KAWULA BHINEKA, KAWULA INDONESIA

Kamis, 13 September 2018, Paroki Santo Yoseph, Purwokerto Timur mengadakan Misa Syukur tahun baru Jawa (Misa Suro – red). Misa Suro pada tahun ini mengangkat tema “Kawula Bhineka Kawula Indonesia”. Tema ini diangkat sebagai bentuk apresiasi Gereja atas keragaman yang ada di Indonesia serta untuk membangun kesadaran umat akan identitas umat Paroki Santo Yoseph sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang hidup dalam keragaman.

IMG-20180917-WA0010
Para petugas koor berbusana adat dalam Misa Syukur Tahun Baru Jawa (1 Suro) 130918

Misa dipimpin oleh Romo Agustinus Dwiantoro, Pr didampingi oleh Romo Kristiadji, MSC, Romo Nico Ola, OMI, dan Fr. Yohanes Yoyok. Misa dilangsungkan dengan Bahasa Jawa dan dikemas dengan nuansa Jawa yang menarik. Rangkaian acara dimulai dengan Pra-Liturgi tarian dua Srikandi. Misa dimulai pukul 18.00 dengan perarakan Cucuk Lampah, Putra-putri Altar, Lektor, Prodiakon dan para Romo.

IMG-20180917-WA0014
Tarian Cucuk Lampah mengawali perarakan Misa Syukur Suro (130918)

Misa Suro berlangsung dengan meriah. Seluruh umat yang hadir tampak antusias. Antusiasme umat yang hadir dalam Misa Suro tampak dalam keterlibatan mereka dalam mengikuti misa dan juga keterlibatan umat dalam memeriahkan misa dengan mengenakan pakaian adat Jawa atau batik. Misa semakin tampak meriah manakala Romo Toro mengemas homilinya dengan menggunakan nyanyian. Romo Toro menggubah lirik dari lagu Walang Kekek yang dipopulerkan oleh Waljinah dengan kata-kata yang sesuai dengan tema dan konteks kehidupan umat. Saat homili, Romo Toro juga mengundang Romo Kristiadji, MSC, Romo Nico, OMI dan Fr. Yoyok untuk ikut menyanyi.

Ada bagian yang menarik dari homili yang disampaikan oleh Romo Toro yang meneguhkan umat untuk setia terhadap perintah Gereja dan juga setia dalam hal kasih dan pelayanan. Demikian lirik lagu yang Romo Toro gubah “Walang nenek, jodhone kakung. Mabur gandhengan, mendah jejogedan. Alkitab didemek, printah Greja dijunjung. Padha tinresnan, nang pelayanan.” Ada juga salah satu bagian lirik Walang Kekek yang diubah Romo Toro yang menyinggung kita sebagai umat Katolik yang menjadi bagian dari Indonesia. “Kita Bhineka, kita Indonesia. Pancasila dasar negara kita. Siapa punya semangat bersama. Bangsa Berjaya lestari selamanya.”

IMG-20180917-WA0007
Para Romo dan Frater nembang untuk menyampaikan pitutur (petuah) luhur dalam Misa Suro (130918)

Kemeriahan Misa Suro pada tahun ini disambut dengan baik oleh umat Paroki Santo Yoseph. Ada beberapa umat yang menyampaikan tanggapan atas Misa Suro di Paroki Santo Yoseph. Tasya salah satu anggota OMK Voltus Paroki St. Yoseph merasakan euforia kemeriahan Misa Suro tahun ini. “Baru kali ini aku misa full Bahasa Jawa tapi bisa paham apa yang dimaksud. Misanya nggak membuat ngantuk seperti misa Bahasa Jawa biasanya. Euforianya juga terasa sekali. Mungkin karena aku baru kali ini Misa Suro di Paroki ini. Salut untuk timnya” ungkap Tasya.

Ada juga umat yang semakin tersadarkan sebagai warga Indonesia setelah mengikuti Misa Suro. Seperti yang dialami oleh Florida Manik, seorang warga Lingkungan St. Yakobus yang baru pindah dari Batam. “Dalam misa saya merasa benar-benar Indonesia. Walaupun ada begitu banyak suku, adat, dan budaya kita tetap diajarkan untuk menghargai, memahami dan mencintai adat-istiadat yang ada, terutama sadar akan adat Jawa. Indahnya budaya yang ada di Indonesia, dan apapun hasil jerih payah kita selama ini kita serahkan kepada Tuhan. Lambang syukur dan terimakasih ini disampaikan lewat persembahan berupa hasil bumi. Yang jelas saya sangat suka. Sukses.” Demikian Florida Manik menjelaskan.

Seusai misa, seluruh umat menuju ke Aula Paroki untuk ramah tamah. Tumpeng yang telah diberkati dalam misa dinikmati bersama. Suasana penuh kehangatan dan gelak tawa mewarnai acara ini karena penampilan MC dan para penari “cantik” yang memukau. Di penghujung acara, umat berjoget bersama dengan berbagai gaya.

Misa dan perayaan syukur Tahun Baru Jawa (1 Suro) menjadi kesempatan umat nguri-uri kabudayan. Melalui perayaan ini paling tidak umat Paroki Santo Yoseph dapat merasakan misa dengan menggunakan Bahasa Jawa yang hanya satu tahun sekali.

Ramah Tamah Suro
Foto bersama sebagian umat Sanyos seusai syukuran Tahun Baru Jawa di Aula Paroki St. Yoseph 130918

Lebih dari itu, dengan tema “Kawula Bhineka Kawula Indonesia” sebagai umat beriman Katolik, umat Paroki Santo Yoseph semakin disadarkan untuk senantiasa mewartakan kebaikan ditengah kemajemukan Indonesia. Kehidupan bersama di tengah keluarga dan paroki yang guyub rukun, saling menghargai perbedaan dan melayani satu sama lain menjadi kesaksian Kabar Gembira dalam kemajemukan.

Penulis:

IMG-20180917-WA0016[1]
Sisca Kumala, Tim Liturgi Sanyos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s