Tahbisan Mgr Tri: Tonggak Sejarah dan Pembaruan Keuskupan Purwokerto

Purwokerto, Selasa, 16 Oktober 2018 menjadi tonggak sejarah dan pembaruan bagi gereja Keuskupan Purwokerto dengan ditahbiskannya Mgr. Christophorus Tri Harsono. Perayaan Ekaristi Penahbisan Mgr Tri berlangsung dengan khidmat, aman dan lancar di Grha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada pukul 15.00 WIB.

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bertindak sebagai penahbis, Uskup Metropolit Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko didampingi Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, OCarm (Uskup Malang) dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM (Uskup Bogor). Ikut serta sebagai konselebran Nuncio Apostolica  (Duta Besar Vatikan) Mgr. Piero Pioppo, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ, dan 32 Uskup (termasuk 5 Uskup Emeritus) serta 200 an imam dari berbagai keuskupan dan konggregasi. Hadir pula 6 Romo Vikaris Jenderal yang mewakili keuskupan masing-masing karena Uskupnya berhalangan hadir.

Perayaan Ekaristi tahbisan Mgr Tri dihadiri oleh 5000 an umat mewakili 25 paroki di Keuskupan Purwokerto dan dari berbagai keuskupan. Umat sudah hadir di lokasi sejak pukul 11.00 meski baru diijinkan masuk pukul 12.00 WIB. Dengan tertib umat memasuki Grha Widyatama Unsoed setelah melewati pemeriksaan dari petugas keamanan. Koordinasi yang baik dari setiap paroki membuat tidak ada umat yang terlambat hadir. Kurang 15 menit dari waktu yang ditentukan yakni pukul 14.00 WIB semua rombongan sudah berada di dalam gedung.

Kesiapsediaan dan kerendahan hati seorang hamba Allah dan gembala umat

Pada bagian ritus pengantar misa, Mgr Tri menyatakan bahwa peristiwa iman ini menunjukkan “kebesaran Allah yang telah berkenan melalui gereja-Nya memilih saya yang hina ini untuk melayani sebagai uskup. Saya adalah seorang hamba Gereja. Dengan rendah hati dan penuh iman saya berkomitmen, kapan pun Gereja membutuhkan saya siap; apapun yang Sri Paus minta, saya laksanakan.”

Kesiapsediaan itu juga dinyatakan Mgr Tri sebelum memasuki bagian inti perayaan tahbisan. Semua pertanyaan yang diajukan oleh Mgr. Rubiyatmoko tentang tugas seorang uskup dalam memelihara iman dan berbagai tugas yang dipercayakan oleh para Rasul, dijawab dengan mantap oleh Mgr Tri, “Saya bersedia”.

Sebagai wujud kerendahan hati, Mgr Tri kemudian merebahkan diri dan bersama para uskup dan para imam yang berlutut serta seluruh umat yang hadir memohon doa dan pertolongan dari para kudus dalam pendarasan litani.

Masih sambil rebah menelungkup, Mgr Tri didoakan oleh Mgr Rubiyatmoko dengan tangan terentang di atas beliau, “Ya Tuhan Allah, dengarkanlah doa-doa kami, curahkanlah kepada anak-Mu ini kepenuhan rahmat imamat dan penuhilah ia dengan berkat-Mu.”

Selanjutnya Mgr Rubiyatmoko menumpangkan tangan di atas kepala Mgr Tri, dan diikuti oleh semua uskup yang hadir. Setelah semua uskup menumpangkan tangan, Mgr Tri kemudian diurapi minyak krisma, menerima Kitab Suci, solideo, tongkat dan mitra.

“Terimalah tongkat ini, lambang tugas kegembalaan. Gembalakanlah seluruh kawanan dengan tekun dan tegas, serta penuh pengertian. Sebab di tengah-tengah mereka, Bapa Uskup telah dilantik oleh Roh Kudus, serta ditempatkan sebagai Uskup Purwokerto dalam memimpin Gereja Allah  di wilayah Keuskupan Purwokerto ini.”

Setelah menerima tongkat itu, Mgr Tri lalu menghadap umat didampingi Mgr Rubi di sebelah kanan beliau. “Saudara-saudari terkasih, Keuskupan Purwokerto kini mempunyai seorang Uskup baru yang akan memimpin serta mempersatukan umat pada Kristus, memperhatikan keselamatan, serta hidup bersatu sehati sejiwa dalam suka dan duka seluruh umat. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan, kita semua dengan gembira menyambut Bapak Uskup Christophorus Tri Harsono sebagai pemimpin Keuskupan Purwokerto.” demikian penyampaian Mgr Rubi. Semua yang hadir menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.

Mgr Tri lalu berjalan dan menduduki Tahta Uskup (chatedra) yang sejak 29 Desember 2016 lowong karena Mgr. Julianus Sunarka, SJ memasuki masa pensiun. Para Uskup kemudian satu per satu menghampiri Mgr Tri untuk mengucapkan selamat dan dukungan sambil memeluk beliau. Mgr Tri, selamat bergabung dalam kolegium para Uskup untuk bersama-sama memimpin dan menggembalakan umat Allah.

Tonggak sejarah dan pembaruan Keuskupan Purwokerto

Peristiwa penuh rahmat Penahbisan Mgr Christophorus Tri Harsono menjadi tonggak sejarah bagi Keuskupan Purwokerto karena pada tanggal 16 Oktober 1941 atau tepat 77 tahun lalu Paus Pius XII secara resmi menetapkan status Purwokerto menjadi Vikariat Apostolik. Sebelumnya, status Purwokerto adalah Prefektur Apostolik pada 25 April 1932. Menjadi Diosis atau Keuskupan Purwokerto bersamaan dengan berdirinya hierarki Gereja Katolik Indonesia pada 3 Januari 1961.

