Lenggang langkahmu dalam terpaan angin.
Lembut menyapa bisikkan rasa.
Senyum dikulum tak pernah sirna.
Nikmati alam, indahnya Indonesia.
Terkuak makna dalam pekikmu.
Kobarkan jiwa merajut asa.
Meraih impian menjadi nyata.
Tanah merdeka pusaka kita.
Merahnya darah, sucinya hati.
Memberi arti bagi ibu pertiwi.
Merekah fajar mengukir mimpi.
Merenda masa depan nasib negeri.
Derap gemuruh dalam langkahmu.
Singsingkan lengan berpacu waktu.
Tanah merdeka telah menunggu.
Gerakkan tangan, lepaskan ragu.
Wahai saudaraku, umat paroki.
Janganlah engkau hanya berjanji.
Tanamkan arti bagi negeri.
Sumbangkan bakti berbingkai jati diri.
Dalam nama Tuhan, kita kan terberkati.
Wahai saudaraku, pemuda pemudi paroki.
Engkaulah pilar kokohnya negeri
Karya nyatamu sebagai bukti.
Membangun pertiwi dengan tulus hati.
Kibarkan sang dwi warna, bendera kita.
Busungkan dada, kau cinta dia.
Tanah merdeka harus kita jaga.
Karena kita adalah pemiliknya.

Puisi “Pijar Kemerdekaan” dibawakan dalam acara Ramah Tamah Kebangsaan Sanyos (170818/foto yohanes purwanto)
Medio Agustus 2018
Niena (Lingk. Kalibagor )
Kategori:KPKC, Puisi Kebangsaan