PERKAWINAN TIDAK MENJAMIN HIDUP BERSAMA SELAMANYA

Marriage does not guarantee that you will be together forever, it’s only paper. It takes LOVE, TRUST, RESPECT, COMMITMENT, UNDERSTANDING, FRIENDSHIP & FAITH in your relationship to MAKE IT LAST.

[Pernikahan tidak menjamin bahwa anda akan bersama selamanya. Dibutuhkan CINTA, KEPERCAYAAN, PENGHARGAAN, KOMITMEN, PENGERTIAN, PERSAHABATAN & IMAN dalam menjalin hubungan sampai akhir hayat.]

“Perkawinan tidak menjamin bahwa anda akan hidup bersama selamanya. Itu harus diusahakan. Perkawinan adalah ikatan kerabat antar individu, dua individu yang berbeda akan menjalin ikatan. Ada cinta, kepercayaan, penghargaan, komitmen, saling pengertian, pertemanan/ sahabat dan iman”, kata Bu Anik menjelaskankan lebih lanjut arti kalimat dalam bahasa Inggris diatas yang ditayangkan melalui LCD.

Bu Anik bersama dengan Pak Nunung adalah Pasutri Pengampu materi Penghayatan Iman Katolik Dalam Keluarga. Materi ini adalah salah satu dari delapan materi PPHB yang dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 September 2018 diruang Padmowijoyo, Sanyos Pwt.

Pak Nunung menegaskan bahwa diperlukan adanya suasana kristiani dan komunikasi dalam keluarga yang didasarkan atas persekutuan cinta suami istri dengan pasrah diri, saling menghormati, saling menerima, saling menyempurnakan menuju kesatuan hati, setia sampai mati. Suasana kristiani dalam keluarga juga harus mewujudkan nilai-nilai iman Katolik : berdoa bersama setiap hari, khususnya doa malam bersama dan pada kesempatan-kesempatan tertentu seperti pada waktu sakit, menghadapi ujian, hari ulang tahun, dsb.

8

Keluarga harus menjadi sekolah pertama untuk menanamkan kebajikan Kristiani.

Pak Nunung yang telah hidup berkeluarga bersama Bu Anik selama 26 tahun membagikan pengalamannya dalam menghayati iman Katolik bersama keluarganya :

  • Memaafkan kesalahan orang lain
  • Belajar meminta maaf jika berbuat salah
  • Saling menghormati
  • Saling menolong
  • Saling menghibur jika ada yang kesusahan
  • Saling memperhatikan terutama kepada yang lemah, sakit dan miskin
  • Saling mengakui kelebihan dan kekurangan tiap-tiap anggota keluarga
  • Rela berkorban demi kebaikan orang lain

Pasutri Nunung – Anik juga memberi contoh dan masukan bahwa sangat dianjurkan membaca Kitab Suci di dalam lingkungan keluarga disertai dengan sekedar penjelasan dan disusul doa spontan – sharing iman. Untuk hal itu dapat dicarikan waktu/kesempatan yang tepat misalnya Natal, Paskah, Pentakosta, Komuni Pertama, dll.

Penulis

candra-priljanto

Candra P.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s