangan Sedunia itu sendiri sebetulnya jatuh pada tanggal 16 Oktober, yaitu tanggal ketika Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) didirikan pada tahun 1945. Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober ini ditetapkan dalam Konferensi Umum ke 20 bulan November 1979 yang diikuti oleh negara-negara anggota FAO. HPS pertama diadakan pada tanggal 16 Oktober 1980, sehingga tahun ini menjadi peringatan HPS ke 38. Namun dikarenakan tanggal 16 Oktober ada Pentahbisan Uskup Purwokerto, maka perayaan HPS baru dilaksanakan pada hari Minggu terakhir bulan Oktober 2018 ini.

Dalam Perayaan Hari Pangan Sedunia tema yang paling sering diangkat adalah ketahanan pangan (food security). Hal ini penting karena ketahanan pangan merefleksikan kemampuan rata-rata individu untuk mendapatkan makanan dan ketersediaannya.

Ketahanan Pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan mempunyai ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan (Sumber : Wikipedia).

Dengan mengangkat tema : “Keluarga Menjadi Komunitas Berbagi Pangan” Paroki Santo Yosep Purwokerto merayakan Hari Pangan Sedunia 2018. Berbagai kegiatan diadakan, seperti Edukasi dan Sosialisasi ketahanan pangan melalui kuis-kuis dalam google form dengan melibatkan keluarga : orangtua dan anak-anak ; Lomba Foto Instagram dengan tema makanan tradisional asli Banyumas; Perayaan Misa HPS dengan persembahan hasil bumi dan bahan pangan serta Perayaan HPS dan ramah tamah setelah misa.

Edukasi dan sosialisasi ketahanan pangan, kuliner dan makanan tradisional

Secara umum keseluruhan kegiatan bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada umat mengenai arti penting ketahanan pangan, kuliner dan makanan tradisional Banyumas. Umat juga diharapkan mengingat dan mengkonsumsi kembali makanan berbahan non beras. Perayaan juga menjadi ungkapan syukur umat Paroki Santo Yosep atas berkat dan karunia pangan selama ini, juga mengingatkan kembali semangat berbagi kepada sesama.

Sebagai wujud rasa tanggungjawab dan kepedulian kepada umat, Tim PSE sebagai tim kerja yang “punya gawe” dengan menggandeng Tim Liturgi, merumuskan edukasi dan sosialisasi ini dengan mengadakan kuis di google form, yang bertujuan untuk memasyarakatkan kembali makanan-makanan tradisional sebagai bahan pangan yang bisa menggantikan beras atau nasi. Umat diajak mengikuti kuis HPS dengan menggunakan HP Android, laptop atau komputer dengan membuka link : bit.ly/HPS2018Sanyos.

Selain itu, umat juga dianjurkan mengikuti Lomba Foto Instagram dengan tema yang sama yaitu Keluarga menjadi Komunitas Berbagi Pangan.

Yang unik dalam perayaan HPS 2018 di Sanyos

Menuju gedung aula Santo Yosep sayup-sayup umat akan mendengar gending jawa dan alat musik sitter, yang dimainkan oleh tim dari Paroki Purbalingga. Dengan 4 alat musik yaitu Gender, Siter, Kendang dan Demung, Mbah Slamet, Pak Sagun dan Pak Trimo mengiringi lantunan lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan salah satu dari mereka secara bergantian. Ada tembang Lir Ilir, Noto Agung, Dandang Gula dan Gambang Suling. Ada juga tembang yang dilantunkan Romo dan umat seperti Prau Layar, Aja Lamis dan Randa Kempling.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan cara unik pula, Gereja Santo Yosep Purwokerto mau mengingatkan umat dan masyarakat agar lebih mengenal kuliner asli Banyumas dan memasyarakatkan makanan tradisional sebagai bagian mewujudkan ketahanan pangan. Memasuki aula, umat disambut Among Tamu yang sekaligus menyerahkan koin sebanyak 3 buah. Koin tersebut digunakan untuk “membeli” makanan yang mereka inginkan. Dengan jumlah koin yang dibatasi, umat diajak untuk memilih makanan yang benar-benar diinginkan dan sesuai kebutuhan atau kemampuan badan menyerap makanan. Dengan cara ini pula diharapkan umat belajar disiplin, tidak asal ambil dan menghargai makanan.

Umat yang datang disuguhi berbagai makanan dan minuman tradisional, yang terbagi dalam 7 stand. Stand pertama menyajikan Nasi Jagung, Urap Sayur atau Kluban dan Tempe Bacem. Stand ke dua ada Krawu, Pecel, Peyek dan Mendoan. Stand ke tiga menyediakan Bubur Sumsum, Kacang Hijau dan Bubur Mutiara. Stand ke empat ada aneka jajan pasar seperti Lupis, Getuk, Cenil, Ciwel dan Inthil. Stand ke lima menyediakan Es Dawet dan Es Cincau. Stand ke enam mewakili bahan pangan pokok pengganti beras, ada rebusan ubi, tales, pisang, kacang dan uwi. Sementara stand ke tujuh menyediakan Wedang Uwuh, Wedang Jahe dan Beras Kencur.

Keesokan harinya, Senin 29 Oktober 2018 masih dengan semangat untuk berbagi, sebagian panitia membuat bingkisan-bingkisan seperti parsel yang isinya buah-buahan, sayur dan bahan pangan lainnya yang berasal dari persembahan dan hiasan altar untuk karyawan dan tukang becak. Kondisi bahan makanan tersebut dipilih dan masih dalam kondisi yang baik dan sangat layak.

Sungguh karunia yang luar biasa, pada akhirnya rangkaian Perayaan HPS 2018 Sanyos dapat berjalan dengan lancar. Sebagian umat yang kami tanya memberi kesan yang baik antara lain acara meriah, antusiasme umat luar biasa, makanan habis dan mengesankan serta rangkaian perayaan yang menghibur dan edukatif. Semoga acara ini makin mendorong keluarga-keluarga di Sanyos untuk mengupayakan ketahanan pangan dan siap untuk berbagi. Tuhan Memberkati.

Penulis,

B.V. Asih Prabayanti
B.V. Asih Prabayanti

 

 

 

 

 

 

Foto selengkapnya dapat dilihat di FB Lily Karlina: MISA HPS @ SANYOS – 281018

dan di FB Michella JJ: Misa Hari Pangan Sedunia dan Perayaan HPS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s