WARTA KASIH DALAM KEBERAGAMAN

Peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang diawali dengan malam tirakatan rutin diadakan setiap tanggal 16 Agustus di negara kita tercinta, Indonesia. Begitu pula di RT 05 RW 02, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, tempat kami tinggal.

Gambaran singkat RT 05/RW 02

Ibu ibu dawis 3
Ibu-ibu Dawis 3, RT 05/RW 02, Kel. Purwokerto Lor, Kec. Purwokerto Timur, Banyumas (160818)

Di RT 05 RW 02, tepatnya di Jalan Wargabakti terdapat 4 kelompok dasa wisma yang terbagi dalam gang-gang. Gang 1 kelompok dasa wisma 1, gang 2 kelompok dasa wisma 2, dan seterusnya. Setiap tahun dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, penanggungjawab dilimpahkan secara bergiliran urut dari gang 1. Meski yang bertanggungjawab bergiliran, tetapi warga di gang lain tetap terlibat. Dan tahun 2018 ini yang bertugas sebagai penanggungjawab dalam penyelenggaraan malam tirakatan adalah gang 4.  Jadi pembuatan panggung juga di gang 4.

Persiapan menjelang peringatan HUT RI ke 73

Persiapan
Persiapan sebelum acara tirakatan (160818)

Seperti pada umumnya, diawali dengan pembentukan panitia yang terdiri dari warga yang dipilih dari 4 gang. Setelah terbentuk, perencanaan disosialisasikan di setiap dasa wisma. Sosialisasi tersebut diantaranya adalah kerja bakti lingkungan, pemasangan umbul-umbul dan bendera merah putih, pengecatan jalan (dicat warna putih), lomba-lomba: baca puisi, makan kerupuk, memasukkan belut dalam botol, pesan berantai, dan masih banyak lagi. Semua itu dilaksanakan satu–dua minggu sebelum hari kemerdekaan. Warga yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama, profesi, semua terlibat dalam persiapan menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini.

Masing-masing gang juga mempersiapkan koor dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Biasanya untuk persiapan ini, beberapa warga di dasawisma sudah mengadakan latihan dengan semangat satu bulan sebelumnya. Sedangkan untuk tahun ini, karena situasi dan kondisi di keluarga kami  (kecelakaan yang menimpa anak sulung kami), latihan yang biasanya diselenggarakan di rumah kami, terpaksa ditunda karena kondisi tersebut. Sampai akhirnya satu minggu menjelang tirakatan, ibu-ibu mengutarakan untuk ikut berpartisipasi mengisi acara dengan menampilkan koor. Kami pun setuju dan mengusulkan hari latihan dan warga menyesuaikan waktu kami. Padahal waktu latihan hanya 3 hari menjelang hari “H”, 2 kali latihan yaitu tanggal 14 Agustus dan 16 Agustus sore. Karena waktu yang terbatas, maka diputuskan dari gang kami menampilkan anak-anak dan remaja yang menyanyi. Karena mereka lebih cepat dan lancar dalam latihan yang singkat waktunya. Anak-anak dengan antusias berlatih tanpa merasa lelah meski harus diulang-ulang.

Kesan warga yang disampaikan sebelum latihan

Sebelum hari latihan ada beberapa ibu yang datang ke rumah kami untuk membicarakan mengenai lagu-lagu yang akan dinyanyikan, pakaian yang akan dikenakan, dan mendata anak-anak yang akan menyanyi. Dan di sela-sela pembicaraan tersebut, mereka menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam karena kesediaan kami untuk berlatih bersama anak-anak di rumah.

Ada kalimat yang benar-benar membuat kami bahagia dan bersyukur menjadi Katolik, yaitu saat ibu-ibu (muslim) tersebut mengatakan:

 “ Pak Nunung dan Bu Nunung itu selalu siap ya,  meski banyak kesibukan dan anaknya masih sakit…”

(Maaf tidak bermaksud menyombongkan diri, tetapi itu adalah ungkapan dari ibu-ibu).

Lalu ada ibu yang berkata berkata:

“ Dalam agama Katolik kan selalu ada kasih ya Bu? Jadi ini bentuk kasih ya Bu?”

Hehehe… saya hanya tersenyum dengan pertanyaan tersebut. Meski sebenarnya saya terkejut juga, ibu itu mengatakan hal yang di luar dugaan. Ternyata mereka paham tentang ajaran cinta kasih dan bisa merasakan sendiri dengan sikap, tingkah laku kita sebagai umat Katolik di tengah masyarakat.

Syukur pada Tuhan atas ajaran cinta kasih-Nya… Sungguh indah…

Keindahan dalam keberagaman

Malam tirakatan dirgahayu Republik Indonesia, yang diselenggarakan tanggal 16 Agustus 2018 pukul 20.00 WIB pun tiba. Semua warga RT 05 RW 02 baik anak-anak, remaja, dewasa sampai kakek nenek dengan semangat kebangsaan datang ke tempat penyelenggaraan malam tirakatan dengan duduk lesehan, bersama-sama dalam keberagaman. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan khidmat dan dilanjutkan dengan lagu syukur untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Koor ditampilkan di sela-sela acara sambutan dari bapak lurah, bapak ketua RW, dan bapak ketua RT. Dari gang 1,2, dan 4 menampilkan koor dewasa (bapak-bapak dan ibu-ibu). Mereka tampil dengan semangat menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah.

Nyanyi
Penampilan anak-anak dan remaja Gang 3 di Malam Tirakatan HUT RI ke 73  (160818)

Hanya dari gang kami, gang 3 yang berbeda, yaitu anak-anak dan remaja yang tampil. Tetapi justru penampilan merekalah yang menarik warga. Mereka tampil menyanyikan lagu dengan penuh semangat dan mantap. Generasi muda penerus bangsa…

Marilah kita wartakan kasih Tuhan di manapun berada di tengah keberagaman dengan menjaga sikap, tingkah laku/perbuatan, dan tutur kata kita.

Merdeka….!

* tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Bulan Kebangsaan Sanyos 2018

Penulis:

Anik Is.png
A. Anik Is, lingk St. Ignatius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s