Iman yang Menyelamatkan

Hari Minggu Biasa XXX (27-28 Oktober 2018)

Yer. 31:7-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Ibr. 5:1-6; Mrk. 10:46-52

Diterbitkan oleh Tim Kerja Kitab Suci – DPP. Santo Yoseph Purwokerto 

“Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Mrk. 10:32)

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang terkasih.

BartimeusSekarang ini banyak orang yang mengaku “beriman”. Bahkan dengan bangga mengumbar untuk selalu setia pada Tuhan. Pada waktu ada cobaan hidup yang menimpa maka akan seperti orang yang merasa paling susah dan paling terhina di dunia. Tidak sedikit yang kemudian menghilang dari gereja katolik dan muncul di gereja yang lain. Dalam Injil hari ini diperlihatkan bagaimana seorang yang bernama Bartimeus, seorang pengemis yang buta menunjukkan keimanannya akan Tuhan. Ia yang tidak melihat sosok Yesus itu seperti apa, tetapi hanya dengan mendengar bahwa Yesus lewat di depannya ia terus berteriak-teriak kepada-Nya. Dengan keyakinannya bahwa Yesus mau menolongnya ia terus berteriak. Ia tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya jengkel karena merasa terganggu akan teriakannya. Ia terus memohon kepada Yesus : “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku! (ayat 47,48). Sampai akhirnya Yesus menghampiri Bartimeus dan bertanya “secara pribadi”.

Keyakinan Bartimeus akan kuasa Allah yang ada pada Yesus-lah yang akhirnya menyembuhkannya. Bartimeus telah menunjukkan kekuatan imannya akan Yesus. Hanya satu tujuan yaitu hanya dengan Yesuslah ia dapat sembuh dan melihat. Karena permohonan yang tulus dan murni dan mau datang kepada Yesus, maka Bartimeus dapat melihat.

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang terkasih.

Merefleksikan Injil hari ini, saya teringat akan pengalaman iman saya. Kala itu saya mengalami peristiwa dimana mobil box saya ditabrak oleh orang berboncengan naik motor. Ketika mobil box saya parkir di pinggir jalan, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara keras yang ternyata dua orang yang berboncengan motor menabrak mobil saya. Melihat yang laki-laki mengalami luka-luka, saya langsung menolongnya dengan membawa ke rumah sakit terdekat (kebetulan saat itu kejadiannya dekat dengan salah satu rumah sakit). Tetapi yang perempuan memukuli saya dengan marah-marah. Karena kecelakaan terjadi di jalan raya, maka ada urusan sama kepolisian dan mobil box saya ditahan di kepolisian. Saya berdoa dan memohon “Tuhan kalau Engkau menghendaki ini terjadi padaku, maka Engkau sendiri yang ikut serta dalam menyesuaikan/mempermudah urusan ini”. Keesokan harinya saya didatangi 2 (dua) orang Polisi Militer. Saya ceritakan bagaimana kronologis kejadiannya.  Eee…..ternyata beliau berdua mau bantu mengurus mengeluarkan mobil box saya yang ada di kepolisian dan tanpa mau dibayar lagi.

Bapak/Ibu dan Saudara/i yang terkasih.

Berkaca dari Bartimeus, marilah kita landasi doa-doa kita dengan kekuatan iman. Dengan kerendahan dan ketulusan hati. Kekuatan iman yang percaya sepenuhnya akan kuasa Allah yang menyembuhkan. Kekuatan iman yang percaya sepenuhnya akan kuasa Allah yang menyelamatkan.

Ya Allah kuatkan kami dalam kehidupan ini. Dengan kerendahan hati kami mau berserah dan memohon kepada-Mu. Kami percaya akan penyelenggaraan-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Berkah Dalem

Yohanes Suwasno

Lingkungan St. Paulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s