Misa Stasional Perdana dan Kenduren Ageng Jumenengan Mgr Tri

Purwokerto, Rabu, 17 Oktober 2018, Mgr Christophorus Tri Harsono yang telah ditahbiskan sehari sebelumnya, merayakan misa stasional perdana di Gereja Katedral Kristus Raja pada pukul 18.00. Turut berkonselebrasi dalam perayaan misa ini, Uskup Emeritus Mgr Julianus Kema Sunarka, SJ, Uskup Emeritus Mgr Blasius Pujaraharja dan sekitar 60 Imam. Umat dan para biarawan/wati yang hadir diperkirakan lebih dari 1000 orang sehingga semua bangku di dalam gereja, balkon dan halaman gereja penuh terisi.

Para petugas liturgi dan Imam berarak masuk terlebih dahulu ke dalam gereja. Sedangkan Mgr Tri keluar dari wisma keuskupan dan menuju ke kapel adorasi untuk berdoa sejenak. Kemudian Mgr Tri masuk ke sakristi untuk mengenakan pakaian liturgis dan berarak masuk didampingi RD. Puryatno, RD. Bagyo Purwoharsanto, RD Handy Kristian, RD. Sheko, para Romo yang bertugas di Paroki Katedral dan Fr Diakon Edwin MSC.

Setelah kata pengantar dari Romo Bagyo, Mgr Tri kemudian berjalan menuju tahta Uskup (cathedra)  dan memimpin ritus pembukaan dari mimbar kecil di depannya.

Homili Mgr Tri
Homili perdana Mgr Tri (171018 (foto: lily karlina)

Dalam homilinya, Mgr Tri Harsono sesekali membuat umat tertawa karena beberapa kisah yang lucu. Namun ada pesan tegas yang disampaikan beliau, yakni agar umat membiasakan hal-hal baik sekecil apapun supaya menjadi kultur atau membudaya dan membentuk identitas diri sebagai orang Katolik yang berkualitas. Apa yang kurang baik di masa lalu dimatikan dan berani menaburkan serta menumbuhkan benih-benih kebaikan itu. “Orang dikatakan punya kasih kalau ia sudah berani untuk memberi”, tegas Mgr Tri.

Perayaan ekaristi berlangsung dengan khidmat dan umat mengikutinya dengan khusyuk dengan diiringi paduan suara dari paroki Katedral. Sekitar pukul 19.30 WIB perayaan ekaristi berakhir.

Kemudian semua yang hadir menuju Paschalis Hall untuk mengikuti acara Kenduren Ageng. Para tamu undangan dari unsur pemerintah daerah, TNI/Polri dan FKUB turut hadir. Acara diawali dengan sambutan singkat dan doa makan oleh romo paroki Katedral RD. Parjono. Kemudian Mgr Tri dipersilahkan memotong tumpeng utama setinggi 2,5 meter sumbangan dari umat paroki Majenang. Mgr Tri memegang “pisau besar” dan memotongnya dari atas ke bawah. Lalu memberikan potongan kecil dan menyuapkannya kepada Uskup Emeritus Mgr Sunarka SJ. Potongan tumpeng juga diberikan Mgr Tri kepada Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Selain tumpeng utama itu, tersedia pula 52 tumpeng kecil sumbangan dari umat lingkungan di paroki Katedral dan paroki St. Yosep Purwokerto Timur. Panitia sudah membaginya dalam wadah-wadah kertas untuk segera disantap bersama oleh seluruh umat yang hadir. Iringan musik kentongan membuat suasana hangat penuh kekeluargaan sungguh terasa malam itu.

Kehangatan suasana semakin terasa ketika saudara-saudari dari kelompok Gusdurian Banyumas tampil di panggung menyanyi bersama Mgr Sunarka. Kemudian Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono juga memberikan ucapan selamat kepada Mgr Tri dalam sambutan singkatnya. Wakil Bupati yang baru dilantik bersama Bupati Achmad Husein tanggal 24 September 2018 ini, juga berharap Gereja dan pemerintah dapat bersinergi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Acara ramah tamah kemudian dilanjutkan di halaman Paschalis Hall. Telah digelar sebuah panggung besar dengan layar putih yang di depannya berjajar wayang kulit serta seperangkat gamelan beserta para penabuh dan sindennya. Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Mbangun Amarta” siap dipersembahkan oleh Ki Dalang Kukuh Bayu Aji.

Untuk mengawalinya, Mgr Sunarka menyerahkan tokoh wayang Werkudara kepada Mgr Tri yang kemudian meneruskannya kepada Ki Dalang. Pertunjukan wayang kulit pun dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Mgr Tri, Mgr Sunarka, Mgr Pujaraharja, para romo dan tamu undangan duduk di baris depan. Halaman Paschalis Hall pun tidak cukup menampung umat dan masyarakat yang berbaur menonton pertunjukan oleh dalang kondang Banyumas ini. Cukup banyak yang berdiri di luar pagar. Cuaca yang cerah dan udara yang tidak terlalu dingin mendukung suasana pertunjukan wayang kulit semalam suntuk ini.

Semoga kebersamaan dan kehangatan persaudaraan yang terjadi di malam Kenduren Ageng ini menjadi awal yang baik bagi karya Mgr Tri untuk memimpin umat dalam membangun “Amarta” Keuskupan Purwokerto. Berkah Dalem. *_* (krist)

Foto selengkapnya dapat dilihat di FB Lily Karlina: MISA STASIONAL PERDANA MGR. CH.TRI HARSONO @ KATEDRAL 171018

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s