MEMERIAHKAN HUT KEMERDEKAAN RI ke-73

Dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di tempatku RT.06/RW.05 perumahan Kalibagor Indah diadakan kegiatan perlombaan. Waktu pelaksanaannya pada hari Minggu tanggal 12 Agustus 2018 dimulai pukul 15.00. Ada beraneka macam lomba. Pesertanya mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu. Aku pun mengikuti lomba yang diadakan di halaman pos ronda RT itu.

HUT RI di Kalibagor
Aleta (tengah) ikut lomba bersama anak-anak RT.06/RW.05 perumahan Kalibagor Indah (120818)

Perlombaan pertama adalah lomba makan krupuk untuk anak pra-TK. Mereka sangat lucu. Ada yang makan krupuk dengan dipegangi krupuknya padahal seharusnya tidak boleh. Ada yang sambil menangis dan ada pula yang ngambek diam saja. Kemudian dilanjutkan lomba makan krupuk untuk usia SD. Aku pun mengikutinya. Walaupun sudah disemangati adikku Theona dan Hugo, juga ibuku namun aku tetap kalah.

HUT RI di Kalibagor-1
Cerianya Ibu-Ibu perum Kalibagor Indah merayakan HUT RI ke 73

Selain lomba makan krupuk masih ada lomba-lomba yang lain untuk anak-anak yaitu lomba memindahkan bola, menggiring balon pakai terong dan lomba pecah air dengan mata ditutup. Setelah lomba untuk anak-anak selesai, dilanjutkan dengan lomba untuk ibu-ibu. Ada lomba nyunggi tampah dan lomba memindahkan air secara berkelompok. Suasananya sangat ramai dan meriah. Kami semua mengikuti lomba dengan penuh semangat dan hati yang gembira. Tidak terasa, sampai magrib perlombaan baru selesai. Walaupun tidak ada lomba yang aku menangkan aku tidak bersedih. Aku sudah merasa senang bisa berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di lingkunganku.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 tepat pukul 20.00 diadakan acara Malam Tirakatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 bertempat di halaman pos ronda RT. Hampir semua warga RT di tempatku datang meskipun malam itu udara terasa sangat dingin. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian mengheningkan cipta untuk berdoa dan mengenangkan jasa para pahlawan. Setelah itu sambutan dari bapak RB. Isnan Irianto selaku ketua RT. Kebetulan beliau seorang Katolik. Dalam sambutannya pak RT meminta warga untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan.

Selesai sambutan dilanjutkan acara makan-makan yang sudah disediakan oleh ibu-ibu secara bergotong-royong. Ada yang membawa nasi. Ada yang membawa sayur. Ada yang membawa minuman dan lain-lain. Ibuku sendiri kebagian tugas membawa puding. Waktu ibu membuat puding aku dan adikku ikut membantunya. Acara malam itu ditutup dengan pembagian hadiah bagi mereka yang kemarin menang dalam kegiatan perlombaan.Aku bersama keluargaku juga mengikuti misa HUT Kemerdekaan RI ke-73 yang diadakan di gereja Santo Yosep pada tanggal 17 Agustus 2018 dimulai pukul 18.00 petang. Misa dipimpin oleh romo Kristiadji. Banyak umat yang datang dan kebanyakan menggunakan pakaian daerah. Lagu-lagu nasional dinyanyikan pada saat misa. Waktu homili diisi dengan drama yang dimainkan sangat bagus oleh OMK yang pesannya supaya kita tidak mudah percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya atau istilah sekarang berita hoax. Saat persembahan umat yang mewakili setiap lingkungan maju ke depan membawa nasi tumpeng. Senang sekali aku bisa mengikuti misa yang berbeda dari biasanya ini. Selain bisa berdoa bersama untuk bangsa dan negara, suasana misa juga membuat aku semakin mencintai negriku Indonesia.

Tidak hanya di lingkungan dan di gereja, di sekolahanku SD Kristen Sokaraja juga diadakan kegiatan-kegiatan memperingati hari kemerdekaan. Selain lomba-lomba yang cukup meriah juga diadakan acara renungan dan persembahan yang dipandu oleh bu Siwi yang kebetulan adalah wali kelas ku. Bu Siwi mengambil renungan dari Alkitab yaitu dari Galatia 5:13, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Menurut ayat tadi, kata bu guru Siwi, kita diminta untuk saling tolong-menolong. Yang mampu membantu yang kekurangan. Kalau uang jajan kita lebih selain ditabung bisa juga dikumpulkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Pada waktu di rumah kita harus mau membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, menjaga adik dan lain-lain. Kita juga harus menghormati orang tua, dan jangan lupa rajin belajar untuk meraih cita-cita. Itulah salah satu cara pelajar mengisi kemerdekaan yang telah berhasil direbut oleh para pahlawan dari tangan penjajah.
Merdeka!!
Merdeka!!
Merdeka!!

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Bulan Kebangsaan Sanyos 2018

Penulis:

Aleta bersama keluarga.jpeg
Aleta (paling kiri) bersama keluarga

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s