Mgr Tri menjadi Uskup ke 4 setelah Mgr. Guillaume Schoemaker, MSC (31 Mei 1950–3 Januari 1961), Mgr. Paschalis Hardjosusanto, MSC (17 Desember 1973–23 Mei 1999, wafat) dan Mgr. Julianus Kema Sunarka, SJ (10 Mei 2000–29 Desember 2016, pensiun).

Semangat pembaruan terungkap secara tegas dalam homili yang dibawakan oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Uskup Bogor yang tentu telah mengenal dengan baik sosok pribadi dan pelayanan Mgr Tri ini berharap Mgr Tri dapat membawa pembaruan di Keuskupan Purwokerto. Pembaruan itu dimengerti sebagai usaha bersama untuk kembali kepada Kristus (back to Jesus Christ) dan mendengarkan kehendak-Nya. Diharapkan pula para imamnya dapat taat kepada Uskup dan bekerja bersama dalam menggembalakan umat di Keuskupan Purwokerto. Dengan semangat Fiat Mihi Secundum Verbum Tuum, Mgr Tri bersama para Imam dan seluruh umat diharapkan dapat mewujudkan pula apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam bacaan I misa tahbisan, “Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). Mgr Paskalis menyampaikan harapan agar tahbisan Uskup ini dapat menjadi kesempatan untuk menoreh sejarah baru, sejarah berjabat tangan dan berangkulan dalam semangat kasih persaudaraan untuk bekerja dengan tulus membangun keuskupan Purwokerto atas dasar Firman Tuhan.

Lihat Video nya di link: Ecclesia Semper Reformanda Est – Kotbah Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Perayaan Ekaristi Penahbisan Mgr Tri berlangsung 2,5 jam dalam suasana khidmat dan lancar dalam iringan lagu-lagu yang dibawakan dengan semarak oleh Paduan Suara kolaborasi 4 paroki (Tegal, Brebes, Slawi dan Mejasem) sejumlah 232 orang.

Berkat penutup secara umum diberikan oleh Mgr Tri Harsono dari Tahta Uskup, kemudian secara khusus beliau berkeliling di tengah umat sambil mengenakan mitra dan memegang tongkat penggembalaan.

100 % Katolik, 100% Indonesia

Seusai misa, para Uskup dan para imam melepas kasula dan tetap berada di tempat duduk masing-masing untuk mengikuti acara ramah tamah dan sambutan-sambutan. Rm P.C. Siswantoko memperkenalkan para Uskup dan Vikjen yang hadir. Kemudian sambutan disampaikan berturut-turut oleh Duta Besar Vatikan Mgr. Piero Pioppo, Rm FX. Handy Kristian Adi Putra (Ketua Panitia Tahbisan Uskup), Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF (Uskup Samarinda yang mewakili Konferensi Wali Gereja Indonesia karena Ketua KWI berhalangan hadir), Bpk Eusabius Binsasi (Dirjen Bimas Katolik Kementrian Agama) dan Mgr Tri Harsono.

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada nada kuat yang sama dalam sambutan-sambutan mereka, yakni perlunya membangun persaudaraan, perdamaian, toleransi dan kerjasama di tengah keberagaman agar dapat menghadapi tantangan masyarakat lokal, nasional maupun global jaman ini. Diharapkan di bawah kepemimpinan dan penggembalaan Mgr Tri, gereja Keuskupan Purwokerto dapat memberi kesaksian nyata dan terlibat langsung dalam mewujudkan hal itu.

Dalam sambutannya Mgr Tri yang mendalami Islamologi dan fasih berbahasa Arab ini  mengajak para imam dan seluruh umatnya untuk tidak hanya “jago kandang” tetapi berani berkiprah di tengah masyarakat. Mengutip gagasan yang terkenal dari Mgr. Albertus Soegijapranata SJ “100% Katolik. 100% Indonesia”, Mgr Tri akan memimpin umat untuk mewujudkan semangat dan cita-cita itu dalam hidup dan pelayanan gereja Keuskupan Purwokerto. Gereja menjadi bagian dari masyarakat Indonesia maka iman akan Yesus Kristus harus diwujudkan pula dalam keterlibatan memperjuangkan masyarakat yang adil, sejahtera dengan landasan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Seusai sambutan, Mgr Tri menerima ucapan selamat dari para tokoh agama, pemerintah dan instansi TNI/Polri serta rektorat Unsoed, lalu foto bersama. Kemudian Para Uskup dan para romo menyalami Ibunda dan keluarga Mgr Tri. Selanjutnya para Uskup, romo dan para tamu undangan dipersilahkan menuju ruangan yang telah dipersiapkan untuk makan malam bersama. Sedangkan umat yang hadir menikmati makan di tempat duduk masing-masing dengan dilayani oleh panitia.

Sekitar pukul 18.30 WIB umat meninggalkan Grha Widyatama Unsoed secara bertahap sesuai urutan kedatangan bis yang parkir di area Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto.

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Syukur pada Allah atas rahmat istimewa Mgr Christophorus Tri Harsono, Gembala Baru di Keuskupan Purwokerto dan perayaan ekaristi yang telah berlangsung dengan khidmat, lancar dan penuh berkat. Kerja keras panitia, dukungan dari para romo, Dewan Pastoral Paroki, donatur dan dari berbagai pihak telah membuahkan berkat bagi seluruh umat Keuskupan Purwokerto dan masyarakat Jawa Tengah bagian barat ini. Berkah Dalem. *_*(krist)

Highlight rangkaian tahbisan Uskup Purwokerto dapat dilihat di video karya Komsos KWI ini:

Foto selengkapnya dapat dilihat di album foto FB Lily Karlina: Tahbisan Uskup Purwokerto – 161018.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s